≡ Menu
hilmiaRIFIN

Tuhan Turun ke Langit Dunia

in Reflection

Seorang laki-laki setengah baya berteriak-teriak berkeliling desa. “Tuhan turun ke langit duniaaa…!!! Tuhan turun ke langit duniaaaa…!!!. Warga desapun keluar dari rumahnya masing-masing dan menghampiri laki-laki yang berteriak itu. “Ada apa pak?”, tanya salah seorang warga. “Kita harus berkumpul di lapangan desa, karena Tuhan sedang turun ke langit dunia, untuk mengabulkan langsung permintaan setiap orang yang meminta”, ujar laki-laki tengah baya tersebut dengan menyeka dahinya yang penuh dengan peluh.

Tak ayal lagi semua warga desa berlari menuju lapangan desa untuk memanfaatkan kesempatan yang belum pernah terjadi ini. Satu per satu setiap orang menengadahkan tangannya untuk meminta kepada Tuhan.

Pak Hartawan orang paling kaya di desa menyeru dengan lantang, “Tuhan, berikan saya harta yang lebih banyak karena dengan harta yang sangat banyak saya bisa beramal untuk semua orang yang membutuhkan!” Tuhan mengabulkannya.

Pak Sholeh seorang pemimpin agama di desa memohon dengan takzim, “Tuhan, berikan saya ilmu yang bermanfaat sebanyak-banyaknya supaya saya bisa mengajarkan kebaikan kepada seluruh umat manusia!” Tuhan mengabulkannya.

Pak Hadi seorang tabib menengadahkan tangannya, “Tuhan, berikan hamba kesaktian yang tiada tara supaya hamba bisa menyembuhkan semua penyakit yang diderita oleh semua umat manusia!” Tuhan mengabulkannya.

Pak Agung yang kepala desa dengan muka antusias dan penuh semangat berteriak, “Tuhan, berikan saya kedahsyatan untuk memimpin agar saya bisa membawa perubahan menakjubkan untuk menciptakan kesejahteraan untuk warga saya!” Tuhan mengabulkannya.

Satu per satu warga desa mengucapkan permintaannya dan Tuhanpun tanpa kenal lelah mengabulkan semua permintaan.

Hari beranjak sore. Pada saat Tuhan berpamitan dengan seluruh warga desa, tiba-tiba dari kejauhan seorang nenek-nenek tua berjalan tertatih-tatih dengan membawa sebuah baki berisi air putih. Dengan kelembutannya Tuhan bertanya kepada nenek tua yang baru saja datang, “Wahai hambaku, adakah permintaan yang ingin kau sampaikan kepadaKU?

Nenek tua ini menatap Tuhan dengan ketakjuban, “Tuhanku, di kesempatan yang sangat mulia ini aku ingin memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Aku tidak ingin meminta kepadaMU karena hampir setiap denyut jantungku, aku selalu meminta kepadaMU. Hampir setiap doaku selalu Engkau kabulkan dengan caraMU. Perkenankan wahai Tuhanku kali ini aku memberikan kepadaMU segelas air putih sebagai wujud perhatianku kepadaMU. Meskipun Engkau Maha Kaya perkenankan Tuhan menerima pemberianku”.

Tuhan menatap wanita ini dengan penuh kelembutan, dari sorot matanya memancarkan kebanggaan yang luar biasa. Dalam hatiNYA berbisik “Inilah penghuni surgaKU”.

Selamat menjalani hari dengan penuh rahmat.

Regards,
Cahyana Puthut Wijanarka

0 comments… add one

Leave a Comment