≡ Menu
hilmiaRIFIN

Tiga Cara Mencapai Derajat Zuhud

in Tips and Tricks

Dalam agama Islam, zuhud merupakan inti dari ajaran tasawuf. Pemahaman zuhud bukanlah hidup membenci dunia dan mengisolir diri dari keramaian dengan mengabaikan kewajiban menafkahi keluarga. Zuhud bukan berarti mengharamkan yang halal dan bukan pula dengan membuang harta. Zuhud dalam pengertian yang benar adalah menekan hasrat dan menjauhkan diri dari kesenangan dunia untuk mencapai kesenangan akherat. Zuhud terhadap dunia berarti lebih yakin dan percaya apa yang ada di tangan Allah dari pada apa yang ada di tangan manusia.

Sikap zuhud dapat memberikan ketenangan kepada seseorang. Ia adalah benteng dari sikap sombong, kikir, serakah dan bermewah-mewahan. Kehancuran seseorang dan bahkan sebuah bangsa dicirikan dengan keempat sikap di atas.

Bagaimana caranya agar kita bisa zuhud? Imam Al-Ghazali memberikan tiga tips. Pertama, memaksa diri untuk mengendalikan hawa nafsunya. Kedua, sukarela meninggalkan pesona dunia karena dipandang kurang penting. Ketiga, tidak merasakan zuhud sebagai beban, karena dunia dipandang bukan apa-apa bagi dirinya.

Sementara itu, Ibrahim bin Adham pernah ditanya seorang lelaki, “Bagaimana cara engkau mencapai derajat orang zuhud?” Ibrahim menjawab,”Dengan tiga hal, pertama, aku melihat kuburan itu sunyi dan menakutkan, sedang aku tidak menemukan orang yang dapat menentramkan hatiku di sana. Kedua, aku melihat perjalanan hidup menuju akherat itu amat jauh, sedang aku tidak memiliki cukup bekal. Ketiga, aku melihat Rabb Yang Maha Kuasa menetapkan satu keputusan atasku, sedang aku tidak punya alasan untuk menolak keputusan itu.” (Abu Ishak Ibrahim bin Adham Al Balkhi)

Sulit? Tentu kita tidak akan mengetahuinya kalau tidak mencobanya. Wallahu a’lam bish-shawab.

5 comments… add one
  • Assalamu’alikum. wr.wb.
    Terima kasih atas artikelnya. Semoga Allah membalas kebaikan anda.
    Ikut melengkapi, ini adalah contoh orang yang tamak terhadap dunia dan akibatnya:
    Dikisahkan bahwa, ada seorang laki-laki menemui Nabi Isa, dan berkata: “Saya ingin bersahabat dan selalu bersamamu.” Maka Nabi Isa mengijinkannya dan berjalanlah keduanya di tepi sungai. Setelah perjalanan cukup jauh mereka istirhat dan mengeluarkan perbekalan berupa tiga potong roti. Mereka makan berdua, Nabi Isa satu potong, orang itu makan satu potong, dan masih tersisa satu potong lagi.

    Kemudian Nabi Isa pergi untuk mengambil air ke sungai, dan setelah kembali ternyata sepotong roti itu sudah tidak ada, lalu ditanyakan pada orang itu: “Siapakah yang mengambil sepotong roti?” Jawab orang itu: “Tidak Tahu.”

    Maka keduanya terus melanjutkan perjalalan, tiba-tiba melihat rusa dengan kedua anaknya, maka ditangkaplah satu anak rusa itu lalu disembelih, kemudian mereka makan berdua dengan panggang rusa itu. Lalu Nabi Isa menyuruh anak rusa yang telah dimakan itu hidup kembali, maka hiduplah dengan ijin Allah, lalu bertanya kepada orang itu: ”Demi Allah yang memperlihatklan padamu bukti kekuasaanNya, siapakah yang mengambil sepotong roti itu?” Jawabannya: “Tidak tahu.”

    Kemudian mereka berjalan lagi hingga sampai ke hulu sungai, lalu Nabi Isa memegang tangan orang itu dan mengajaknya berjalan di atas air hingga sampai di seberang, lalu ditanya: “Demi Allah yang memperlihatkan kepadamu bukti ini, siapakah yang mengambil sepotong roti itu?” Jawabannya: “Tidak Tahu.”

    Merekapun terus melanjutkan perjalanan dan ketika berada di hutan mereka istirahat kembali. Nabi Isa mengambil kerikil, lalu diperintah: “Jadilah emas dengan ijin Allah”, maka jadilah emas itu. Kemudian emas itu dibagi tiga bagian, nabi Isa berkata: “Untukku satu bagian, kamu sebagian, dan satu bagian lagi untuk orang yang mengambil roti itu”, maka ia menjawab: “Akulah yang mengambil roti itu.”

    Nabi Isa berkata: “Maka ambilah semua untukmu”, lalu keduanya berpisah.

    Tidak lama kemudian orang itu didatangi oleh dua orang yag akan merampok hartanya, dan mengancam akan membunuh orang itu jika tidak menyerahkan hartanya, lalu ia berkata: “Bagaimana kalau harta ini kita bagi bertiga saja”, maka semuanya menyetujuinya.

    Salah seorang di antara mereka menyuruh temannya pergi membeli makanan. Maka pergilah salah satunya menuju pasar, dan dalam perjalanan timbullah perasaan jahat orang itu: “Untuk apa saya membagi harta, lebih baik makanan ini saya beri racun supaya keduanya mati, dan aku ambil semua harta itu”. lalu diracunlah makanan itu.

    Sementara kedua orang yang menunggu berkata pula: “Untuk apa kita bagi harta ini, lebih baik kita bunuh saja orang itu, lalu harta ini kita bagi berdua.”

    Maka ketika orang itu datang, segera dibunuh, lalu hartanya dibagi berdua saja. Kemudian keduanya makan dari makanan yang beracun itu, mereka berdua mati akibat racun. Akhirnya ketiganya mati di sekitar harta itu.

  • Zuhud….senang sekali bisa baca2 tentang juhud…. semakin kita ingin kesana mungkin hati ini semakin tertata…cinta Alloh begitu menyejukkan ….

  • naruto_lovers

    hebat bgt ya, orang yg bisa zuhud .
    Q jg pengen, nieh .
    tp susah jg, y !

  • anda benar….. saya setuju dengan konsep zuhud yang anda paparkan…. coretan saya berikut melengkapi paparan anda 🙂 keuntungan dunia vs keuntungan akhirat

    • rizal_joe

      assalamualaikum,
      afwan ustadz,sya mw tanya menurut pandangan sufi arti dari kesuksesan itu apa?

Leave a Comment