<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>hilmiarifin &#187; Life</title> <atom:link href="http://hilmiarifin.com/tag/life/feed" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://hilmiarifin.com</link> <description>sedekah pangkal kaya, berbagi pantang rugi</description> <lastBuildDate>Sun, 29 Jan 2012 03:08:50 +0000</lastBuildDate> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator> <item><title>Tolong Mandikan Aku, Bunda&#8230;</title><link>http://hilmiarifin.com/tolong-mandikan-aku-bunda.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/tolong-mandikan-aku-bunda.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 23 Apr 2010 06:12:04 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[Daily]]></category> <category><![CDATA[Reflection]]></category> <category><![CDATA[Today's Lesson]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/?p=750</guid> <description><![CDATA[<a
href="http://hilmiarifin.com/tolong-mandikan-aku-bunda.html"><img
align="left" hspace="5" width="150" src="http://farm3.static.flickr.com/2508/4101696559_a7d4e0d904.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="Zarah" title="Zarah" /></a>Zarah by Nafis Ahmad Nice story&#8230;Everything&#8217;s start from home&#8230;Artikel ini saya dapat dari sebuah milis, walaupun hanya copy paste tapi mudah-mudahan bermanfaat. Dewi adalah sahabat saya, ia adalah seorang mahasiswi yang berotak cemerlang dan memiliki idealisme yang tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik di bidang akademis maupun profesi [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><div
class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px;"><p><a
href="http://www.flickr.com/photos/kapurush/4101696559/"><img
class="alignnone" title="Zarah" src="http://farm3.static.flickr.com/2508/4101696559_a7d4e0d904.jpg" alt="Zarah" width="500" height="387" /></a></p><p
class="wp-caption-text"><a
href="http://www.flickr.com/photos/kapurush/4101696559/">Zarah</a> by <a
href="http://www.flickr.com/photos/kapurush/">Nafis Ahmad</a></p></div><p>Nice story&#8230;Everything&#8217;s start from home&#8230;Artikel ini saya dapat dari sebuah milis, walaupun hanya copy paste tapi mudah-mudahan bermanfaat.</p><blockquote><p>Dewi adalah sahabat saya, ia adalah seorang mahasiswi yang berotak cemerlang dan memiliki idealisme yang tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. &#8221;Why not to be the best?,&#8221; begitu ucapan yang kerap kali terdengar dari mulutnya, mengutip ucapan seorang mantan presiden Amerika.</p><p>Ketika kampus mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di Universiteit Utrecht-Belanda, Dewi termasuk salah satunya.</p><p><span
id="more-750"></span></p><p>Setelah menyelesaikan kuliahnya, Dewi mendapat pendamping hidup yang &#8220;selevel&#8221;, sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi. Tak lama berselang lahirlah Bayu, buah cinta mereka, anak pertamanya tersebut lahir ketika Dewi diangkat manjadi staf diplomat, bertepatan dengan suaminya meraih PhD. Maka lengkaplah sudah kebahagiaan mereka.</p><p>Ketika Bayu, berusia 6 bulan, kesibukan Dewi semakin menggila. Bak seekor burung garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari satu kota ke kota lain, dan dari satu negara ke negara lain. Sebagai seorang  sahabat setulusnya saya pernah bertanya padanya, &#8220;Tidakkah si Bayu masih terlalu kecil untuk ditinggal-tinggal oleh ibundanya?&#8221; Dengan sigap Dewi menjawab, &#8220;Oh, saya sudah mengantisipasi segala sesuatunya dengan sempurna&#8221;. &#8220;Everything is OK! Don’t worry. Everything is under control  kok!&#8221; begitulah selalu ucapannya, penuh percaya diri.</p><p>Ucapannya itu memang betul-betul ia buktikan. Perawatan anaknya, ditangani secara profesional oleh baby sitter termahal. Dewi tinggal mengontrol jadwal Bayu lewat telepon. Pada akhirnya Bayu tumbuh menjadi anak yang tampak lincah, cerdas mandiri dan mudah mengerti.</p><p>Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu, tentang betapa hebatnya ibu-bapaknya. Tentang gelar Phd dan nama besar, tentang naik pesawat terbang, dan uang yang berlimpah. &#8220;Contohlah ayah-bundamu Bayu, kalau Bayu besar nanti jadilah seperti Bunda&#8221;. Begitu selalu nenek Bayu, berpesan di akhir dongeng menjelang tidurnya.</p><p>Ketika Bayu berusia 5 tahun, neneknya menyampaikan kepada Dewi kalau Bayu minta seorang adik untuk bisa menjadi teman bermainnya di rumah apabila ia merasa kesepian.</p><p>Terkejut dengan permintaan tak terduga itu, Dewi dan suaminya kembali meminta pengertian anaknya. Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan seorang adik buat Bayu. Lagi-lagi bocah kecil inipun mau &#8221;memahami&#8221; orangtuanya.</p><p>Dengan bangga Dewi mengatakan bahwa kamu memang anak hebat, buktinya, kata Dewi, kamu tak lagi merengek minta adik. Bayu, tampaknya mewarisi karakter ibunya yang bukan perengek dan sangat mandiri. Meski kedua orangtuanya kerap pulang larut, ia jarang sekali ngambek.</p><p>Bahkan, tutur Dewi pada saya, Bayu selalu menyambut kedatangannya dengan penuh ceria. Maka, Dewi sering memanggilnya malaikat kecilku. Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orangtuanya super sibuk, namun Bayu tetap tumbuh dengan penuh cinta dari orang tuanya. Diam-diam, saya jadi sangat iri pada keluarga ini.</p><p>Suatu hari, menjelang Dewi berangkat ke kantor, entah mengapa Bayu menolak dimandikan oleh baby sitternya. Bayu ingin pagi ini dimandikan oleh Bundanya,&#8221;Bunda aku ingin mandi sama bunda&#8230;please&#8230;please bunda&#8221;, pinta Bayu dengan mengiba-iba penuh harap.</p><p>Karuan saja Dewi, yang detik demi detik waktunya sangat diperhitungkan merasa gusar dengan permintaan anaknya. Ia dengan tegas menolak permintaan Bayu, sambil tetap gesit berdandan dan mempersiapkan keperluan kantornya. Suaminya pun turut membujuk Bayu agar mau mandi dengan baby sitternya. Lagi-lagi, Bayu dengan penuh pengertian mau menurutinya, meski wajahnya cemberut.</p><p>Peristiwa ini terus berulang sampai hampir sepekan. &#8220;Bunda, mandikan aku!&#8221; Ayo dong bunda mandikan aku sekali ini saja&#8230;?&#8221; kian lama suara Bayu semakin penuh tekanan. Tapi toh, Dewi dan suaminya berpikir, mungkin itu karena Bayu sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak lebih minta perhatian. Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Bayu bisa ditinggal juga dan mandi bersama Mbanya.</p><p>Sampai suatu sore, Dewi dikejutkan oleh telpon dari sang baby sitter, &#8220;Bu, hari ini Bayu panas tinggi dan kejang-kejang. Sekarang sedang di periksa di ruang emergency&#8221;.</p><p>Dewi, ketika diberitahu soal Bayu, sedang meresmikan kantor barunya di Medan. Setelah tiba di Jakarta, Dewi langsung ngebut ke UGD. Tapi sayang&#8230;terlambat sudah&#8230;Tuhan sudah punya rencana lain. Bayu, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh Tuhannya. Terlihat Dewi mengalami shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah untuk memandikan putranya, setelah bebarapa hari lalu Bayu mulai menuntut ia untuk memandikannya, Dewi pernah berjanji pada anaknya untuk suatu saat memandikannya sendiri jika ia tidak sedang ada urusan yang sangat penting. Dan siang itu, janji Dewi akhirnya terpenuhi juga, meskipun setelah tubuh si kecil terbujur kaku.</p><p>Ditengah para tetangga yang sedang melayat, terdengar suara Dewi dengan nada yang bergetar berkata &#8220;Ini Bunda Nak&#8230;.hari ini Bunda mandikan Bayu ya&#8230;sayang&#8230;.! akhirnya Bunda penuhi juga janji Bunda ya Nak..&#8221;</p><p>Lalu segera saja satu demi satu orang-orang yang melayat dan berada di dekatnya tersebut berusaha untuk menyingkir dari sampingnya, sambil tak kuasa untuk menahan tangis mereka.</p><p>Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, para pengiring jenazah masih berdiri mematung di sisi pusara sang Malaikat Kecil.</p><p>Berkali-kali Dewi, sahabatku yang tegar itu, berkata kepada rekan-rekan disekitanya, &#8220;Inikan sudah takdir, ya kan..!&#8221; Sama saja, aku di sebelahnya ataupun di seberang lautan, kalau sudah saatnya di  panggil, ya dia pergi juga, iya kan?&#8221; Saya yang saat itu tepat berada di sampingnya diam saja. Seolah-olah Dewi tak merasa berduka dengan kepergian anaknya dan sepertinya ia juga tidak perlu hiburan dari orang lain.</p><p>Sementara di sebelah kanannya, suaminya berdiri mematung seperti tak bernyawa. Wajahnya pucat  pasi dengan bibir bergetar tak kuasa menahan air mata yang mulai meleleh membasahi pipinya.</p><p>Sambil menatap pusara anaknya, terdengar lagi suara Dewi berujar, &#8220;Inilah konsekuensi sebuah pilihan!&#8221; lanjut Dewi, tetap mencoba untuk tegar dan kuat.</p><p>Angin senja meniupkan aroma bunga kamboja yang menusuk hidung hingga ke tulang sumsum. Tak lama setelah itu tanpa diduga-duga tiba-tiba saja Dewi jatuh berlutut, lalu membantingkan dirinya ke tanah tepat diatas pusara anaknya sambil berteriak-teriak histeris. &#8220;Bayu maafkan Bunda ya sayaang..!!, ampuni bundamu ya nak&#8230;? serunya berulang-ulang sambil membenturkan kepalanya ketanah, dan segera terdengar tangis yang meledak-ledak dengan penuh berurai air mata membanjiri tanah pusara putra tercintanya yang kini telah pergi untuk selama-lamanya.</p><p>Sepanjang persahabatan kami, rasanya baru kali ini saya menyaksikan Dewi menangis dengan histeris seperti ini.</p><p>Lalu terdengar lagi Dewi berteriak-teriak histeris &#8220;Bangunlah Bayu sayaaangku&#8230;.bangun Bayu cintaku, ayo bangun nak&#8230;..?!?&#8221; pintanya berulang-ulang, &#8220;Bunda mau mandikan kamu sayang&#8230;.tolong beri kesempatan Bunda sekali saja Nak&#8230;.sekali ini saja, Bayu..anakku&#8230;?&#8221; Dewi merintih mengiba-iba sambil kembali membenturkan kepalanya berkali-kali ke tanah lalu ia peluki dan ciumi pusara anaknya bak orang yang sudah hilang ingatan. Air matanya mengalir semakin deras  membanjiri tanah merah yang menaungi jasad Bayu.</p><p>Senja semakin senyap, aroma bunga kamboja semakin tercium kuat menusuk hidung membuat seluruh bulu kuduk kami berdiri menyaksikan peristiwa yang menyayat hati ini&#8230;tapi apa hendak di kata, nasi sudah menjadi bubur, sesal kemudian tak berguna. Bayu tidak pernah mengetahui bagaimana rasanya dimandikan oleh orang tuanya karena mereka merasa bahwa banyak hal yang jauh lebih penting daripada hanya sekedar memandikan seorang anak.</p></blockquote><p>Semoga kisah ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita semua para orang tua yang sering merasa hebat dan penting dengan segala kesibukannya.</p><p>Semoga bisa jadi pelajaran buat kita semua&#8230;saya hanya melanjutkan berita ini&#8230;moga-moga banyak yang baca dan makin peduli bahwa anak itu titipan Tuhan yang sangat berarti dan bermakna serta harus dijaga.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/tolong-mandikan-aku-bunda.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>3</slash:comments> </item> <item><title>Simple Step to Make a Better Future</title><link>http://hilmiarifin.com/simple-step-to-make-a-better-future.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/simple-step-to-make-a-better-future.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 26 Mar 2010 08:04:53 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Innovation]]></category> <category><![CDATA[Learning]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[News]]></category> <category><![CDATA[Technology]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/?p=745</guid> <description><![CDATA[Waste nowadays has become the problem of everyone because both industries and households produce waste. If waste is not maintained properly, it will give negative effect to the environment like the bad scent and even water, air and land pollution. The word waste means the unused or unwanted materials from certain system or process. Even [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Waste nowadays has become the problem of everyone because both industries and households produce waste. If waste is not maintained properly, it will give negative effect to the environment like the bad scent and even water, air and land pollution. The word waste means the unused or unwanted materials from certain system or process.</p><p><span
id="more-745"></span></p><p>Even though waste is unwanted and unused material and can damage the environment if it is not properly processed, waste can also bring some economical advantages if its processed, treated or recycled into reuse products. Of course only some types of waste can be transformed into those products like what is done by N-Viro. This company, like what is said in its website, NViro.com, is a <a
href="http://www.nviro.com/">waste to energy</a> company which can treat, pasteurize, immobilize and convert waste water sludge and another bio-organic waste into some kind of fertilizer.</p><p>Besides changing the waste water into useful fertilizer, this company also concerns in producing <a
href="http://www.nviro.com/">renewable energy</a> in form of fuel from the coal combustion industry waste which can be used as the <a
href="http://www.nviro.com/">alternative energy</a>. This opportunity fuel has been tested and compared to other type of fuel and they both had the same result. If all the waste from all industries are treated this way, means that we can have healthier environment because <a
href="http://www.nviro.com/">clean coal</a> is used everywhere and we don’t have to depend more to the main source of energy that we had used for all this time, oil.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/simple-step-to-make-a-better-future.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Sebuah Kisah Tentang EMPATI</title><link>http://hilmiarifin.com/sebuah-kisah-tentang-empati.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/sebuah-kisah-tentang-empati.html#comments</comments> <pubDate>Thu, 21 Jan 2010 00:36:42 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Reflection]]></category> <category><![CDATA[Investment]]></category> <category><![CDATA[Islam]]></category> <category><![CDATA[Learning]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[Today's Lesson]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/?p=712</guid> <description><![CDATA[<a
href="http://hilmiarifin.com/sebuah-kisah-tentang-empati.html"><img
align="left" hspace="5" width="150" src="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/pictures_for_post/adc74fcb29575a0c3cb7e8da76ddc99a.jpeg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="Kisah Dermawan Abdullah bin Ja" title="" /></a>Di dalam kitab Ihya &#8216;Ulumuddin, Imam Ghazali pun menceritakan riwayat Abdullah bin Ja&#8217;far yang terkenal dermawan itu. Beliau adalah putera dari Ja&#8217;far bin Abu Thalib, pahlawan yang tewas dalam perang Mu&#8217;tah. Suatu kali dia berjalan-jalan pergi memeriksa kebun-kebunnya. Karena hari panas, berhentilah dia melepaskan lelah pada sebuah kebun kepunyaan orang lain. Di sana ada penjaganya [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img
class="alignleft" src="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/pictures_for_post/adc74fcb29575a0c3cb7e8da76ddc99a.jpeg" alt="Kisah Dermawan Abdullah bin Ja'far" width="252" height="193" /> Di dalam kitab Ihya &#8216;Ulumuddin, Imam Ghazali pun menceritakan riwayat Abdullah bin Ja&#8217;far yang terkenal dermawan itu. Beliau adalah putera dari Ja&#8217;far bin Abu Thalib, pahlawan yang tewas dalam perang Mu&#8217;tah. Suatu kali dia berjalan-jalan pergi memeriksa kebun-kebunnya. Karena hari panas, berhentilah dia melepaskan lelah pada sebuah kebun kepunyaan orang lain. Di sana ada penjaganya seorang budak hitam.</p><p>Sedang hari panas terik itu, tiba-tiba masuklah seekor anjing ke pekarangan kebun itu, sedang lidahnya sudah hampir terjela, karena haus dan laparnya. Digoyang-goyangkan ekornya menghadap kepada budak hitam itu minta dikasihani. Di tangan budak hitam itu ada tiga buah roti. Lalu dilemparkannya sebuah. Anjing itu memakannya sampai habis. Setelah habis dia menengadah lagi, meminta lagi. Dilemparkannya pula sepotong lagi, dan dimakan habis lagi oleh anjing itu. Dan dia menengadah lagi, meminta lagi. Lalu dilemparkannya pula, roti satu-satunya yang masih tinggal dalam tangannya dan tidak ada lagi yang lain. Anjing itu pun sudah kenyang, lalu meninggalkan tempat itu. Sedang budak hitam tadi, tidak lagi mempunyai persediaan roti, telapak tangannya telah disapukannya ke celananya.</p><p><span
id="more-712"></span></p><p>Abdullah bin Ja&#8217;far lalu memanggil budak itu dan bertanya,&#8221;Hai Anak! Berapa engkau mendapat pembagian makanan dari tuanmu satu hari ?&#8221;</p><p>Anak itu menjawab,&#8221;Sebanyak yang bapak lihat itulah.&#8221; (tiga potong roti).</p><p>Beliau bertanya pula,&#8221;Mengapa lebih kau pentingkan makanan buat anjing itu daripada dirimu sendiri?&#8221;</p><p>Dia menjawab,&#8221;Hamba lihat anjing itu bukanlah anjing sekeliling tempat ini. Tentu dia datang dari tempat jauh, mengembara karena kelaparan. Maka tidaklah hamba sampai hati melihatnya pergi dengan lapar dan tidak berdaya lagi.&#8221;</p><p>Beliau bertanya,&#8221;Apa yang engkau makan hari ini?&#8221;</p><p>Budak itu menjawab,&#8221;Biar hamba pererat ikat pinggang hamba.&#8221;</p><p>Mendengar jawaban yang demikian, termenunglah Abdullah bin Ja&#8217;far dan berkatalah ia kepada dirinya sendiri,&#8221;Sampai dimana aku dikenal sebagai seorang pemurah dan dermawan, padahal budak ini lebih daripadaku. Bersedia dia memberikan makanan yang akan dimakannya satu hari, hanya karena tidak tahan melihat seorang anjing yang nyaris mati kelaparan.&#8221;</p><p>Lalu dimintanya kepada anak itu supaya ditunjukkan rumah orang yang punya kebun yang dipeliharanya itu. Setelah bertemu orang itu, ditawarnyalah kebun itu. Setelah cocok harganya, langsung dibayarnya. Lalu ditawarnya pula budak penjaga kebun itu dan setelah cocok harga dibayarnya dan dibelinya pula segala alat perkebunan itu. Setelah selesai semua, kembalilah dia ke tempat budak itu, lalu katanya,&#8221;Kebun ini telah kubeli dari tuanmu yang lama dan engkaupun telah kubeli pula. Mulai saat ini engkau aku merdekakan dari perbudakan dan kebun ini aku hadiahkan kepadamu. Hiduplah engkau dengan bahagia di dalam memelihara kebunmu ini.&#8221;</p><p>Tercengang dan terharu budak itu memandang kedermawanan yang demikian tinggi, padahal bagi Abdullah bin Ja&#8217;far masih dirasakan, bahwa kedermawanan budak itu masih lebih tinggi dari pada kedermawanan dirinya sendiri.</p><p><a
href="http://www.facebook.com/group.php?gid=155644615454"><em><small>Sumber</small></em></a></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/sebuah-kisah-tentang-empati.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Abu Ubaidah bin Jarrah, Gubernur Syam yang Zuhud</title><link>http://hilmiarifin.com/abu-ubaidah-bin-jarrah-gubernur-syam-yang-zuhud.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/abu-ubaidah-bin-jarrah-gubernur-syam-yang-zuhud.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 21 Oct 2009 09:32:08 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Reflection]]></category> <category><![CDATA[Islam]]></category> <category><![CDATA[Learning]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[Today's Lesson]]></category> <category><![CDATA[zuhud]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/?p=644</guid> <description><![CDATA[<a
href="http://hilmiarifin.com/abu-ubaidah-bin-jarrah-gubernur-syam-yang-zuhud.html"><img
align="left" hspace="5" width="150" height="150" src="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/zuhud-150x200.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="Pemimpin Amanah, Zuhudnya Pemimpin, Teladan Pimpinan" title="Kisah Pemimpin yang Zuhud" /></a>Abu Ubaidah adalah seorang sahabat yang terpercaya dan dicintai Rasulullah saw. Dia ikut banyak peperangan membela panji-panji Islam. Bahkan, menjadi panglima perang yang sangat memperhatikan keselamatan tentaranya. Bahkan Abdullah bin Mas’ud bangga dengannya. “Paman-pamanku yang paling setia sebagai sahabat Rasulullah saw, cuma tiga orang. Mereka adalah Abu Bakar, Umar, dan Abu Ubaidah,” begitu ujarnya. Rasulullah [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p><a
href="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/zuhud.jpg"><img
class="alignleft size-full wp-image-645" title="Kisah Pemimpin yang Zuhud" src="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/zuhud.jpg" alt="Pemimpin Amanah, Zuhudnya Pemimpin, Teladan Pimpinan" width="240" height="320" /></a>Abu Ubaidah adalah seorang sahabat yang terpercaya dan dicintai Rasulullah saw. Dia ikut banyak peperangan membela panji-panji Islam. Bahkan, menjadi panglima perang yang sangat memperhatikan keselamatan tentaranya.</p><p>Bahkan Abdullah bin Mas’ud bangga dengannya. “Paman-pamanku yang paling setia sebagai sahabat Rasulullah saw, cuma tiga orang. Mereka adalah Abu Bakar, Umar, dan Abu Ubaidah,” begitu ujarnya.</p><p>Rasulullah saw. sendiri mengakui kualitas Abu Ubaidah. “Bagi suatu kaum adalah seseorang yang paling mereka percayai dan bagi kaum ini adalah Abu Ubaidah bin Jarrah,” begitu sabda Rasulullah saw.</p><p><span
id="more-644"></span></p><p>Di masa pemerintahan Abu Bakar sebagai Khalifah, Abu Ubaidah dipercaya sebagai Ketua Pengawas Perbendaharaan Negara. Abu Bakar kemudian mengangkatnya menjadi Gubernur Syam. Jabatan ini diemban Abu Ubaidah hingga di masa pemerintahan Umar bin Khattab.</p><p>Tak lama kemudian Umar mengangkat Abu Ubaidah sebagai Panglima Perang menggantikan Khalid bin Walid.</p><p>Suatu ketika, ketika di masa pemerintahan Abu Ubaidah, Syam dikepung musuh. Umar berkirim surat kepada Abu Ubaidah. Isinya, “Sesunggunya tidak akan pernah ada seorang mukmin yang dibiarkan Allah dalam suatu penderitaan melainkan Dia akan melapangkan jalannya, hingga kesulitan akan dibalas-Nya dengan kemudahan.”</p><p>Surat itu dibalas oleh Abu Ubaidah dengan kalimat, <strong>“Sesungguhnya Allah swt. telah berfirman: Ketahuilah bahwasanya kehidupan dunia ini hanyalah main-main dan senda gurau, bermewah-mewah, dan saling membanggakan kekayaan dan anak pinak di antaramu, ibarat hujan (menyirami bumi), tumbuh-tumbuhan (menjadi subur menghijau), mengagumkan para petani. Lalu tanaman itu mengering, tampak menguning, kemudian menjadi rapuh dan hancur. Sedang di akhirat kelak, ada azab yang berat (bagi mereka yang menyenangi kemewahan dunia) namun ada pula ampunan dan keridhaan Allah (bagi yang mau bertobat). Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu belaka.”</strong> (Al-Haddid: 20)</p><p>Surat balasan Abu Ubaidah ini oleh Umar dibacakan di depan kaum muslimin seusai melaksanakan shalat berjamah. “Wahai penduduk Madinah, sesungguhnya Abu Ubaidah mengharapkan aku dan kalian semua suka berjihad,” kata Umar.</p><p>Memang Abu Ubaidah dikenal orang di zamannya sebagai orang yang <a
href="http://hilmiarifin.com/tiga-cara-mencapai-derajat-zuhud/">zuhud</a>. Umar pernah berkunjung ke Syam ketika Abu Ubaidah menjabat sebagai gubernur. “Abu Ubaidah, untuk apakah aku datang ke rumahmu?” tanya Umar. Jawab Abu Ubaidah, “Untuk apakah kau datang ke rumahku? Sesungguhnya aku takut kau tak kuasa menahan air matamu begitu mengetahui keadaanku nanti.”</p><p>Namun Umar memaksa. Akhirnya Abu Ubaidah mengizinkan Umar berkunjung ke rumahnya. Sungguh Umar terkejut. Ia mendapati rumah Sang Gubernur Syam kosong melompong. Tidak ada perabotan sama sekali.</p><p>Umar bertanya, “Hai Abu Ubaidah, di manakah penghidupanmu? Mengapa aku tidak melihat apa-apa selain sepotong kain lusuh dan sebuah piring besar itu, padahal kau seorang gubernur?”</p><p>“Adakah kau memiliki makanan?” tanya Umar lagi. Abu Ubaidah kemudian berdiri dari duduknya menuju ke sebuah ranjang dan memungut arang yang didalamnya.</p><p>Umar pun meneteskan air mata melihat kondisi gubernurnya seperti itu. Abu Ubaidah pun berujar, “Wahai Amirul Mukminin, bukankah sudah kukatakan tadi bahwa kau ke sini hanya untuk menangis.” Umar berkata, “Ya Abu Ubaidah, banyak sekali di antara kita orang-orang yang tertipu oleh godaan dunia.”</p><p>Suatu ketika Umar mengirimi uang kepada Abu Ubaidah sejumlah empat ribu dinar. Orang yang diutus Umar melaporkan kepada Umar, “Abu Ubaidah membagi-bagi kirimanmu.” Umar berujar, “Alhamdulillah, puji syukur kepada-Nya yang telah menjadikan seseorang dalam Islam yang memiliki sifat seperti dia.”</p><p>Begitulah Abu Ubaidah. Hidup baginya adalah pilihan. Ia memilih <a
href="http://www.dakwatuna.com/2007/zuhud/">zuhud</a> dengan kekuasaan dan harta yang ada di dalam genggamannya. <strong>Baginya jabatan bukan aji mumpung buat memperkaya diri. Tapi, kesempatan untuk beramal lebih intensif guna meraih surga</strong>.</p><p><a
href="http://www.dakwatuna.com/2008/abu-ubaidah-bin-jarrah-gubernur-syam-zuhud/"><em>Sumber</em></a></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/abu-ubaidah-bin-jarrah-gubernur-syam-yang-zuhud.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>3</slash:comments> </item> <item><title>Sebutir Kurma Penjegal Doa</title><link>http://hilmiarifin.com/sebutir-kurma-penjegal-doa.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/sebutir-kurma-penjegal-doa.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 26 Aug 2009 04:59:04 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Reflection]]></category> <category><![CDATA[doa]]></category> <category><![CDATA[Islam]]></category> <category><![CDATA[Learning]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[sholat]]></category> <category><![CDATA[Today's Lesson]]></category> <category><![CDATA[zuhud]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/?p=631</guid> <description><![CDATA[<a
href="http://hilmiarifin.com/sebutir-kurma-penjegal-doa.html"><img
align="left" hspace="5" width="150" height="150" src="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/Doa-150x200.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="Doa Makbul, Rahasia Doa, Sholat, Hakikat Doa" title="Sebutir Kurma Penjegal Doa" /></a>Usai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke Mesjidil Aqsa. Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat Mesjidil Haram. Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya. Setelah itu ia [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p><a
href="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/Doa.jpg"><img
class="alignleft size-full wp-image-632" title="Sebutir Kurma Penjegal Doa" src="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/Doa.jpg" alt="Doa Makbul, Rahasia Doa, Sholat, Hakikat Doa" width="203" height="270" /></a>Usai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke Mesjidil Aqsa. Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat Mesjidil Haram. Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya.</p><p>Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa. 4 bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan dibawah kubah. Ia shalat dan berdoa  khusuk sekali. Tiba-tiba ia mendengar percakapan dua malaikat tentang dirinya.</p><p><span
id="more-631"></span></p><p>&#8220;Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT,&#8221; kata malaikat yang satu. &#8220;Tetapi sekarang tidak lagi, doanya ditolak karena 4 bulan yang lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat Mesjidil Haram,&#8221; jawab malaikat yang satu lagi.</p><p>Ibrahim bin Adham terkejut sekali, ia terhenyak, jadi selama 4 bulan ini ibadahnya, shalatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya. &#8220;Astaghfirullahal adzhim&#8221; Ibrahim beristighfar.</p><p>Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua penjual kurma untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya. Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang tua itu melainkan seorang anak muda.</p><p>&#8220;4 bulan yang lalu saya membeli kurma disini dari seorang pedagang tua, kemana ia sekarang?&#8221; tanya Ibrahim. &#8220;Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang kurma&#8221; jawab anak muda itu.</p><p>&#8220;Innalillahi wa innailaihi roji&#8217;un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan?&#8221; Lantas Ibrahim menceritakan peristiwa yang dialaminya, anak muda itu mendengarkan penuh minat.</p><p>&#8220;Nah, begitulah&#8221; kata Ibrahim setelah bercerita, &#8220;Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur kumakan tanpa izinnya?&#8221;</p><p>&#8220;Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi entah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang. Saya tidak berani mengatasnamakan mereka karena mereka mempunyai hak waris sama dengan saya.&#8221;</p><p>&#8220;Dimana alamat saudara-saudaramu? Biar saya temui mereka satu-persatu.&#8221;</p><p>Setelah menerima alamat, Ibrahim bin Adham pergi menemui. Biar berjauhan, akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh Ibrahim.</p><p>4 bulan kemudian, Ibrahim bin Adham sudah berada  dibawah kubah. Tiba tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap-cakap. &#8220;Itulah Ibrahim bin Adham yang doanya tertolak gara-gara makan sebutir kurma milik orang lain&#8221;.</p><p>&#8220;O, tidak..sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas.&#8221;</p><p>Sepertinya kita sudah harus memulai tekat yang bulat untuk menerapkan yang hak dan yang bathil dalam hidup kita dan kita juga harus berhati-hati dalam memasukan makanan ke dalam tubuh kita&#8230;apakah sudah halalkah? Lebih baik tinggalkan bila ragu-ragu&#8230;</p><p>Wallahu’alam.</p><p><em>*image <a
href="http://flickr.com/photos/40969344@N00" target="_blank">credit</a></em></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/sebutir-kurma-penjegal-doa.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>1</slash:comments> </item> <item><title>Sholat Tarawih dan Witir Rasulullah</title><link>http://hilmiarifin.com/sholat-tarawih-dan-witir-rasulullah.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/sholat-tarawih-dan-witir-rasulullah.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 26 Aug 2009 04:42:21 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Islam]]></category> <category><![CDATA[Learning]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[Personal]]></category> <category><![CDATA[sholat]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/?p=627</guid> <description><![CDATA[<a
href="http://hilmiarifin.com/sholat-tarawih-dan-witir-rasulullah.html"><img
align="left" hspace="5" width="150" height="150" src="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/mosquesmall-150x200.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="Tarawih, Witir, Qunut, Ramadhan, Puasa" title="Sholat Tarawih dan Witir Rasulullah" /></a>Kehadiran bulan Ramadhan selalu disambut dengan penuh suka cita oleh umat Islam di seluruh dunia. Setiap orang akan berlomba-lomba mencuri perhatian ALLAH SWT agar mendapatkan berkah dan kemuliaan bulan Ramadhan. Di siang hari umat Islam berpuasa, sedangkan di malam hari kita berbondong-bondong ke mesjid untuk melaksanakan sholat tarawih. Di Indonesia ada sebagian umat yang melaksanakan [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p><a
href="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/mosquesmall.jpg"><img
class="alignleft size-full wp-image-629" title="Sholat Tarawih dan Witir Rasulullah" src="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/mosquesmall.jpg" alt="Tarawih, Witir, Qunut, Ramadhan, Puasa" width="194" height="259" /></a>Kehadiran bulan <a
href="http://hilmiarifin.com/marhaban-yaa-ramadhan/">Ramadhan</a> selalu disambut dengan penuh suka cita oleh umat Islam di seluruh dunia. Setiap orang akan berlomba-lomba mencuri perhatian ALLAH SWT agar mendapatkan berkah dan kemuliaan bulan Ramadhan. Di siang hari umat Islam berpuasa, sedangkan di malam hari kita berbondong-bondong ke mesjid untuk melaksanakan sholat tarawih. Di Indonesia ada sebagian umat yang melaksanakan sholat tarawih sebanyak 11 rakaat dan sebagian umat yang lain mengerjakan sejumlah 23 rakaat. Dalam pelaksanaannya pun ada yang 2 rakaat dengan sekali salam atau 4 rakaat sekali salam.</p><p><span
id="more-627"></span></p><p>Bagaimana sebenarnya sholat tarawih yang dikerjakan Nabi Muhammad SAW? Kita bisa menemukan jawabannya dalam kitab &#8220;Qiyamu Ramadhan&#8221; karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani. Kitab ini sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Al-Ustadz Qomar Su’aididengan dengan judul &#8220;Shalat Tarawih Bersama Rasulullah Shallallahu‘alaihi wa sallam&#8221;, yang diterbitkan oleh Cahaya Tauhid Press.</p><p>Kita bisa membacanya secara online di <a
href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=752" target="_blank">sini</a> untuk versi lengkapnya dan di <a
href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=760" target="_blank">sini</a> untuk versi ringkasnya. Kalo ingin mengunduh dalam format PDF untuk yang versi ringkasnya silakan klik <a
href="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/SholatTarawihQunutWitirRasulullah.pdf">Sholat Tarawih, Qunut, dan Witir Rasulullah</a></p><p>Semoga bermanfaat.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/sholat-tarawih-dan-witir-rasulullah.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>1</slash:comments> </item> <item><title>Marhaban Yaa Ramadhan</title><link>http://hilmiarifin.com/marhaban-yaa-ramadhan.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/marhaban-yaa-ramadhan.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 21 Aug 2009 05:34:00 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Personal]]></category> <category><![CDATA[Islam]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[Reflection]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/?p=622</guid> <description><![CDATA[<a
href="http://hilmiarifin.com/marhaban-yaa-ramadhan.html"><img
align="left" hspace="5" width="150" height="150" src="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/ramadhan03-150x200.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="Puasa Ramadhan" title="Marhaban Yaa Ramadhan" /></a>Puasa mengambil jarak dengan dunia agar manusia tidak jadi budaknya karena dunia adalah permainan bermegah-megah dengan bangunan berbangga-bangga dengan kekayaan Manusia hanyalah pengembara saat mati hartanya takkan dibawa hanya amal saleh yang ikut serta yang ada di sisi manusia akan sirna yang ada di sisi ALLAH abadi selamanya Marhaban Yaa RAMADHAN Selamat menunaikan ibadah puasa [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p><a
href="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/ramadhan03.jpg"><img
class="alignleft size-full wp-image-623" title="Marhaban Yaa Ramadhan" src="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/ramadhan03.jpg" alt="Puasa Ramadhan" width="320" height="301" /></a>Puasa mengambil jarak dengan dunia<br
/> agar manusia tidak jadi budaknya<br
/> karena dunia adalah permainan<br
/> bermegah-megah dengan bangunan<br
/> berbangga-bangga dengan kekayaan</p><p>Manusia hanyalah pengembara<br
/> saat mati hartanya takkan dibawa<br
/> hanya amal saleh yang ikut serta<br
/> yang ada di sisi manusia akan sirna<br
/> yang ada di sisi ALLAH abadi selamanya</p><p>Marhaban Yaa RAMADHAN<br
/> Selamat menunaikan ibadah puasa<br
/> Saya mohon maaf lahir dan batin atas segala salah dan khilaf<br
/> Semoga ramadhan tahun ini lebih baik dari sebelumnya<br
/> Amin.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/marhaban-yaa-ramadhan.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Kesempatan</title><link>http://hilmiarifin.com/kesempatan.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/kesempatan.html#comments</comments> <pubDate>Thu, 20 Aug 2009 01:26:25 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category> <category><![CDATA[Online Business]]></category> <category><![CDATA[Reflection]]></category> <category><![CDATA[Today's Lesson]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/?p=471</guid> <description><![CDATA[<a
href="http://hilmiarifin.com/kesempatan.html"><img
align="left" hspace="5" width="150" height="150" src="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/kesempatan03-150x200.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="kesempatan03" title="Kesempatan" /></a>Dalam sebuah perjalanan dinas, seorang manajer dan stafnya yang masih muda menumpang kereta api jurusan Bandung-Jakarta. Tempat duduk yang tersisa hanyalah di depan wanita muda yang cantik dan neneknya. Sang manajer dan stafnya duduk berhadapan dengan kedua wanita tersebut (bangku kereta mirip kelas ekonomi sekarang). Sementara kereta api berjalan, keempat orang ini mencoba menyesuaikan diri [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p><a
href="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/kesempatan03.jpg"><img
class="alignleft size-full wp-image-472" title="Kesempatan" src="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/kesempatan03.jpg" alt="kesempatan03" width="235" height="299" /></a>Dalam sebuah perjalanan dinas, seorang manajer dan stafnya yang masih muda menumpang kereta api jurusan Bandung-Jakarta. Tempat duduk yang tersisa hanyalah di depan wanita muda yang cantik dan neneknya. Sang manajer dan stafnya duduk berhadapan dengan kedua wanita tersebut (bangku kereta mirip kelas ekonomi sekarang). Sementara kereta api berjalan, keempat orang ini mencoba menyesuaikan diri dengan membuka percakapan.</p><p>Percakapan mulai terbuka, hingga tanpa terasa kereta yang mereka tumpangi mulai memasuki terowongan Sasaksaat. Entah mengapa, lampu dalam gerbong kereta tiba-tiba tidak menyala. Tak ayal lagi, seluruh gerbong pun menjadi gelap gulita.</p><p><span
id="more-471"></span></p><p>Untuk beberapa lama, keempat orang ini dan tentunya penumpang yang lain diliputi kegelapan total. Mereka hanya ditemani oleh deru lokomotif serta bunyi roda kereta api. Dalam kesunyian sesaat itu, disamping mendengar deru kereta api, keempat orang yang duduk berdekatan itu mendengar suara lain yang cukup keras, yakni sebuah ciuman dan sebuah tamparan.</p><p>Setelah melewati terowongan yang gelap tersebut, keempat orang itu mulai menerjemahkan bunyi ciuman dan tamparan tadi dengan persepsi masing-masing.</p><p>Si wanita muda berpikir,”Saya merasa tersanjung, manajer yang berdasi di depan saya ini telah mencium saya, namun saya sangat malu karena nenek menamparnya.”</p><p>Sedangkan neneknya berpikir,”Saya kesal karena orang muda itu mencium cucu saya, tetapi saya bangga karena cucu saya punya keberanian untuk membalasnya.”</p><p>Di pihak lain, sang manajer duduk diam sambil berpikir,”Staf saya telah memperlihatkan keberanian yang besar untuk mencium gadis yang belum dikenalnya, tetapi kenapa gadis itu keliru menampar saya?”</p><p>Tampaknya, hanya staf itu satu-satunya orang yang tahu apa sesungguhnya yang terjadi, sebab dalam waktu yang singkat dia mempunyai kesempatan untuk mencium seorang gadis cantik sekaligus menampar manajernya.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/kesempatan.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Beasiswa dan Tabungan</title><link>http://hilmiarifin.com/beasiswa-dan-tabungan.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/beasiswa-dan-tabungan.html#comments</comments> <pubDate>Mon, 09 Feb 2009 01:08:42 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Scholarship]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[Personal]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/?p=423</guid> <description><![CDATA[Salah satu alasan sebagian orang ingin mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan sekolah, apalagi ke luar negeri, adalah agar bisa menabung. Sebagian orang, termasuk saya, sangat berharap ketika selesai kuliah  tidak hanya ilmu dan wawasan yang berkembang, namun tabungan juga  bertambah. Harapan dan motivasi seperti ini muncul ketika melihat saudara, teman atau tetangga yang baru pulang dari sekolah di [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Salah satu alasan sebagian orang ingin mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan sekolah, apalagi ke luar negeri, adalah agar bisa menabung. Sebagian orang, termasuk saya, sangat berharap ketika selesai kuliah  tidak hanya ilmu dan wawasan yang berkembang, namun tabungan juga  bertambah. Harapan dan motivasi seperti ini muncul ketika melihat saudara, teman atau tetangga yang baru pulang dari sekolah di luar negeri dengan beasiswa langsung bisa beli mobil atau bahkan membangun rumah.</p><p><span
id="more-423"></span></p><p>Indahnya harapan tak seindah kenyataan. Paling tidak itu yang saya  alami. Sudah hampir satu tahun saya melanjutkan <a
href="http://hilmiarifin.com/menuju-impian">sekolah</a> dengan beasiswa. Namun, boro-boro menyisihkan dana beasiswa untuk ditabung, saya justru sering menggerogoti tabungan untuk mencukupi kebutuhan  sekolah. Bahkan gaji yang seharusnya bisa utuh, karena sudah ada beasiswa, ternyata ikut tersedot juga.</p><p>Memang, kondisi saya agak berbeda. Saya harus <a
href="http://hilmiarifin.com/bergabung-dengan-pjka">pulang pergi  Jakarta-Jogja</a>, karena saya sekolah di Jakarta sementara istri di Jogja.  Biaya transportasi wira-wiri inilah yang paling besar dalam biaya  sekolah saya. Untunglah ada beasiswa <a
href="http://hilmiarifin.com/beasiswa-dari-paypal">ini</a> yang bisa sedikit membantu ongkos jalan saya. Kondisi tersebut membuat saya tidak pernah berpikir lagi untuk bisa menabung dari beasiswa yang saya peroleh.</p><p>Bagaimana dengan Anda?</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/beasiswa-dan-tabungan.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>1</slash:comments> </item> <item><title>Pohon Apel</title><link>http://hilmiarifin.com/pohon-apel.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/pohon-apel.html#comments</comments> <pubDate>Thu, 11 Dec 2008 13:44:13 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[Learning]]></category> <category><![CDATA[Reflection]]></category> <category><![CDATA[Today's Lesson]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/?p=348</guid> <description><![CDATA[Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.</p><p><span
id="more-348"></span></p><p>Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. &#8220;Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,&#8221; pinta pohon apel itu. &#8220;Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,&#8221; jawab anak lelaki itu. &#8220;Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya&#8221;.</p><p>Pohon apel itu menyahut, &#8220;Duh, maaf aku pun tak punya uang&#8230; tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu&#8221;. Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.</p><p>Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. &#8220;Ayo bermain-main denganku lagi,&#8221; kata pohon apel. &#8220;Aku tak punya waktu,&#8221; jawab anak lelaki itu. &#8220;Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?&#8221;</p><p>&#8220;Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,&#8221; kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.</p><p>Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya. &#8220;Ayo bermain-main lagi denganku,&#8221; kata pohon apel. &#8220;Aku sedih,&#8221; kata anak lelaki itu. &#8220;Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?&#8221;</p><p>&#8220;Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah&#8221;.</p><p>Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.</p><p>Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. &#8220;Maaf anakku,&#8221; kata pohon apel itu. &#8220;Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.&#8221;</p><p>&#8220;Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu,&#8221; jawab anak lelaki itu.</p><p>&#8220;Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,&#8221; kata pohon apel. &#8220;Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,&#8221; jawab anak lelaki itu. &#8220;Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,&#8221; kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.</p><p>&#8220;Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,&#8221; kata anak lelaki. &#8220;Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.&#8221;</p><p>&#8220;Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.&#8221; Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.</p><p>Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.</p><p>&#8212;&#8212;</p><blockquote><p>Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.</p></blockquote><p>Sebarkan cerita ini untuk mencerahkan lebih banyak rekan.</p><p><strong>Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita</strong>. Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.</p><p><em>Sumber: unknown</em></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/pohon-apel.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>1</slash:comments> </item> <item><title>Frank Edward Piccolo Foundation</title><link>http://hilmiarifin.com/frank-edward-piccolo-foundation.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/frank-edward-piccolo-foundation.html#comments</comments> <pubDate>Sat, 08 Nov 2008 02:38:11 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Reflection]]></category> <category><![CDATA[Learning]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[Today's Lesson]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/?p=316</guid> <description><![CDATA[Many philanthropists, nowadays, pay much more attention to the lives of others especially youth since the youth is believed to be the platform of next generation. They provide the youth with excellent education opportunities in colleges or universities. Moreover, they also use their wealth to help the medication of those who are poor. Jim Piccolo, [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Many philanthropists, nowadays, pay much more attention to the lives of others especially youth since the youth is believed to be the platform of next generation. They provide the youth with excellent education opportunities in colleges or universities. Moreover, they also use their wealth to help the medication of those who are poor.</p><p><span
id="more-316"></span></p><p><a
title="Jim Piccolo" href="http://www.frankedwardpiccolo.org/reaching_out.html" target="_blank">Jim Piccolo</a>, founder of Nouveau University and Nouveau Riche Real Estate Investment College, through The Frank Edward Piccolo Foundation together with other philanthropists has set their great purposes to help others. Therefore, <a
title="Jim Piccolo" href="http://www.marketwatch.com/news/story/former-university-phoenix-president-lead/story.aspx?guid={959582ED-08BF-4CC8-A8CC-296FA85CC24A}&amp;dist=hppr" target="_blank">Jim Piccolo</a> and teams have made some charity programs that are intended for the poor and youth. You can go to <a
href="http://frankedwardpiccolo.org/reaching_out.html" target="_blank">frankedwardpiccolo.org/reaching_out.html</a> for more information about the kinds of programs they made. <a
title="Jim Piccolo" href="http://www.marketwatch.com/news/story/Nouveau-University-Acquires-Institute-Construction/story.aspx?guid=%7B2A29D94D-3C7B-4432-A2BD-4A475AFC3586%7D" target="_blank">Jim Piccolo</a> and his students at Nouveau Riche also help the youth from Help4Teenz by sharing their stories of hope. He also helps Muhammad Ali&#8217;s Parkinson Centre by giving some donation.</p><p>The most important thing that Jim Piccolo and teams want to share through The Frank Edward Piccolo Foundation is that hope makes everything possible. This message is spread widely to youth. If you are interested in joining such charity programs, you can directly contact the foundation. You can be a part of the team that wants to share their wealth with others.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/frank-edward-piccolo-foundation.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>3</slash:comments> </item> <item><title>Belajar Murottal</title><link>http://hilmiarifin.com/belajar-murottal.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/belajar-murottal.html#comments</comments> <pubDate>Thu, 30 Oct 2008 00:22:24 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Personal]]></category> <category><![CDATA[Islam]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[murottal]]></category> <category><![CDATA[Reflection]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/?p=350</guid> <description><![CDATA[Setiap kali pulang ke Jogja, ada kegiatan baru yang saya lakoni, yaitu belajar murottal. Murottal merupakan cara membaca Al-Quran dengan irama tertentu. Ada banyak nada yang bisa dijadikan dasar dalam murottal. Namun irama yang paling populer adalah irama rost dan nahawand. Selain populer kedua irama tersebut relatif lebih mudah dipelajari bagi mereka yang masih pemula [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Setiap kali pulang ke Jogja, ada kegiatan baru yang saya lakoni, yaitu belajar murottal. Murottal merupakan cara membaca Al-Quran dengan irama tertentu. Ada banyak nada yang bisa dijadikan dasar dalam murottal. Namun irama yang paling populer adalah irama rost dan nahawand. Selain populer kedua irama tersebut relatif lebih mudah dipelajari bagi mereka yang masih pemula seperti saya. Belajar murottal saya jalani secara privat di Lembaga Pendidikan Al-Quran Masjid Syuhada (LPQMS).</p><p><span
id="more-350"></span></p><p>Selain di LPMQS saya juga membeli VCD panduan murottal agar bisa belajar sendiri. Panduan murottal ini saya dapatkan melalui penelusuran di mesin pencari google. Saya mencoba mencarinya di toko-toko muslim di Jogja ternyata tidak tersedia. Dan, alhamdulillah setelah berkali-kali googling saya menemukan penjualnya. Saya membeli VCD panduan murottal irama rost dan nahawand <a
href="http://www.granadachannel.com/" target="_blank">di sini</a> secara online.</p><p>Meskipun sangat sedikit waktu yang saya miliki pas pulang ke Jogja, saya tetap menyempatkan untuk belajar murottal. Kesadaran untuk membaca Al-Quran dengan lebih baik memicu semangat saya untuk belajar, karena saya merasa sangat kurang dalam belajar ilmu agama. Selama ini saya telah banyak menghabiskan waktu untuk belajar ilmu duniawi sampai pontang-panting pulang-pergi Jakarta-Jogja, sedangkan ilmu agama masih sangat sedikit. Saya merasakan ketidakseimbangan antara ilmu dunia dan akherat yang saya miliki. Padahal justru ilmu akherat inilah yang akan membawa kebahagiaan dan keselamatan bagi kehidupan kita di dunia dan akherat.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/belajar-murottal.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Income Protection as an Assurance to Our Life</title><link>http://hilmiarifin.com/income-protection-as-an-assurance-to-our-life.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/income-protection-as-an-assurance-to-our-life.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 08 Oct 2008 12:31:15 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Investment]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[Money]]></category> <category><![CDATA[Online Business]]></category> <category><![CDATA[Tips and Tricks]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/?p=288</guid> <description><![CDATA[Income protection is one of kind facilities which provided by insurance company. And it makes one of factor for people to make a choice for it. Considering for the working people, it is necessary to have an income protection that can charge bills, and supply your other need for a while if you are in [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Income protection is one of kind facilities which provided by insurance company. And it makes one of factor for people to make a choice for it. Considering for the working people, it is necessary to have an income protection that can charge bills, and supply your other need for a while if you are in the short term unable to work because of sickness or other causes. <a
href="http://www.lifebroker.com.au/" target="_blank">Lifebroker.com.au</a> insurance has it as their commitment to do.</p><p><span
id="more-288"></span></p><p>We had to choose an insurance company that offer <a
href="http://www.lifebroker.com.au/insurance_quotes/income_protection_quote.php" target="_blank">income protection</a>, because we can never predict what will happen with us in about even an hour next, everything is changing around us continually. That why we had to controlling our unknown things. With income protection, we could give guarantee, an assurance to our life. We can manage our needed without having problems to calculate it because Lifebroker give us an easy kind of system to control our income and how to spend it cleverly.</p><p>Lifebroker has committed to insurance field and more it is online <a
href="http://www.lifebroker.com.au/insurance_quotes/life_insurance_quote.php" target="_blank">life insurance</a> that assists us to manage and controlling our income for our goodness. It is one of kind insurance organization that provides a genuine calculating for income protection.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/income-protection-as-an-assurance-to-our-life.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Selamat Idul Fitri 1429 H</title><link>http://hilmiarifin.com/selamat-idul-fitri-1429-h.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/selamat-idul-fitri-1429-h.html#comments</comments> <pubDate>Tue, 30 Sep 2008 21:09:46 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Personal]]></category> <category><![CDATA[Islam]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[Reflection]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/?p=271</guid> <description><![CDATA[Taqaballahu minna waminkum SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H Minal Aidzin wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin Dengan segala kerendahan hati, kami memohon maaf atas segala dosa dan salah, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Semoga Allah SWT berkenan mengampuni dosa-dosa kita, menerima amalan-amalan kita, dan membimbing kita untuk menjadi insan yang [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p><em>Taqaballahu minna waminkum</em></p><p><strong>SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H</strong><br
/> Minal Aidzin wal Faidzin<br
/> Mohon Maaf Lahir dan Batin</p><p>Dengan segala kerendahan hati, kami memohon maaf atas segala dosa dan salah, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.</p><p>Semoga Allah SWT berkenan mengampuni dosa-dosa kita, menerima amalan-amalan kita, dan membimbing kita untuk menjadi insan yang lebih baik dari hari ke hari. Amin.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/selamat-idul-fitri-1429-h.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>4</slash:comments> </item> <item><title>Tuhan Turun ke Langit Dunia</title><link>http://hilmiarifin.com/tuhan-turun-ke-langit-dunia.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/tuhan-turun-ke-langit-dunia.html#comments</comments> <pubDate>Tue, 23 Sep 2008 06:29:49 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Reflection]]></category> <category><![CDATA[doa]]></category> <category><![CDATA[Learning]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[mengajar]]></category> <category><![CDATA[Today's Lesson]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/?p=235</guid> <description><![CDATA[Seorang laki-laki setengah baya berteriak-teriak berkeliling desa. &#8220;Tuhan turun ke langit duniaaa&#8230;!!! Tuhan turun ke langit duniaaaa&#8230;!!!. Warga desapun keluar dari rumahnya masing-masing dan menghampiri laki-laki yang berteriak itu. &#8220;Ada apa pak?&#8221;, tanya salah seorang warga. &#8220;Kita harus berkumpul di lapangan desa, karena Tuhan sedang turun ke langit dunia, untuk mengabulkan langsung permintaan setiap orang [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Seorang laki-laki setengah baya berteriak-teriak berkeliling desa. &#8220;Tuhan turun ke langit duniaaa&#8230;!!! Tuhan turun ke langit duniaaaa&#8230;!!!. Warga desapun keluar dari rumahnya masing-masing dan menghampiri laki-laki yang berteriak itu. &#8220;Ada apa pak?&#8221;, tanya salah seorang warga. &#8220;Kita harus berkumpul di lapangan desa, karena Tuhan sedang turun ke langit dunia, untuk mengabulkan langsung permintaan setiap orang yang meminta&#8221;, ujar laki-laki tengah baya tersebut dengan menyeka dahinya yang penuh dengan peluh.</p><p><span
id="more-235"></span></p><p>Tak ayal lagi semua warga desa berlari menuju lapangan desa untuk memanfaatkan kesempatan yang belum pernah terjadi ini. Satu per satu setiap orang menengadahkan tangannya untuk meminta kepada Tuhan.</p><p>Pak Hartawan orang paling kaya di desa menyeru dengan lantang, &#8220;Tuhan, berikan saya harta yang lebih banyak karena dengan harta yang sangat banyak saya bisa beramal untuk semua orang yang membutuhkan!&#8221; Tuhan mengabulkannya.</p><p>Pak Sholeh seorang pemimpin agama di desa memohon dengan takzim, &#8220;Tuhan, berikan saya ilmu yang bermanfaat sebanyak-banyaknya supaya saya bisa mengajarkan kebaikan kepada seluruh umat manusia!&#8221; Tuhan mengabulkannya.</p><p>Pak Hadi seorang tabib menengadahkan tangannya, &#8220;Tuhan, berikan hamba kesaktian yang tiada tara supaya hamba bisa menyembuhkan semua penyakit yang diderita oleh semua umat manusia!&#8221; Tuhan mengabulkannya.</p><p>Pak Agung yang kepala desa dengan muka antusias dan penuh semangat berteriak, &#8220;Tuhan, berikan saya kedahsyatan untuk memimpin agar saya bisa membawa perubahan menakjubkan untuk menciptakan kesejahteraan untuk warga saya!&#8221; Tuhan mengabulkannya.</p><p>Satu per satu warga desa mengucapkan permintaannya dan Tuhanpun tanpa kenal lelah mengabulkan semua permintaan.</p><p>Hari beranjak sore. Pada saat Tuhan berpamitan dengan seluruh warga desa, tiba-tiba dari kejauhan seorang nenek-nenek tua berjalan tertatih-tatih dengan membawa sebuah baki berisi air putih. Dengan kelembutannya Tuhan bertanya kepada nenek tua yang baru saja datang, &#8220;Wahai hambaku, adakah permintaan yang ingin kau sampaikan kepadaKU?</p><p>Nenek tua ini menatap Tuhan dengan ketakjuban, &#8220;Tuhanku, di kesempatan yang sangat mulia ini aku ingin memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Aku tidak ingin meminta kepadaMU karena hampir setiap denyut jantungku, aku selalu meminta kepadaMU. Hampir setiap doaku selalu Engkau kabulkan dengan caraMU. Perkenankan wahai Tuhanku kali ini aku memberikan kepadaMU segelas air putih sebagai wujud perhatianku kepadaMU. Meskipun Engkau Maha Kaya perkenankan Tuhan menerima pemberianku&#8221;.</p><p>Tuhan menatap wanita ini dengan penuh kelembutan, dari sorot matanya memancarkan kebanggaan yang luar biasa. Dalam hatiNYA berbisik &#8220;Inilah penghuni surgaKU&#8221;.</p><p>Selamat menjalani hari dengan penuh rahmat.</p><p>Regards,<br
/> Cahyana Puthut Wijanarka</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/tuhan-turun-ke-langit-dunia.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> </channel> </rss>
<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk: basic
Page Caching using disk: enhanced
Database Caching 2/84 queries in 0.096 seconds using disk: basic
Object Caching 1689/1859 objects using disk: basic

Served from: hilmiarifin.com @ 2012-02-07 16:08:14 -->
