<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>hilmiarifin &#187; Islam</title> <atom:link href="http://hilmiarifin.com/tag/islam/feed" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://hilmiarifin.com</link> <description>sedekah pangkal kaya, berbagi pantang rugi</description> <lastBuildDate>Sun, 29 Jan 2012 03:08:50 +0000</lastBuildDate> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator> <item><title>Sebuah Kisah Tentang EMPATI</title><link>http://hilmiarifin.com/sebuah-kisah-tentang-empati.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/sebuah-kisah-tentang-empati.html#comments</comments> <pubDate>Thu, 21 Jan 2010 00:36:42 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Reflection]]></category> <category><![CDATA[Investment]]></category> <category><![CDATA[Islam]]></category> <category><![CDATA[Learning]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[Today's Lesson]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/?p=712</guid> <description><![CDATA[<a
href="http://hilmiarifin.com/sebuah-kisah-tentang-empati.html"><img
align="left" hspace="5" width="150" src="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/pictures_for_post/adc74fcb29575a0c3cb7e8da76ddc99a.jpeg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="Kisah Dermawan Abdullah bin Ja" title="" /></a>Di dalam kitab Ihya &#8216;Ulumuddin, Imam Ghazali pun menceritakan riwayat Abdullah bin Ja&#8217;far yang terkenal dermawan itu. Beliau adalah putera dari Ja&#8217;far bin Abu Thalib, pahlawan yang tewas dalam perang Mu&#8217;tah. Suatu kali dia berjalan-jalan pergi memeriksa kebun-kebunnya. Karena hari panas, berhentilah dia melepaskan lelah pada sebuah kebun kepunyaan orang lain. Di sana ada penjaganya [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img
class="alignleft" src="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/pictures_for_post/adc74fcb29575a0c3cb7e8da76ddc99a.jpeg" alt="Kisah Dermawan Abdullah bin Ja'far" width="252" height="193" /> Di dalam kitab Ihya &#8216;Ulumuddin, Imam Ghazali pun menceritakan riwayat Abdullah bin Ja&#8217;far yang terkenal dermawan itu. Beliau adalah putera dari Ja&#8217;far bin Abu Thalib, pahlawan yang tewas dalam perang Mu&#8217;tah. Suatu kali dia berjalan-jalan pergi memeriksa kebun-kebunnya. Karena hari panas, berhentilah dia melepaskan lelah pada sebuah kebun kepunyaan orang lain. Di sana ada penjaganya seorang budak hitam.</p><p>Sedang hari panas terik itu, tiba-tiba masuklah seekor anjing ke pekarangan kebun itu, sedang lidahnya sudah hampir terjela, karena haus dan laparnya. Digoyang-goyangkan ekornya menghadap kepada budak hitam itu minta dikasihani. Di tangan budak hitam itu ada tiga buah roti. Lalu dilemparkannya sebuah. Anjing itu memakannya sampai habis. Setelah habis dia menengadah lagi, meminta lagi. Dilemparkannya pula sepotong lagi, dan dimakan habis lagi oleh anjing itu. Dan dia menengadah lagi, meminta lagi. Lalu dilemparkannya pula, roti satu-satunya yang masih tinggal dalam tangannya dan tidak ada lagi yang lain. Anjing itu pun sudah kenyang, lalu meninggalkan tempat itu. Sedang budak hitam tadi, tidak lagi mempunyai persediaan roti, telapak tangannya telah disapukannya ke celananya.</p><p><span
id="more-712"></span></p><p>Abdullah bin Ja&#8217;far lalu memanggil budak itu dan bertanya,&#8221;Hai Anak! Berapa engkau mendapat pembagian makanan dari tuanmu satu hari ?&#8221;</p><p>Anak itu menjawab,&#8221;Sebanyak yang bapak lihat itulah.&#8221; (tiga potong roti).</p><p>Beliau bertanya pula,&#8221;Mengapa lebih kau pentingkan makanan buat anjing itu daripada dirimu sendiri?&#8221;</p><p>Dia menjawab,&#8221;Hamba lihat anjing itu bukanlah anjing sekeliling tempat ini. Tentu dia datang dari tempat jauh, mengembara karena kelaparan. Maka tidaklah hamba sampai hati melihatnya pergi dengan lapar dan tidak berdaya lagi.&#8221;</p><p>Beliau bertanya,&#8221;Apa yang engkau makan hari ini?&#8221;</p><p>Budak itu menjawab,&#8221;Biar hamba pererat ikat pinggang hamba.&#8221;</p><p>Mendengar jawaban yang demikian, termenunglah Abdullah bin Ja&#8217;far dan berkatalah ia kepada dirinya sendiri,&#8221;Sampai dimana aku dikenal sebagai seorang pemurah dan dermawan, padahal budak ini lebih daripadaku. Bersedia dia memberikan makanan yang akan dimakannya satu hari, hanya karena tidak tahan melihat seorang anjing yang nyaris mati kelaparan.&#8221;</p><p>Lalu dimintanya kepada anak itu supaya ditunjukkan rumah orang yang punya kebun yang dipeliharanya itu. Setelah bertemu orang itu, ditawarnyalah kebun itu. Setelah cocok harganya, langsung dibayarnya. Lalu ditawarnya pula budak penjaga kebun itu dan setelah cocok harga dibayarnya dan dibelinya pula segala alat perkebunan itu. Setelah selesai semua, kembalilah dia ke tempat budak itu, lalu katanya,&#8221;Kebun ini telah kubeli dari tuanmu yang lama dan engkaupun telah kubeli pula. Mulai saat ini engkau aku merdekakan dari perbudakan dan kebun ini aku hadiahkan kepadamu. Hiduplah engkau dengan bahagia di dalam memelihara kebunmu ini.&#8221;</p><p>Tercengang dan terharu budak itu memandang kedermawanan yang demikian tinggi, padahal bagi Abdullah bin Ja&#8217;far masih dirasakan, bahwa kedermawanan budak itu masih lebih tinggi dari pada kedermawanan dirinya sendiri.</p><p><a
href="http://www.facebook.com/group.php?gid=155644615454"><em><small>Sumber</small></em></a></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/sebuah-kisah-tentang-empati.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Abu Ubaidah bin Jarrah, Gubernur Syam yang Zuhud</title><link>http://hilmiarifin.com/abu-ubaidah-bin-jarrah-gubernur-syam-yang-zuhud.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/abu-ubaidah-bin-jarrah-gubernur-syam-yang-zuhud.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 21 Oct 2009 09:32:08 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Reflection]]></category> <category><![CDATA[Islam]]></category> <category><![CDATA[Learning]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[Today's Lesson]]></category> <category><![CDATA[zuhud]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/?p=644</guid> <description><![CDATA[<a
href="http://hilmiarifin.com/abu-ubaidah-bin-jarrah-gubernur-syam-yang-zuhud.html"><img
align="left" hspace="5" width="150" height="150" src="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/zuhud-150x200.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="Pemimpin Amanah, Zuhudnya Pemimpin, Teladan Pimpinan" title="Kisah Pemimpin yang Zuhud" /></a>Abu Ubaidah adalah seorang sahabat yang terpercaya dan dicintai Rasulullah saw. Dia ikut banyak peperangan membela panji-panji Islam. Bahkan, menjadi panglima perang yang sangat memperhatikan keselamatan tentaranya. Bahkan Abdullah bin Mas’ud bangga dengannya. “Paman-pamanku yang paling setia sebagai sahabat Rasulullah saw, cuma tiga orang. Mereka adalah Abu Bakar, Umar, dan Abu Ubaidah,” begitu ujarnya. Rasulullah [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p><a
href="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/zuhud.jpg"><img
class="alignleft size-full wp-image-645" title="Kisah Pemimpin yang Zuhud" src="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/zuhud.jpg" alt="Pemimpin Amanah, Zuhudnya Pemimpin, Teladan Pimpinan" width="240" height="320" /></a>Abu Ubaidah adalah seorang sahabat yang terpercaya dan dicintai Rasulullah saw. Dia ikut banyak peperangan membela panji-panji Islam. Bahkan, menjadi panglima perang yang sangat memperhatikan keselamatan tentaranya.</p><p>Bahkan Abdullah bin Mas’ud bangga dengannya. “Paman-pamanku yang paling setia sebagai sahabat Rasulullah saw, cuma tiga orang. Mereka adalah Abu Bakar, Umar, dan Abu Ubaidah,” begitu ujarnya.</p><p>Rasulullah saw. sendiri mengakui kualitas Abu Ubaidah. “Bagi suatu kaum adalah seseorang yang paling mereka percayai dan bagi kaum ini adalah Abu Ubaidah bin Jarrah,” begitu sabda Rasulullah saw.</p><p><span
id="more-644"></span></p><p>Di masa pemerintahan Abu Bakar sebagai Khalifah, Abu Ubaidah dipercaya sebagai Ketua Pengawas Perbendaharaan Negara. Abu Bakar kemudian mengangkatnya menjadi Gubernur Syam. Jabatan ini diemban Abu Ubaidah hingga di masa pemerintahan Umar bin Khattab.</p><p>Tak lama kemudian Umar mengangkat Abu Ubaidah sebagai Panglima Perang menggantikan Khalid bin Walid.</p><p>Suatu ketika, ketika di masa pemerintahan Abu Ubaidah, Syam dikepung musuh. Umar berkirim surat kepada Abu Ubaidah. Isinya, “Sesunggunya tidak akan pernah ada seorang mukmin yang dibiarkan Allah dalam suatu penderitaan melainkan Dia akan melapangkan jalannya, hingga kesulitan akan dibalas-Nya dengan kemudahan.”</p><p>Surat itu dibalas oleh Abu Ubaidah dengan kalimat, <strong>“Sesungguhnya Allah swt. telah berfirman: Ketahuilah bahwasanya kehidupan dunia ini hanyalah main-main dan senda gurau, bermewah-mewah, dan saling membanggakan kekayaan dan anak pinak di antaramu, ibarat hujan (menyirami bumi), tumbuh-tumbuhan (menjadi subur menghijau), mengagumkan para petani. Lalu tanaman itu mengering, tampak menguning, kemudian menjadi rapuh dan hancur. Sedang di akhirat kelak, ada azab yang berat (bagi mereka yang menyenangi kemewahan dunia) namun ada pula ampunan dan keridhaan Allah (bagi yang mau bertobat). Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu belaka.”</strong> (Al-Haddid: 20)</p><p>Surat balasan Abu Ubaidah ini oleh Umar dibacakan di depan kaum muslimin seusai melaksanakan shalat berjamah. “Wahai penduduk Madinah, sesungguhnya Abu Ubaidah mengharapkan aku dan kalian semua suka berjihad,” kata Umar.</p><p>Memang Abu Ubaidah dikenal orang di zamannya sebagai orang yang <a
href="http://hilmiarifin.com/tiga-cara-mencapai-derajat-zuhud/">zuhud</a>. Umar pernah berkunjung ke Syam ketika Abu Ubaidah menjabat sebagai gubernur. “Abu Ubaidah, untuk apakah aku datang ke rumahmu?” tanya Umar. Jawab Abu Ubaidah, “Untuk apakah kau datang ke rumahku? Sesungguhnya aku takut kau tak kuasa menahan air matamu begitu mengetahui keadaanku nanti.”</p><p>Namun Umar memaksa. Akhirnya Abu Ubaidah mengizinkan Umar berkunjung ke rumahnya. Sungguh Umar terkejut. Ia mendapati rumah Sang Gubernur Syam kosong melompong. Tidak ada perabotan sama sekali.</p><p>Umar bertanya, “Hai Abu Ubaidah, di manakah penghidupanmu? Mengapa aku tidak melihat apa-apa selain sepotong kain lusuh dan sebuah piring besar itu, padahal kau seorang gubernur?”</p><p>“Adakah kau memiliki makanan?” tanya Umar lagi. Abu Ubaidah kemudian berdiri dari duduknya menuju ke sebuah ranjang dan memungut arang yang didalamnya.</p><p>Umar pun meneteskan air mata melihat kondisi gubernurnya seperti itu. Abu Ubaidah pun berujar, “Wahai Amirul Mukminin, bukankah sudah kukatakan tadi bahwa kau ke sini hanya untuk menangis.” Umar berkata, “Ya Abu Ubaidah, banyak sekali di antara kita orang-orang yang tertipu oleh godaan dunia.”</p><p>Suatu ketika Umar mengirimi uang kepada Abu Ubaidah sejumlah empat ribu dinar. Orang yang diutus Umar melaporkan kepada Umar, “Abu Ubaidah membagi-bagi kirimanmu.” Umar berujar, “Alhamdulillah, puji syukur kepada-Nya yang telah menjadikan seseorang dalam Islam yang memiliki sifat seperti dia.”</p><p>Begitulah Abu Ubaidah. Hidup baginya adalah pilihan. Ia memilih <a
href="http://www.dakwatuna.com/2007/zuhud/">zuhud</a> dengan kekuasaan dan harta yang ada di dalam genggamannya. <strong>Baginya jabatan bukan aji mumpung buat memperkaya diri. Tapi, kesempatan untuk beramal lebih intensif guna meraih surga</strong>.</p><p><a
href="http://www.dakwatuna.com/2008/abu-ubaidah-bin-jarrah-gubernur-syam-zuhud/"><em>Sumber</em></a></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/abu-ubaidah-bin-jarrah-gubernur-syam-yang-zuhud.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>3</slash:comments> </item> <item><title>Sebutir Kurma Penjegal Doa</title><link>http://hilmiarifin.com/sebutir-kurma-penjegal-doa.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/sebutir-kurma-penjegal-doa.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 26 Aug 2009 04:59:04 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Reflection]]></category> <category><![CDATA[doa]]></category> <category><![CDATA[Islam]]></category> <category><![CDATA[Learning]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[sholat]]></category> <category><![CDATA[Today's Lesson]]></category> <category><![CDATA[zuhud]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/?p=631</guid> <description><![CDATA[<a
href="http://hilmiarifin.com/sebutir-kurma-penjegal-doa.html"><img
align="left" hspace="5" width="150" height="150" src="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/Doa-150x200.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="Doa Makbul, Rahasia Doa, Sholat, Hakikat Doa" title="Sebutir Kurma Penjegal Doa" /></a>Usai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke Mesjidil Aqsa. Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat Mesjidil Haram. Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya. Setelah itu ia [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p><a
href="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/Doa.jpg"><img
class="alignleft size-full wp-image-632" title="Sebutir Kurma Penjegal Doa" src="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/Doa.jpg" alt="Doa Makbul, Rahasia Doa, Sholat, Hakikat Doa" width="203" height="270" /></a>Usai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke Mesjidil Aqsa. Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat Mesjidil Haram. Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya.</p><p>Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa. 4 bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan dibawah kubah. Ia shalat dan berdoa  khusuk sekali. Tiba-tiba ia mendengar percakapan dua malaikat tentang dirinya.</p><p><span
id="more-631"></span></p><p>&#8220;Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT,&#8221; kata malaikat yang satu. &#8220;Tetapi sekarang tidak lagi, doanya ditolak karena 4 bulan yang lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat Mesjidil Haram,&#8221; jawab malaikat yang satu lagi.</p><p>Ibrahim bin Adham terkejut sekali, ia terhenyak, jadi selama 4 bulan ini ibadahnya, shalatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya. &#8220;Astaghfirullahal adzhim&#8221; Ibrahim beristighfar.</p><p>Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua penjual kurma untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya. Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang tua itu melainkan seorang anak muda.</p><p>&#8220;4 bulan yang lalu saya membeli kurma disini dari seorang pedagang tua, kemana ia sekarang?&#8221; tanya Ibrahim. &#8220;Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang kurma&#8221; jawab anak muda itu.</p><p>&#8220;Innalillahi wa innailaihi roji&#8217;un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan?&#8221; Lantas Ibrahim menceritakan peristiwa yang dialaminya, anak muda itu mendengarkan penuh minat.</p><p>&#8220;Nah, begitulah&#8221; kata Ibrahim setelah bercerita, &#8220;Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur kumakan tanpa izinnya?&#8221;</p><p>&#8220;Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi entah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang. Saya tidak berani mengatasnamakan mereka karena mereka mempunyai hak waris sama dengan saya.&#8221;</p><p>&#8220;Dimana alamat saudara-saudaramu? Biar saya temui mereka satu-persatu.&#8221;</p><p>Setelah menerima alamat, Ibrahim bin Adham pergi menemui. Biar berjauhan, akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh Ibrahim.</p><p>4 bulan kemudian, Ibrahim bin Adham sudah berada  dibawah kubah. Tiba tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap-cakap. &#8220;Itulah Ibrahim bin Adham yang doanya tertolak gara-gara makan sebutir kurma milik orang lain&#8221;.</p><p>&#8220;O, tidak..sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas.&#8221;</p><p>Sepertinya kita sudah harus memulai tekat yang bulat untuk menerapkan yang hak dan yang bathil dalam hidup kita dan kita juga harus berhati-hati dalam memasukan makanan ke dalam tubuh kita&#8230;apakah sudah halalkah? Lebih baik tinggalkan bila ragu-ragu&#8230;</p><p>Wallahu’alam.</p><p><em>*image <a
href="http://flickr.com/photos/40969344@N00" target="_blank">credit</a></em></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/sebutir-kurma-penjegal-doa.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>1</slash:comments> </item> <item><title>Sholat Tarawih dan Witir Rasulullah</title><link>http://hilmiarifin.com/sholat-tarawih-dan-witir-rasulullah.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/sholat-tarawih-dan-witir-rasulullah.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 26 Aug 2009 04:42:21 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Islam]]></category> <category><![CDATA[Learning]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[Personal]]></category> <category><![CDATA[sholat]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/?p=627</guid> <description><![CDATA[<a
href="http://hilmiarifin.com/sholat-tarawih-dan-witir-rasulullah.html"><img
align="left" hspace="5" width="150" height="150" src="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/mosquesmall-150x200.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="Tarawih, Witir, Qunut, Ramadhan, Puasa" title="Sholat Tarawih dan Witir Rasulullah" /></a>Kehadiran bulan Ramadhan selalu disambut dengan penuh suka cita oleh umat Islam di seluruh dunia. Setiap orang akan berlomba-lomba mencuri perhatian ALLAH SWT agar mendapatkan berkah dan kemuliaan bulan Ramadhan. Di siang hari umat Islam berpuasa, sedangkan di malam hari kita berbondong-bondong ke mesjid untuk melaksanakan sholat tarawih. Di Indonesia ada sebagian umat yang melaksanakan [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p><a
href="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/mosquesmall.jpg"><img
class="alignleft size-full wp-image-629" title="Sholat Tarawih dan Witir Rasulullah" src="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/mosquesmall.jpg" alt="Tarawih, Witir, Qunut, Ramadhan, Puasa" width="194" height="259" /></a>Kehadiran bulan <a
href="http://hilmiarifin.com/marhaban-yaa-ramadhan/">Ramadhan</a> selalu disambut dengan penuh suka cita oleh umat Islam di seluruh dunia. Setiap orang akan berlomba-lomba mencuri perhatian ALLAH SWT agar mendapatkan berkah dan kemuliaan bulan Ramadhan. Di siang hari umat Islam berpuasa, sedangkan di malam hari kita berbondong-bondong ke mesjid untuk melaksanakan sholat tarawih. Di Indonesia ada sebagian umat yang melaksanakan sholat tarawih sebanyak 11 rakaat dan sebagian umat yang lain mengerjakan sejumlah 23 rakaat. Dalam pelaksanaannya pun ada yang 2 rakaat dengan sekali salam atau 4 rakaat sekali salam.</p><p><span
id="more-627"></span></p><p>Bagaimana sebenarnya sholat tarawih yang dikerjakan Nabi Muhammad SAW? Kita bisa menemukan jawabannya dalam kitab &#8220;Qiyamu Ramadhan&#8221; karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani. Kitab ini sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Al-Ustadz Qomar Su’aididengan dengan judul &#8220;Shalat Tarawih Bersama Rasulullah Shallallahu‘alaihi wa sallam&#8221;, yang diterbitkan oleh Cahaya Tauhid Press.</p><p>Kita bisa membacanya secara online di <a
href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=752" target="_blank">sini</a> untuk versi lengkapnya dan di <a
href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=760" target="_blank">sini</a> untuk versi ringkasnya. Kalo ingin mengunduh dalam format PDF untuk yang versi ringkasnya silakan klik <a
href="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/SholatTarawihQunutWitirRasulullah.pdf">Sholat Tarawih, Qunut, dan Witir Rasulullah</a></p><p>Semoga bermanfaat.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/sholat-tarawih-dan-witir-rasulullah.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>1</slash:comments> </item> <item><title>Marhaban Yaa Ramadhan</title><link>http://hilmiarifin.com/marhaban-yaa-ramadhan.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/marhaban-yaa-ramadhan.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 21 Aug 2009 05:34:00 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Personal]]></category> <category><![CDATA[Islam]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[Reflection]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/?p=622</guid> <description><![CDATA[<a
href="http://hilmiarifin.com/marhaban-yaa-ramadhan.html"><img
align="left" hspace="5" width="150" height="150" src="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/ramadhan03-150x200.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="Puasa Ramadhan" title="Marhaban Yaa Ramadhan" /></a>Puasa mengambil jarak dengan dunia agar manusia tidak jadi budaknya karena dunia adalah permainan bermegah-megah dengan bangunan berbangga-bangga dengan kekayaan Manusia hanyalah pengembara saat mati hartanya takkan dibawa hanya amal saleh yang ikut serta yang ada di sisi manusia akan sirna yang ada di sisi ALLAH abadi selamanya Marhaban Yaa RAMADHAN Selamat menunaikan ibadah puasa [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p><a
href="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/ramadhan03.jpg"><img
class="alignleft size-full wp-image-623" title="Marhaban Yaa Ramadhan" src="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/ramadhan03.jpg" alt="Puasa Ramadhan" width="320" height="301" /></a>Puasa mengambil jarak dengan dunia<br
/> agar manusia tidak jadi budaknya<br
/> karena dunia adalah permainan<br
/> bermegah-megah dengan bangunan<br
/> berbangga-bangga dengan kekayaan</p><p>Manusia hanyalah pengembara<br
/> saat mati hartanya takkan dibawa<br
/> hanya amal saleh yang ikut serta<br
/> yang ada di sisi manusia akan sirna<br
/> yang ada di sisi ALLAH abadi selamanya</p><p>Marhaban Yaa RAMADHAN<br
/> Selamat menunaikan ibadah puasa<br
/> Saya mohon maaf lahir dan batin atas segala salah dan khilaf<br
/> Semoga ramadhan tahun ini lebih baik dari sebelumnya<br
/> Amin.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/marhaban-yaa-ramadhan.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Belajar Murottal</title><link>http://hilmiarifin.com/belajar-murottal.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/belajar-murottal.html#comments</comments> <pubDate>Thu, 30 Oct 2008 00:22:24 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Personal]]></category> <category><![CDATA[Islam]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[murottal]]></category> <category><![CDATA[Reflection]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/?p=350</guid> <description><![CDATA[Setiap kali pulang ke Jogja, ada kegiatan baru yang saya lakoni, yaitu belajar murottal. Murottal merupakan cara membaca Al-Quran dengan irama tertentu. Ada banyak nada yang bisa dijadikan dasar dalam murottal. Namun irama yang paling populer adalah irama rost dan nahawand. Selain populer kedua irama tersebut relatif lebih mudah dipelajari bagi mereka yang masih pemula [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Setiap kali pulang ke Jogja, ada kegiatan baru yang saya lakoni, yaitu belajar murottal. Murottal merupakan cara membaca Al-Quran dengan irama tertentu. Ada banyak nada yang bisa dijadikan dasar dalam murottal. Namun irama yang paling populer adalah irama rost dan nahawand. Selain populer kedua irama tersebut relatif lebih mudah dipelajari bagi mereka yang masih pemula seperti saya. Belajar murottal saya jalani secara privat di Lembaga Pendidikan Al-Quran Masjid Syuhada (LPQMS).</p><p><span
id="more-350"></span></p><p>Selain di LPMQS saya juga membeli VCD panduan murottal agar bisa belajar sendiri. Panduan murottal ini saya dapatkan melalui penelusuran di mesin pencari google. Saya mencoba mencarinya di toko-toko muslim di Jogja ternyata tidak tersedia. Dan, alhamdulillah setelah berkali-kali googling saya menemukan penjualnya. Saya membeli VCD panduan murottal irama rost dan nahawand <a
href="http://www.granadachannel.com/" target="_blank">di sini</a> secara online.</p><p>Meskipun sangat sedikit waktu yang saya miliki pas pulang ke Jogja, saya tetap menyempatkan untuk belajar murottal. Kesadaran untuk membaca Al-Quran dengan lebih baik memicu semangat saya untuk belajar, karena saya merasa sangat kurang dalam belajar ilmu agama. Selama ini saya telah banyak menghabiskan waktu untuk belajar ilmu duniawi sampai pontang-panting pulang-pergi Jakarta-Jogja, sedangkan ilmu agama masih sangat sedikit. Saya merasakan ketidakseimbangan antara ilmu dunia dan akherat yang saya miliki. Padahal justru ilmu akherat inilah yang akan membawa kebahagiaan dan keselamatan bagi kehidupan kita di dunia dan akherat.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/belajar-murottal.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Selamat Idul Fitri 1429 H</title><link>http://hilmiarifin.com/selamat-idul-fitri-1429-h.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/selamat-idul-fitri-1429-h.html#comments</comments> <pubDate>Tue, 30 Sep 2008 21:09:46 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Personal]]></category> <category><![CDATA[Islam]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[Reflection]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/?p=271</guid> <description><![CDATA[Taqaballahu minna waminkum SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H Minal Aidzin wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin Dengan segala kerendahan hati, kami memohon maaf atas segala dosa dan salah, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Semoga Allah SWT berkenan mengampuni dosa-dosa kita, menerima amalan-amalan kita, dan membimbing kita untuk menjadi insan yang [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p><em>Taqaballahu minna waminkum</em></p><p><strong>SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H</strong><br
/> Minal Aidzin wal Faidzin<br
/> Mohon Maaf Lahir dan Batin</p><p>Dengan segala kerendahan hati, kami memohon maaf atas segala dosa dan salah, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.</p><p>Semoga Allah SWT berkenan mengampuni dosa-dosa kita, menerima amalan-amalan kita, dan membimbing kita untuk menjadi insan yang lebih baik dari hari ke hari. Amin.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/selamat-idul-fitri-1429-h.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>4</slash:comments> </item> <item><title>Analogi Puasa</title><link>http://hilmiarifin.com/analogi-puasa.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/analogi-puasa.html#comments</comments> <pubDate>Mon, 01 Sep 2008 02:03:53 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Reflection]]></category> <category><![CDATA[doa]]></category> <category><![CDATA[Islam]]></category> <category><![CDATA[Learning]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[sholat]]></category> <category><![CDATA[Tips and Tricks]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/?p=249</guid> <description><![CDATA[Tadi pagi selepas Sholat Subuh, saya bertemu dengan seorang Bapak (sebut saja Beliau). Dari sejak azan Subuh ketika saya datang ke mesjid, Beliau selalu duduk di pojokkan saf kedua dan tampak khusu&#8217; berdoa. Setelah selesai Sholat, beliau tetap berada di tempatnya dengan terdiam dan tampak sedang bertafakur. Ketika saya sedang menuju ke bawah (mesjid kami [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Tadi pagi selepas Sholat Subuh, saya bertemu dengan seorang Bapak (sebut saja Beliau). Dari sejak azan Subuh ketika saya datang ke mesjid, Beliau selalu duduk di pojokkan saf kedua dan tampak khusu&#8217; berdoa. Setelah selesai Sholat, beliau tetap berada di tempatnya dengan terdiam dan tampak sedang bertafakur.</p><p>Ketika saya sedang menuju ke bawah (mesjid kami 2 tingkat dimana tingkat dua dipakai untuk ibadah sholat sementara bagian bawah untuk pengajian anak-anak (TPA)), ada suara yang memanggil saya, &#8220;Dik sebentar dik!&#8221;. Saya terkejut dan mencari suara itu datangnya darimana. Ternyata Beliau yang memanggil saya. Kemudian saya menghampirinya. &#8220;Ada apa, Pak?&#8221;</p><p><span
id="more-249"></span></p><p>Beliau menjawab,&#8221;Boleh mengganggu sebentar&#8221;. Jawab saya,&#8221;Oh tidak apa-apa lagipula ini masih pagi dan masih ada waktu untuk ngobrol-ngobrol&#8221;. Akhirnya mengucapkan terima kasih atas berkenannya saya untuk menemaninya ngobrol.</p><p>&#8220;Tahu ga dik? Saya tahu adik dari tadi selalu memperhatikan saya sejak masuk mesjid sampai selesai sholat tadi&#8221; kata Beliau. Terkejut saya mendengarnya karena perasaan saya, Beliau dari awal sampai akhir selalu menunduk dan dengan khusu&#8217;nya berdoa tapi kok tahu saya memperhatikannya.&#8221;Kok Bapak tahu sih?&#8221; kata saya. Beliau tidak menjawab tetapi hanya tersenyum. Kemudian Beliau memperkenalkan diri dan namanya sama dengan sahabat Rasul SAW yang menjadi Khalifah ke-dua pada jaman setelah Rasul SAW wafat. Beliau juga bertanya nama, alamat dan sudah berapa saya tinggal.</p><p>Setelah bicara kesana kemari, Beliau bertanya,&#8221;Kapan mulai Puasa Ramadhan?&#8221;. Jawab saya &#8220;Ya tinggal sekitar 1 bulan lagi pak&#8221;. &#8220;Alhamdulillah&#8221; jawab Beliau. &#8220;Bagaimana puasa ramadhan tahun lalu dik? Lancar?&#8221; tanya Beliau. &#8220;Puasa Ramadhan tahun lalu saya tidak mendapatkan apa-apa Pak selain lapar dan haus&#8221;, jawab saya dengan polosnya.</p><p>&#8220;Jarang saya mendapatkan jawaban seperti ini dik&#8221; kata Beliau. Kok bisa sih apa ada yang aneh dalam hati saya. Kata Beliau banyak orang yang belum bisa menjawab apabila ada pertanyaan seperti itu. Setelah itu Beliau dengan lancarnya menjelaskan tentang analogi puasa. Nah ini cerita serunya (pikir saya saat itu)<br
/> Beliau menganalogikan antara puasa dengan Pesta Olahraga seperti Olimpiade, Asian Games, Sea Games, Piala Dunia, Euro sampai Piala Thomas-Uber dan lain-lain. Beliau menjelaskannya seperti ini:</p><ol><li>Puasa dan Pesta Olahraga pada akhir/ujungnya yang ingin dicapai adalah prestasi. Prestasi dalam olahraga adalah medali (emas,perak dan perunggu), Piala Kejuaraan dan lain-lain. Kalau puasa adalah diterimanya puasa oleh Allah secara utuh tanpa ada yang kurang maupun lebih (maaf saya kurang bisa menjelaskan dengan dalil-dalil dalam Qur&#8217;an dan Hadist seperti Beliau jelaskan kepada saya).</li><li>Bagaimana prestasi dapat diraih dengan hasil yang luar biasa? Prestasi diperoleh dengan latihan/kerja keras dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan sampai pada hari H (hari pertandingan) Kalau kita latihannya benar dan mengikuti apa yang telah diprogramkan seperti atlet Cina, Rusia dan Amerika Serikat dengan program yang terstruktur maka tidak heran mereka selalu menjadi nomor satu (wahid). Puasa pun juga begitu, selama 11 bulan sebelum Puasa Ramadhan seharusnya kita latih tanding dengan melakukan puasa Senin-Kamis, puasa Nabi Daud, Puasa Muharram dan lain-lain sehingga ketika pada hari H-nya (bulan Ramadhan) kita akan mendapatkan prestasi yang paling baik dihadapan Allah SWT.</li><li>Prestasi selama pertandingan juga bisa diperoleh dengan konsentrasi. Nah ini yang kadang-kadang atlet sering blunder yang harusnya dapat emas malah hanya dapat perak atau perunggu atau tidak mendapatkan apa-apa. Puasa pun demikian, konsentrasi kita harus dimulai dari sahur sampai azan maghrib, biasanya yang mengakibatkan konsentrasi puasa kita buyar adalah saat terakhir yaitu menjelang berbuka. Coba kita jujur dengan sendiri, saking sudah laparnya akhirnya kadang-kadang kita selalu lihat jam, bernafsu ingin beli makanan ini itu, dan kadang-kadang nungguin makanan di meja makan. Padahal Rasul mencontohkan kita untuk berbuka dengan teh manis dan tiga butir korma. Perkataan beliau membuat pikiran saya ke pertandingan Piala Champion MU VS Munchen tahun 1999, dimana menit terakhir pada kedudukan 1-1 Ole Gunnar Solkjaer membobol gawang Kahn. Gol itulah memupuskan harapan Munchen menjadi juara karena kurang konsentrasinya pemain-pemain Munchen pada menit-menit terakhir. Hahahahaha kayak pengamat bola aja.</li><li>Prestasi itu diperoleh melalui kerja keras, latih tanding dan disiplin. Fokusnya adalah ke pertandingan yang sebenarnya dan tidak memikirkan lagi hal-hal yang remeh temeh karena sudah direncanakan secara matang. Itulah gunanya perencanaan yang sistematis menurut versi Beliau. Puasa Ramadhanpun demikian. Beliau menjelaskan bagaimana puasa hanya dijadikan ajang untuk mengumbar-umbar uang (coba dipikir besaran mana pengeluaran selama bulan puasa atau bukan bulan puasa), yang dipikirkan THR, jarang orang bisa beritikaf di mesjid selama 10 hari terakhir karena semua berkonsentrasi mencari uang untuk lebaran (jadi selama 11 bulan ngapain kata Beliau, wah dalam hati saya berat nih karena kebutuhan dan pendapatan tidak seimbang tiap bulannya tapi boleh juga kalau ga dicoba kan ga pernah tahu). Saya berpikir bisa, bagaimana kalau tiap hari saya masukkan ke celengan rata-rata Rp 20 ribu-30 ribu tanpa pernah saya colek-colek tuh celengan sampai bulan Ramadan kalau dihitung bisa mencapai Rp 6-7 juta. Wah benar juga tuh Bapak. Istilah Beliau mengenai puasa bulan Ramadhan bagi orang jaman sekarang : 10 hari pertama ramai di mesjid, 10 hari kedua ramai di mall-mall/pusat perbelanjaan dan 10 hari terakhir ramai di terminal/stasiun/bandara (yang seharusnya bulan penuh rahmat, penuh pengampunan dan menjauhkan kita dari api neraka).</li><li>Yang lebih penting lagi, prestasi dapat diperoleh dengan dukungan dan doa dari orang tua, saudara, teman sampai Presiden seperti atlet Indonesia yang mau ke Olimpiade Beijing mohon doa restu dan pamitan dengan Presiden SBY dengan harapan mendapatkan prestasi yang terbaik. Puasa pun juga demikian, sebelum puasa Ramadhan, kita berziarah ke makam orang tua kita yang telah meninggal atau berkunjung ke orang tua yang masih hidup, saudara, teman, dan tetangga disekitar lingkungan kita untuk memohonkan maaf atas kesalahan kita selama 11 bulan, mohon doa restu agar dimudahkan ibadah kita selama bulan puasa karena makin banyak orang yang mendoakan kita makin makbul ibadah kita sehingga dapat diterima Allah SWT.(Sirothol mustaqim &#8211; jalan lurus/jalan tol).</li><li>Jadi kalau sudah prestasi dicapai orang tidak perlu bertanya-tanya lagi karena sudah tersiar di koran-koran, majalah, radio, tv dan internet serta ditambah hadiah dari mana-mana. Semua orang bangga dengan prestasi kita terutama orang tua, orang-orang terdekat sampai Presiden karena membawa nama baik bangsa dan negara. Sama dengan puasa ketika prestasi puasa kita dijalankan dengan baik sesuai dengan Standar Operation Procedur (SOP) dari Allah SWT maka tampak dari penampilan, tingkah laku, amal perbuatan dan rejeki akan selalu mengalir. Jadi kalau ditanya oleh orang tua ataupun orang lain, bagaimana puasa Ramadhan kemarin atau apa yang didapat selama bulan puasa Ramadhan maka kita bercerita dengan lancar, gembira, panjang lebar karena kita telah mendapatkan puncak prestasi tertinggi dari Allah SWT.</li></ol><p>Itulah penjelasan Beliau tentang analogi Puasa Ramadhan. Persis jam 6.30 pagi saya pamitan dan saya katakan nanti saya kembali lagi karena mau pesan kopi dan makanan kecil. Tidak enak dan nikmat ngobrol tanpa kopi dan pisang goreng hehehehe. Sekitar 30 menit kemudian saya kembali lagi ke mesjid dengan harapan akan dapat ilmu pengetahuan dan pengalaman dari Beliau dan sayang untuk dilewatkan. Ternyata beliau sudah tidak ada di tempat, ketika saya tanyakan ke penjaga mesjid tentang Beliau, penjaga mesjid mengatakan sejak selesai subuh tadi mesjid kosong tidak ada siapa-siapa. Lho kok begitu khan dari subuh saya ngobrol dengan seorang Bapak sambil menyebutkan ciri-cirinya. Apakah penjaga tadi tidak mendengar suara kami berbicara. Penjaga mesjid mengatakan tidak mendengar apa-apa dan juga tidak tidur dari subuh serta selalu membersihkan lantai dua setiap selesai sholat subuh. Aneh.</p><p>Jadi sejak subuh tadi saya berdiskusi dengan siapa. Manusia atau makhluk gaib. Dalam hati masa bodo lah tetapi saya bersyukur mendapatkan ilmu tentang puasa dan dapat menambah wawasan pikiran tentang agama yang saya anut. Begitulah ceritanya dan mudah-mudahan mendapatkan manfaat dari cerita ini.</p><p><strong>&#8220;SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA BULAN RAMADHAN DAN MOHON MAAF LAHIR BATIN ATAS KESALAHAN SAYA BAIK TULISAN MAUPUN KOMENTAR YANG DIBERIKAN KEPADA TEMAN-TEMAN&#8221;</strong></p><p><em>* saya mendapatkan artikel ini dari seorang temen yang entah dari mana sumbernya</em></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/analogi-puasa.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Perencanaan Keuangan dan Investasi Akherat</title><link>http://hilmiarifin.com/perencanaan-keuangan-dan-investasi-akherat.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/perencanaan-keuangan-dan-investasi-akherat.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 18 Jan 2008 14:34:45 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Investment]]></category> <category><![CDATA[Islam]]></category> <category><![CDATA[Learning]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[Opini]]></category> <category><![CDATA[Personal]]></category> <category><![CDATA[Reflection]]></category> <category><![CDATA[Tips and Tricks]]></category> <category><![CDATA[Today's Lesson]]></category> <category><![CDATA[Writing]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/perencanaan-keuangan-dan-investasi-akherat/</guid> <description><![CDATA[Perayaan menyambut Tahun Baru 2008 yang begitu meriah belum hilang dari ingatan, kaum muslimin di seluruh dunia kembali menyambut datangnya tahun baru, yaitu Tahun Baru Hijriyah 1429. Momentum dua tahun baru seakan mengingatkan setiap muslim untuk senantiasa rajin mengevaluasi diri dan meningkatkan kualitas hidupnya dalam rangka mencapai kebahagiaan hidup yang seimbang, di dunia dan akherat. [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Perayaan menyambut Tahun Baru 2008 yang begitu meriah belum hilang dari ingatan, kaum muslimin di seluruh dunia kembali menyambut datangnya tahun baru, yaitu Tahun Baru Hijriyah 1429. Momentum dua tahun baru seakan mengingatkan setiap muslim untuk senantiasa rajin mengevaluasi diri dan meningkatkan kualitas hidupnya dalam rangka mencapai kebahagiaan hidup yang seimbang, di dunia dan akherat. Setiap orang pasti setuju bahwa kualitas hidup yang lebih baik dan seimbang dapat dicapai dengan kondisi keuangan yang sehat. Kondisi keuangan yang sehat dapat dicapai dengan perencanaan keuangan yang solid dan disiplin dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, dalam menyusun sebuah perencanaan keuangan perlu memperhatikan proporsi yang seimbang antara kehidupan duniawi dan ukhrowi.</p><p><span
id="more-113"></span></p><p>Salah satu komponen dalam perencanaan keuangan adalah menyusun anggaran bulanan yang terdiri dari pendapatan dan pengeluaran. Bagi mereka yang sudah berkeluarga, pendapatan bisa berasal dari satu atau dua sumber. Sedangkan pos pengeluaran terdiri dari pengeluaran rutin dan non rutin.</p><p>Dalam manajemen keuangan keluarga, hal pertama yang dilakukan adalah merinci semua sumber pendapatan, seperti gaji, bagi hasil deposito, dan hasil sewa. Langkah kedua, menyusun daftar pengeluaran. Dalam menyusun pos-pos pengeluaran harus benar-benar memperhatikan skala prioritas berdasarkan kebutuhan, bukan keinginan. Kebutuhan tersebut bisa jangka pendek, menengah maupun panjang. Selain kebutuhan, penentuan jenis pengeluaran juga harus memperhatikan aspek keseimbangan antara kehidupan dunia dan akherat.</p><p>Selngkapnya baca <a
href='http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/investasiakherat.pdf' title='Perencanaan Keuangan dan Investasi Akherat'>di sini</a>.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/perencanaan-keuangan-dan-investasi-akherat.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>4</slash:comments> </item> <item><title>Pengemis Buta</title><link>http://hilmiarifin.com/pengemis-buta.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/pengemis-buta.html#comments</comments> <pubDate>Tue, 09 Oct 2007 05:22:43 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Reflection]]></category> <category><![CDATA[Islam]]></category> <category><![CDATA[Learning]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[Personal]]></category> <category><![CDATA[Today's Lesson]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/pengemis-buta/</guid> <description><![CDATA[Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, &#8220;Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya&#8221;. Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, &#8220;Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya&#8221;.</p><p>Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.</p><p><span
id="more-93"></span></p><p>Setelah wafatnya Rasulullah SAW,  tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya  kepada anaknya itu, &#8220;Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?&#8221;</p><p>Aisyah RA menjawab, &#8220;Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja&#8221;.<br
/> &#8220;Apakah itu?&#8221;, tanya Abubakar RA.<br
/> &#8220;Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana&#8221;, kata Aisyah RA.</p><p>Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil menghardik, &#8220;Siapakah kamu?&#8221;<br
/> Abubakar RA menjawab, &#8220;Aku orang yang biasa (mendatangi engkau)&#8221;.</p><p>&#8220;Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku&#8221;, bantah si pengemis sbuta itu.<br
/> &#8220;Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku&#8221;, pengemis itu melanjutkan perkataannya.</p><p>Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, &#8220;Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW&#8221;.</p><p>Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, &#8220;Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia&#8230;.&#8221;</p><p>Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.</p><p>Nah, wahai saudaraku, bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah SAW? Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau? Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq.</p><p>Kalaupun tidak bisa kita meneladani beliau seratus persen, alangkah baiknya kita berusaha meneladani sedikit demi sedikit, kita mulai dari apa yang kita sanggup melakukannya.</p><p>Sebarkanlah riwayat ini ke sebanyak orang apabila kamu mencintai Rasulullahmu&#8230;</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/pengemis-buta.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>3</slash:comments> </item> <item><title>Ah, Yang Penting Kan Hatinya</title><link>http://hilmiarifin.com/ah-yang-penting-kan-hatinya.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/ah-yang-penting-kan-hatinya.html#comments</comments> <pubDate>Mon, 08 Oct 2007 05:12:36 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Reflection]]></category> <category><![CDATA[Islam]]></category> <category><![CDATA[Today's Lesson]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/ah-yang-penting-kan-hatinya/</guid> <description><![CDATA[Banyak syubhat di lontarkan kepada kaum muslimah yang ingin berjilbab. Syubhat yang &#8216;ngetrend&#8217; dan biasa kita dengar adalah &#8220;Buat apa berjilbab kalau hati kita belum siap, belum bersih, masih suka &#8216;ngerumpi&#8217;, berbuat maksiat dan dosa-dosa lainnya, percuma dong pake jilbab! Yang penting kan hati! lalu tercenunglah saudari kita ini membenarkan pendapat kawannya tadi. Syubhat lainnya [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Banyak syubhat di lontarkan kepada kaum muslimah yang ingin berjilbab. Syubhat yang &#8216;ngetrend&#8217; dan biasa kita dengar adalah &#8220;Buat apa berjilbab kalau hati kita belum siap, belum bersih, masih suka &#8216;ngerumpi&#8217;, berbuat maksiat dan dosa-dosa lainnya, percuma dong pake jilbab! Yang penting kan hati!  lalu tercenunglah saudari kita ini membenarkan pendapat kawannya tadi.</p><p>Syubhat lainnya lagi adalah &#8220;Liat tuh kan ada hadits yang berbunyi: Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk(rupa) kalian tapi Allah melihat pada hati kalian..! Jadi yang wajib adalah hati, menghijabi hati kalau hati kita baik maka baik pula keislaman kita walau kita tidak berkerudung! Benarkah demikian ya ukhti?</p><p><span
id="more-92"></span></p><p>Saudariku muslimah semoga Allah merahmatimu, siapapun yang berfikiran dan berpendapat demikian maka wajiblah baginya untuk bertaubat kepada Allah Ta&#8217;ala memohon ampun atas kejahilannya dalam memahami syariat yang mulia ini. Jika agama hanya berlandaskan pada akal dan perasaan maka rusaklah agama ini. Bila agama hanya didasarkan kepada orang-orang yang hatinya baik dan suci, maka tengoklah disekitar kita ada orang-orang yang beragama Nasrani, Hindu atau Budha dan orang kafir lainnya liatlah dengan seksama ada diantara mereka yang sangat baik hatinya, lemah lembut, dermawan, bijaksana. Apakah anda setuju untuk mengatakan mereka adalah muslim? Tentu akal anda akan mengatakan &#8220;tentu tidak&#8221;, karena mereka tidak mengucapkan syahadatain, mereka tidak memeluk islam, perbuatan mereka menunjukkan mereka bukan orang islam. Tentu anda akan sependapat dengan saya bahwa kita menghukumi  seseorang berdasarkan perbuatan yang nampak (zahir) dalam diri orang itu.</p><p>Lalu bagaimana pendapatmu ketika anda melihat seorang wanita di jalan berjalan tanpa jilbab, apakah anda bisa menebak wanita itu muslimah ataukah tidak? Sulit untuk menduga jawabannya karena secara lahir (dzahir) ia sama dengan wanita non muslimah lainnya. Ada kaidah ushul fiqih yang mengatakan &#8220;alhukmu ala dzawahir amma al bawathin fahukmuhu &#8216;ala llah&#8221; artinya hukum itu dilandaskan atas sesuatu yang nampak adapun yang batin hukumnya adalah terserah Allah.</p><p>Rasanya tidak ada yang bisa menyangsikan kesucian hati ummahatul mukminin (istri-istri Rasulullah shalallahu alaihi wassalam) begitupula istri-istri sahabat nabi yang mulia (shahabiyaat) . Mereka adalah wanita yang paling baik hatinya, paling bersih, paling suci dan mulia. Tapi mengapa ketika ayat hijab turun agar mereka berjilbab dengan sempurna (lihat QS: 24 ayat 31 dan QS: 33 ayat 59) tak ada satupun riwayat termaktub mereka menolak perintah Allah Ta&#8217;ala. Justru yang kita dapati mereka merobek tirai mereka lalu mereka jadikan kerudung sebagai bukti ketaatan mereka. Apa yang ingin anda katakan?  Sedangkan mengenai hadits di atas, banyak di antara saudara kita yang tidak mengetahui bahwa hadits di atas ada sambungannya. Lengkapnya adalah sebagai berikut:<br
/> &#8220;Dari Abu Hurairah, Abdurrahman bin Sakhr radhiyallahu anhu dia berkata, Rasulullah bersabda: &#8220;Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk tubuh-tubuh kalian dan tidak juga kepada bentuk rupa-rupa kalian, tetapi Dia melihat hati-hati kalian &#8220;(HR. Muslim 2564/33).</p><p>Hadits di atas ada sambungannya yaitu pada nomor hadits 34 sebagai berikut:<br
/> &#8220;Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk rupa kalian dan juga harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan perbuatan kalian. (HR.Muslim 2564/34).</p><p>Semua adalah seiring dan sejalan, hati dan amal. Apabila hanya hati yang diutamakan niscaya akan hilanglah sebagian syariat yang mulia ini. Tentu kaum muslimin tidak perlu bersusah payah menunaikan shalat 5 waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, membayar zakat dan sedekah atau bersusah payah menghabiskan harta dan tenaga untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekah atau amal ibadah lainnya. Tentu para sahabat tidak akan berlomba-lomba dalam beramal (beribadah), cukup mengandalkan hati saja, toh mereka adalah sebaik-baik manusia di atas muka bumi ini. Akan tetapi justru sebaliknya mereka adalah orang yang sangat giat beramal.</p><p>Tengoklah satu kisah indah di antara kisah-kisah indah lainnya. Urwah bin Zubair Radhiyallahu anhu misalnya, Ayahnya adalah Zubair bin Awwam, Ibunya adalah Asma binti Abu Bakar, Kakeknya Urwah adalah Abu Bakar Ash-Shidik, bibinya adalah Aisyah Radhiyallahu anha istri Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam. Urwah lahir dari nasab dan keturunan yang mulia jangan ditanya tentang hatinya, ia adalah orang yang paling lembut hatinya toh masih bersusah payah giat beramal, bersedekah dan ketika shalat ia bagaikan sebatang pohon yang tegak tidak bergeming karena lamanya ia berdiri ketika shalat.</p><p>Aduhai&#8230;betapa lalainya kita ini&#8230;banyak memanjangkan angan-angan dan harapan padahal hati kita tentu sangat jauh suci dan mulia dibandingkan dengan generasi pendahulu kita. Wallahu&#8217;alam bish-shawwab.</p><p><em>Muraja&#8217;ah oleh ust. Eko Hariyanto Lc<br
/> *Mahasiswa pasca sarjana Fakultas Syari&#8217;ah Universitas Imam Ibnu Saud, Riyadh,KSA. </em></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/ah-yang-penting-kan-hatinya.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Waktu yang Tercuri</title><link>http://hilmiarifin.com/waktu-yang-tercuri.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/waktu-yang-tercuri.html#comments</comments> <pubDate>Sun, 07 Oct 2007 00:04:29 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Reflection]]></category> <category><![CDATA[Islam]]></category> <category><![CDATA[Learning]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[mengajar]]></category> <category><![CDATA[Personal]]></category> <category><![CDATA[Today's Lesson]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/waktu-yang-tercuri/</guid> <description><![CDATA[Setan mengadakan konferensi iblis, syaitan dan jin. Dalam pembukaannya konferensi tersebut dikatakannya: &#8220;Kita tidak dapat melarang kaum muslim ke masjid. Kita tidak dapat melarang mereka membaca Al-Qur&#8217;an dan mencari kebenaran. Bahkan kita tidak dapat melarang mereka mendekatkan diri dengan tuhan mereka Allah dan pembawa risalahNya Muhammad. Pada saat mereka melakukan hubungan dengan Allah, maka kekuatan [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Setan mengadakan konferensi iblis, syaitan dan jin. Dalam pembukaannya konferensi tersebut dikatakannya: &#8220;Kita tidak dapat melarang kaum muslim ke masjid. Kita tidak dapat melarang mereka membaca Al-Qur&#8217;an dan mencari kebenaran. Bahkan kita tidak dapat melarang mereka mendekatkan diri dengan tuhan mereka Allah dan pembawa risalahNya Muhammad. Pada saat mereka melakukan hubungan dengan Allah, maka kekuatan kita akan lumpuh. Oleh sebab itu, biarkanlah mereka pergi ke masjid; biarkan mereka tetap melakukan kesukaan mereka, TETAPI CURI WAKTU MEREKA, sehingga mereka tidak lagi punya waktu untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah&#8221;.</p><p><span
id="more-90"></span></p><p>&#8220;Inilah yang akan kita lakukan,&#8221; kata iblis. &#8220;Alihkan perhatian mereka dari usaha meningkatkan kedekatannya kepada Allah dan awasi terus kegiatannya sepanjang hari!&#8221; &#8220;Bagaimana kami melakukannya? &#8221; tanya para hadirin yaitu iblis, syaitan, dan jin. &#8220;Sibukkan mereka dengan hal-hal yang tidak penting dalam kehidupan mereka, dan ciptakan tipu daya untuk menyibukkan fikiran mereka,&#8221; jawab sang iblis.</p><p>&#8220;Rayu mereka agar suka <strong>BELANJA, BELANJA DAN BELANJA SERTA BERHUTANG,BERHUTANG DAN BERHUTANG</strong>. Bujuk para istri untuk bekerja di luar rumah sepanjang hari dan para suami bekerja 6 sampai 7 hari dalam seminggu, 10 &#8211; 12 jam seminggu, sehingga mereka merasa bahwa hidup ini sangat kosong. Jangan biarkan mereka menghabiskan waktu bersama anak-anak mereka&#8221;.</p><p>&#8220;Jika keluarga mereka mulai tidak harmonis, maka mereka akan merasa bahwa rumah bukanlah tempat mereka melepaskan lelah sepulang dari bekerja. Dorong terus cara berfikir seperti itu sehingga mereka tidak merasa ada ketenangan di rumah. Pikat mereka untuk membunyikan radio atau kaset selama mereka berkendaraan&#8221;.</p><p>&#8220;Dorong mereka untuk menyetel TV, VCD, CD dan PC dirumah sepanjang hari. Bunyikan musik terus-menerus di semua restoran maupun toko-toko di dunia ini. Hal ini akan mempengaruhi fikiran mereka dan merusak hubungan mereka dengan Allah dan RasulNya.&#8221;</p><p>&#8220;Penuhi meja-meja rumah mereka dengan majalah-majalah dan tabloid. Cekoki mereka dengan berbagai berita dan gosip selama 24 jam sehari. Serang mereka dengan berbagai iklan-iklan dij alanan. Banjiri kotak surat mereka dengan informasi tak berguna, katalog-katalog, undian-undian, tawaran-tawaran dari berbagai macam iklan&#8221;.</p><p>&#8220;Muat gambaran wanita yang cantik itu adalah yang langsing dan berkulit mulus di majalah dan TV, untuk menggiring para suami berfikir bahwa PENAMPILAN itu menjadi unsur terpenting, sehingga membuat para suami tidak tertarik lagi pada istri-istri mereka. Buatlah para istri menjadi sangat letih pada malam hari, buatlah mereka sering sakit kepala&#8221;.</p><p>&#8220;Jika para istri tidak memberikan cinta yang diinginkan sang suami, maka akan mulai mencari di luaran&#8221; Hal inilah yang akan mempercepat retaknya sebuah keluarga&#8221;.</p><p>&#8220;Terbitkan buku-buku cerita untuk mengalihkan kesempatan mereka untuk mengajarkan anak-anak mereka akan makna shalat. Sibukkan mereka sehingga tidak lagi punya waktu untuk mengkaji bagaimana Allah menciptakan alam semesta. Arahkan mereka ketempat-tempat hiburan, fitness, pertandingan- pertandingan, konser musik dan bioskop.&#8221;</p><p><strong>Buatlah mereka menjadi SIBUK, SIBUK DAN SIBUK.</strong></p><p>&#8220;Perhatikan, jika mereka jumpa dengan orang shaleh, bisikkan gosip-gosip dan percakapan tidak berarti, sehingga percakapan mereka tidak berdampak apa-apa.&#8221;</p><p>&#8220;Isi kehidupan mereka dengan keindahan-keindahan semu yang akan membuat mereka tidak punya waktu untuk mengkaji kebesaran Allah. Dan dengan segera mereka akan merasa bahwa keberhasilan, kebaikan/kesehatan keluarga adalah merupakan hasil usahanya yang kuat (bukan atas izin Allah).&#8221;</p><p><strong>&#8220;PASTI BERHASIL, PASTI BERHASIL. RENCANA YANG BAGUS.&#8221;</strong></p><p>Iblis, syaitan dan jin kemudian pergi dengan penuh semangat melakukan tugas MEMBUAT KAUM MUSLIM MENJADI LEBIH SIBUK, LEBIH KALANG KABUT, DAN SENANG HURA-HURA. Dan hanya menyisakan sedikit saja waktu buat Allah Sang Pencipta. Tidak lagi punya waktu untuk bersilaturahmi dan saling mengingatkan akan Allah dan RasulNya.</p><p><strong>Sekarang pertanyaannya adalah, APAKAH RENCANA IBLIS INI AKAN BERHASIL? ANDALAH YANG MENENTUKAN!!!</strong></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/waktu-yang-tercuri.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Mari Menunaikan Sholat Dhuha</title><link>http://hilmiarifin.com/mari-menunaikan-sholat-dhuha.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/mari-menunaikan-sholat-dhuha.html#comments</comments> <pubDate>Sat, 06 Oct 2007 00:01:30 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Islam]]></category> <category><![CDATA[dhuha]]></category> <category><![CDATA[doa]]></category> <category><![CDATA[Learning]]></category> <category><![CDATA[Personal]]></category> <category><![CDATA[Reflection]]></category> <category><![CDATA[sholat]]></category> <category><![CDATA[sholat dhuha]]></category> <category><![CDATA[Tips and Tricks]]></category> <category><![CDATA[Today's Lesson]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/mari-menunaikan-sholat-dhuha/</guid> <description><![CDATA[Sholat ini cukup hanya 2 (dua) rakaat dengan doa yang amat indah dan menyejukkan. Waktunya sangat panjang, mulai suruq (habisnya waktu subuh) sampai dengan menjelang masuk waktu dhuhur, logikanya pasti bisa menunaikannya. Namun di-muakkadkan (dianjurkan dengan sangat) untuk dilaksanakan sebelum kita memulai pekerjaan kita. Sehingga niat kita bekerja adalah semata-mata bernilai ibadah. Dengan demikian pekerjaan [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Sholat ini cukup hanya 2 (dua) rakaat dengan doa yang amat indah dan menyejukkan. Waktunya sangat panjang, mulai suruq (habisnya waktu subuh) sampai dengan menjelang masuk waktu dhuhur, logikanya pasti bisa menunaikannya. Namun di-muakkadkan (dianjurkan dengan sangat) untuk dilaksanakan sebelum kita memulai pekerjaan kita. Sehingga niat kita bekerja adalah semata-mata bernilai ibadah. Dengan demikian pekerjaan kita, InsyaAllah, akan mendapat ridho dari Allah SWT. Amiin.</p><p>Lihat dan saksikanlah (harap diartikan menjadi saksi atas keindahan dan kesejukan) doa dhuha ini &#8211; masyaaalloh &#8211; sebagai berikut (terjemahan):</p><p><span
id="more-89"></span></p><blockquote><p>Ya Allah, bahwasannya waktu dhuha itu adalah waktuMU,<br
/> dan keagungan itu adalah keagunganMU,<br
/> dan keindahan itu adalah keindahanMU,<br
/> dan kekuatan itu adalah kekuatanMU,<br
/> dan perlindungan itu adalah perlindunganMU,<br
/> Ya Allah, jika rizkiku masih ! di atas langit, maka turunkanlah,<br
/> jika masih di dalam bumi, maka keluarkanlah,<br
/> jika masih sukar, maka mudahkanlah,<br
/> jika (ternyata) haram, maka sucikanlah,<br
/> jika masih jauh, maka dekatkanlah,<br
/> Berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaanMU, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambaMU yang sholeh.<br
/> Amiin Ya Robbal Alamiin.</p></blockquote><p>Bila anda tidak dapat membaca teks Arab-nya waktu berdoa, bacalah teks Indonesianya saja secara khusu&#8217; dan tawaddhu&#8217; (dengan kerendahan hati). InsyaAllah kita akan menjadi orang yang:</p><ol><li>Tawaddhu&#8217; [penuh dengan kerendahan hati alias tidak sombong (tinggi hati) &#8211; apapun pangkat dan kedudukan kita.</li><li>Percaya bahwa bekerja itu adalah bernilai ibadah , sehingga apapun yang menjadi tugas kita, seberat apapun, insyaalloh, akan mendapat ridho dan pertolongan dari Allah SWT.</li><li>Percaya segala sesuatu di dunia ini ada yang Maha dari segala-galanya.</li><li>Dihapuskan segala dosa meskipun dosa itu sebesar buih lautan. (Al-Hadist). InsyaAllah !!!</li></ol><p>Demikianlah dan semoga risalah kecil ini akan menjadi &#8220;sesuatu yang dapat menggugah&#8221; kita utk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.</p><p><em>Jazakumulloh khoiron katsiro</em>.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/mari-menunaikan-sholat-dhuha.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>9</slash:comments> </item> <item><title>Kisah Yang Mungkin Nyata</title><link>http://hilmiarifin.com/kisah-yang-mungkin-nyata.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/kisah-yang-mungkin-nyata.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 05 Oct 2007 00:58:29 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Reflection]]></category> <category><![CDATA[Islam]]></category> <category><![CDATA[Learning]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[Personal]]></category> <category><![CDATA[Today's Lesson]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/kisah-yang-mungkin-nyata/</guid> <description><![CDATA[Biasa saya sehabis pulang kantor tiba di rumah langsung duduk bersantai sambil melepas penat. Sepertinya saya sangat enggan untuk membersihkan diri dan langsung shalat. Sementara anak-anak dan istri sedang berkumpul di ruang tengah. Dalam kelelahan tadi, saya disegarkan dengan adanya angin dingin sepoi2 yang menghembus tepat di muka saya. Selang beberapa lama seorang yang tak [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Biasa saya sehabis pulang kantor tiba di rumah langsung duduk bersantai sambil melepas penat. Sepertinya saya sangat enggan untuk membersihkan diri dan langsung shalat.</p><p>Sementara anak-anak dan istri sedang berkumpul di ruang tengah. Dalam kelelahan tadi, saya disegarkan dengan adanya angin dingin sepoi2 yang menghembus tepat di muka saya.</p><p>Selang beberapa lama seorang yang tak tampak mukanya berjubah putih dengan tongkat ditangannya tiba-tiba sudah berdiri di depanku.</p><p><span
id="more-88"></span></p><p>Saya sangat kaget dengan kedatangannya yang tiba2 itu. Sebelum sempat bertanya&#8230; siapa dia&#8230; tiba-tiba saya merasa dada saya sesak&#8230; sulit untuk bernafas&#8230; namun saya berusaha untuk tetap menghirup udara sebisanya.</p><p>Yang saya rasakan waktu itu ada sesuatu yang berjalan pelan-pelan dari dadaku&#8230; terus berjalan&#8230; kekerongkonganku&#8230; sakittttttttt&#8230; sakit&#8230; rasanya. Keluar air mataku menahan rasa sakitnya,&#8230; Oh Tuhan! ada apa dengan diriku&#8230;</p><p>Dalam kondisi yang masih sulit bernafas tadi, benda tadi terus memaksa untuk keluar dari tubuhku&#8230;kkhh&#8230; khhhh&#8230; kerongkonganku berbunyi. Sakit rasanya, amat teramat sakit. Seolah tak mampu aku menahan benda tadi&#8230; Badanku gemetar&#8230; peluh keringat mengucur deras&#8230;. mataku terbelalak&#8230; air mataku seolah tak berhenti.</p><p>Tangan dan kakiku kejang-kejang sedetik setelah benda itu meninggalkan aku. Aku melihat benda tadi dibawa oleh orang misterius itu&#8230; pergi&#8230; berlalu begitu saja&#8230; hilang dari pandangan.</p><p>Namun setelah itu&#8230; aku merasa jauh lebih ringan, sehat, segar, cerah&#8230; tidak seperti biasanya.</p><p>Aku herann&#8230; istri dan anak-anakku yang sedari tadi ada di ruang tengah, tiba-tiba terkejut berhamburan ke arahku. Di situ aku melihat ada seseorang yang terbujur kaku ada tepat di bawah sofa yang kududuki tadi. Badannya dingin kulitnya membiru. Siapa dia??? Mengapa anak-anak dan istriku memeluknya sambil menangis&#8230; mereka menjerit&#8230; histeris &#8230; terlebih istriku seolah tak mau melepaskan orang yang terbujur tadi&#8230;</p><p>Siapa dia&#8230;??? Betapa terkejutnya aku ketika wajahnya dibalikkan&#8230; dia&#8230; dia&#8230; dia mirip dengan aku&#8230; ada apa ini Tuhan&#8230;??? Aku mencoba menarik tangan istriku tapi tak mampu&#8230; Aku mencoba merangkul anak-anakku tapi tak bisa. Aku coba jelaskan kalau itu bukan aku.</p><p>Aku coba jelaskan kalau aku ada di sini. Aku mulai berteriak&#8230; tapi mereka seolah tak mendengarkan aku seolah mereka tak melihatku&#8230;</p><p>Dan mereka terus-menerus menangis&#8230; aku sadar&#8230; aku sadar bahwa orang misterius tadi telah membawa rohku. Aku telah mati&#8230; aku telah mati.</p><p>Aku telah meninggalkan mereka&#8230; tak kuasa aku menangis&#8230; berteriak&#8230;</p><p>Aku tak kuat melihat mereka menangisi mayatku. Aku sangat sedih&#8230; selama hidupku belum banyak yang kulakukan untuk membahagiakan mereka. Belum banyak yang bisa kulakukan untuk membimbing mereka.</p><p>Tapi waktuku telah habis&#8230; masaku telah terlewati&#8230; aku sudah tutup usia pada saat aku terduduk di sofa setelah lelah seharian bekerja. Sungguh bila aku tahu aku akan mati, aku akan membagi waktu kapan harus bekerja, beribadah, untuk keluarga dan lain-lain. Aku menyesal aku terlambat menyadarinya. Aku mati dalam keadaan belum ibadah.</p><p>Ohh Tuhan, jika kau ijinkan keadaanku masih hidup dan masih bisa membaca ini sungguh aku amat sangat bahagia. Karena aku masih mempunyai waktu untuk bersimpuh, mengakui segala dosa dan berbuat kebaikan sehingga bila maut menjemputku kelak aku telah berada pada keadaan yang lebih siap.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/kisah-yang-mungkin-nyata.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Kiat Hidup Berkah di Pagi Hari</title><link>http://hilmiarifin.com/kiat-hidup-berkah-di-pagi-hari.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/kiat-hidup-berkah-di-pagi-hari.html#comments</comments> <pubDate>Thu, 04 Oct 2007 00:54:49 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Reflection]]></category> <category><![CDATA[doa]]></category> <category><![CDATA[Islam]]></category> <category><![CDATA[Learning]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[mengajar]]></category> <category><![CDATA[Personal]]></category> <category><![CDATA[Tips and Tricks]]></category> <category><![CDATA[Today's Lesson]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/kiat-hidup-berkah-di-pagi-hari/</guid> <description><![CDATA[Kualitas hidup seseorang dapat dilihat pada perilakunya sehari-hari, dari bangun tidur pagi hari hingga kembali ke peraduan pada malam hari. Setiap orang berbeda-beda tingkat pendi-dikan, tingkat sosial dan tingkat keimanannya, tetapi peri-lakunya sehari-hari akan mengumpul-kan mereka dalam satu kelompok yang identik. Meski akhlak seseorang tersembunyi di dalam jiwanya, tetapi adab dan tatakarama yang diikuti dan [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Kualitas hidup seseorang dapat dilihat pada perilakunya sehari-hari, dari bangun tidur pagi hari hingga kembali ke peraduan pada malam hari. Setiap orang berbeda-beda tingkat pendi-dikan, tingkat sosial dan tingkat keimanannya, tetapi peri-lakunya sehari-hari akan mengumpul-kan mereka dalam satu kelompok yang identik. Meski akhlak seseorang tersembunyi di dalam jiwanya, tetapi adab dan tatakarama yang diikuti dan nampak dari luar akan menyuburkan akhlak yang tersembunyi itu.</p><p>Kemukminan seseorang dapat dilihat dari perilakunya sehari-hari yang secara konsisten dilakukannya, dan menurut hadis Rasulullah indikator imannya dapat dilihat pada 77 variabel (disebut 77 cabang iman).</p><p><span
id="more-87"></span></p><p>Adab adalah akhlak yang bersifat lahir. Untuk menyuburkan nilai keimanan, agama Islam menga-jarkan adab yang sangat dianjurkan untuk diikuti. Adab Islam menyangkut seluruh aspek kehidupan, baik dalam berhubungan dengan Tuhan, dengan sesama manusia, maupun dengan diri sendiri, dari sejak bangun tidur, beribadat, bekerja dan hingga kembali ke tempat tidur.</p><p><strong>Kiat utama adalah bangun tidur</strong>. Setiap mukmin dianjurkan untuk bangun tidur pada pagi hari sebelum subuh, karena sebagaimana dikatakan oleh Rasulullah, bahwa saat pagi hari menje-lang subuh itu merupakan saat-saat penuh berkah. Rasulullah bersabda: Ummatku diberkati Allah (ketika mereka bangun) di pagi hari (burika liummati fi bukuriha).</p><p>Berkah artinya terkumpulnya kebaikan ilahiah pada seseorang atau sesuatu atau suatu waktu seperti ter-kumpulnya air di dalam kolam (tajam-mu` al al khair al Ilahy ka tajammu` al ma fi al birkati). Dalam kehidupan sehari-hari, berkah artinya ter-dayagunakannya nikmat Tuhan secara optimal. Orang yang bangun pagi akan memperoleh udara bersih, kesegaran badan, dan peluang bekerja yang lebih banyak.</p><p>Ketika bangun tidur dianjurkan untuk mem-baca doa seperti yang diajarkan oleh Rasulullah, sebagai berikut: <strong>Al hamdu lillahillazi ahya na ba`da ma ama tana wa ilaihin nusyur</strong><br
/> Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada Nyalah kami kembali.</p><p>Rasulullah juga mengajarkan doa yang seyog-yanya dibaca setiap pagi, sebagai berikut:<br
/> <strong>Allahumma bika asbahna wabika amsaina wa bika nahya wa bika namutu wa ilaihin nusyur</strong><br
/> Artinya: Ya Allah, dengan nama Mu aku memasuki pagi hari dan dengan nama Mu pula aku memasuki sore hari. Dengan nama Mu ya Allah aku hidup, dan dengan nama Mu pula aku mati, dan kepada Mu lah tempatku kembali.</p><p>Maha benar allah dengan segala firmannya.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/kiat-hidup-berkah-di-pagi-hari.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>8</slash:comments> </item> </channel> </rss>
<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk: basic
Page Caching using disk: enhanced
Database Caching 10/47 queries in 0.040 seconds using disk: basic
Object Caching 1753/1815 objects using disk: basic

Served from: hilmiarifin.com @ 2012-02-07 16:10:23 -->
