Tagged as: Learning, News, Personal, Tips and Tricks, Today's Lesson, Traveling
Pengalaman Membuat Paspor
Previous post: Hadiah untuk Orang yang Bertaqwa
Next post: Never Ending Blogging
Previous post: Hadiah untuk Orang yang Bertaqwa
Next post: Never Ending Blogging
{ 43 comments… read them below or add one }
Terima kasih informasinya untuk pengurusan VISA dan Paspor……Saya sedang mengurusnya….nanti bisa sharring lebih banyak…..
Assalamu’alaikum wr wb
Membuat paspor memang gampang dan cepat, insya Allah.
Membaca pengalaman mas Gandhi yang panjang lebar, saya jadi pengen menulis juga nech….
Saat ini saya bekerja di Lahore, Pakistan sebagai GSM RF Optimization Engineer. Saya dikontrak oleh Aircom International Singapura untuk Huawei-Ufone Project di Pakistan.
Saya mendapatkan pekerjaan ini setelah saya apply melalui internet (www.jobserve.com) dan prosesnya cukup cepet. Saya ditelp oleh Aircom hari Jumat malam, interview dg user Pakistan hari Sabtu malam dan dapat konfirmasi ok hari Senen malam.
Setelah semuanya ok, saya minta dikirim detail kontrak n invitation letter untuk pembuatan visa. Begitu dapat invitation letter, langsung ke kedubes Pakistan di Mega Kuningan Jakarta untuk pembuatan visa. Syarat2nya isi formulir permohonan visa, invitation letter, surat Aircom, paspor (asli & fc), pas foto 4X6 2 lembar, bayar 675rb rupiah. Tunggu tiga hari, selesai dech tuch visa. Untuk negara Pakistan, mereka tidak mau mengeluarkan working visa, karena itu saya hanya mendapatkan business visa (30 hr) dan nantinya akan diurus perpanjangannya ama Aircom begitu saya sampai di Pakistan (proses ini sedang berlangsung).
Visa selesai, tinggal mencari tiket pp Jakarta-Lahore. Tiket ini bisa diurus oleh agen. Saya membeli tiket dengan uang saya sendiri dulu dan nantinya bisa direimburse ke Aircom. Hal ini agar saya bisa mengatur keberangkatan saya sendiri. Begitu dapat, berangkat dech saya…..
Oiya, saya tidak mengurus Int Driving Permit, karena di Pakistan ada driver yang siap mengantar kemana aja atau naek kendaraan umum juga banyak. Mungkin next time saya akan mengurusnya seperti mas Gandhi. Saya tetap bayar fiskal seperti penumpang biasa.
Sebelum berangkat ke negara tujuan, pastikan cari info selengkap2nya ttg negara tujuan, ttg biaya hidup, transpor, makanan, t4 tinggal, keamanan, budaya, selengkap2nya. AKan lebih baik kalo kita memiliki teman/kenalan di negara tujuan.
Beginilah pengalaman saya, semoga bermanfaat…
SUKSES SELALU dan JADILAH TKI yang Profesional….
Wassalamu’alaikum wr wb
-rofi-
Assalamu ‘alaikum,
Sebenarnya dalam paspor tidak boleh tercantum note seperti itu (tidak untuk bekerja). Saya tidak tahu apa yang terjadi. Pengalaman saya membuat paspor sih tidak seperti itu.
Beberapa tips pembuatan paspor:
1. Minta surat rekomendasi dari kantor (bila mereka bersedia) untuk pembuatan paspor, hanya sebagai syarat saja agar hal seperti mas Patpat tidak terjadi. Waktu itu saya dapat surat rekomendasi kantor karena akan berangkat ke Jepang dalam waktu dekat (tapi tidak jadi, lumayan lah dapet paspor gratis).
2. Calo memang susah untuk dihindari. Dalam kasus saya, saya terpaksa menggunakan jasa tersebut karena waktu yang sempit dan saya TIDAK mungkin meluangkan waktu lebih dari 1 hari kerja untuk pembuatan paspor. Biayanya cukup mahal, Rp 900rb sehari jadi. Cukup sekali datang, langsung foto dan sidik jari.
3. Buatlah paspor 48 halaman. Beli DOMPET Paspor, bukan sampul paspor. Sehingga semua dokumen penting bisa disimpan disitu. Lihat catatan berikut di bawah.
4. Jangan buang paspor lama karena akan dibutuhkan sewaktu-waktu. Percayalah! (untuk mereka yang memperpanjang paspor)
Saat ini saya bekerja di South Africa (SA) sebagai Engineer. Berikut langkah2 yang saya lakukan dalam prosesnya (bukan untuk TKI dan atau lewat agen khusus):
1. Mendapat tawaran lewat email dan telpon, mempelajari latar belakang perusahaan lewat internet, interview dan negosiasi lewat telepon, kemudian mempelajari dan menandatangani kontrak kerja. Dokumen lain akan dikirimkan kemudian termasuk invitation letter, work permit dan rekomendasi dari perusahaan (employer). Sediakan dana untuk telepon ke LN bila diperlukan. Pengalaman saya, mending telp dari RI ke SA daripada sebaliknya. Line-nya dari SA ke RI jelek banget!
2. Mengambil medical form di kedutaan besar SA dan melakukan medical check up di RS. Catatan, lakukan tes HIV dan venereal diseases juga (sesuai dengan permintaan di Medical Form). Biaya, Rp 600 ribu di RS Harapan Bunda.
3. Proses visa ke kedutaan besar SA, dokumen yang diperlukan antara lain invitation letter (asli), kontrak kerja, work permit (asli), medical report (asli) dan form yang telah diisi oleh dokter (asli), paspor (asli, 48 halaman). waktu 10 hari kerja, biaya (untuk working permit) Rp 2,3 juta.
4. Proses ke depnaker di Gatot Subroto lantai 5 (Bapak Pion, +62-817-4854059) untuk surat rekomendasi bebas fiskal. Tanpa biaya. Bawa surat tsb ke kantor depnaker di JakTim Ciracas untuk urus asuransi, dll. Biaya Rp 500 ribu resmi. lumayan bolak-baliknya, capek deh. Catatan, ketika surat rekomendasi jadi dan Anda diminta untuk cap, kopi dulu beberapa kali, trus minta cap (yang standar cuma 3x, saya kopi 7x dan minta cap semuanya hehehe… dapet deh 7x original copy).
5. Mengambil paspor (asli) yang telah di-cap dan work permit (asli) ke kedubes SA.
6. Proses International Driving Permit di IMI Senayan. Kalau untuk yang ini karena saya sudah males dan capek akhirnya saya minta bantuan supir kantor lama untuk urusin. Biaya Rp 500 rb per sim. Cukup kopi paspor (dan visanya), foto 4×6 4 buah per sim, fotokopi masing2 sim 2x. Satu hari jadi, gak perlu dateng ke Senayan.
7. Membuat asuransi jiwa Prudential untuk saya (Jeffry +62-21-92998817, bilang dari saya) dan asuransi pendidikan dan kesehatan Manulife untuk istri dan anak (RA Merry/Tia +62-812-8337826, bilang dari saya).
8. Setelah tiket sampai (electronic ticket, lewat email, tinggal print ajah), berangkat lah saya ke airport. Bila menghadap ke Check-In Counter, loket bebas fiskal ada di paling kiri (ada plang besar). Ambil formulir, isi, serahkan, tunggu. Ketika dipanggil, ambil lembar merah dan lembar kedatangan. SIMPAN BAIK_BAIK LEMBAR “KARTU KEDATANGAN” (waktu tiba di JKT akan diminta lagi oleh imigrasi!!!). Lanjut ke loket Imigrasi, serahkan surat rekomendasi bebas fiskal (lembar merah, disobek), beres. Gak bayar apa2. Naik pesawat, berangkat (di pesawat, daftar jadi member. Karena saya naik Emirates maka jadi member Skywards. Lumayan point-nya nanti bisa dijadiin tiket juga).
9. Sampai di SA, hari 1 saya dapat mobil karena sudah punya IDP. Hari 2 langsung berangkat ke Pretoria (60+ km) untuk mendatangi KBRI. Pengalaman yang unik karena hari ke-2 dah berani nyetir sendirian sejauh itu dengan bekal peta yang minim. Setelah sempat kesasar ke sebuah pangkalan udara militer, akhirnya saya sampai di KBRI di Pretoria. Mereka sangat welcome karena hanya ada 140 orang Indonesia di SELURUH South Africa. Saya kesana dalam rangka lapor diri. Paspor di-cap dan bayar ZAR 140 (sekitar Rp 180 ribu, resmi).
Teman saya juga akan berangkat ke Saudi. SEMUA tawaran kerja dari Saudi, UAE, Oman, dsb HARUS/WAJIB melalui agen di Indonesia. Untuk yang akan berangkat ke Timur Tengah, bisa hubungi paman saya (Atase Depnaker di Saudi) yang bernama Sukamto Javaladi di +96-65-54650348 atau lewat email ke sukamto@nakertrans.go.id untuk minta informasi karena beliau lah yang akan menandatangani Work Permit Anda. Minta saja info mengenai perusahaan yang menawari Anda kerja. Sediakan biaya cukup untuk telpon ke LN jika diperlukan. Beliau cukup sibuk sehingga kadang lupa untuk menjawab email atau SMS. Tapi akan senang hati menjawab telepon. Orangnya sederhana banget dan ramah. Di Jakarta, rumah beliau tetanggaan dengan saya, jadi saya tahu kehidupan beliau seperti apa.
Teman saya ini seluruh prosesnya ditangani oleh agen. Paspor juga harus ganti ke Paspor TKI, diurus juga oleh agen. Jadi dia tinggal duduk dan tunggu. Biaya sekitar Rp 5 juta. Dia akan berangkat tanggal 25 Juli 2007. Insya allah.
Bila perusahaan di TimTeng yang menawari Anda pekerjaan tidak kenal agen di Indonesia, minta mereka untuk menghubungi Sigit Prabowo dari Fiqry Jaya Mandiri di Jl. Tebet Barat Dalam VII no. 19 telp. +62-21-83786909 atau email di sigit.prabowo@fiqry.co.id agar semuanya beres. Bilang saja kenal dari Gandhi Octaro Vyatranto, gitu.
Pesan dari Om To’: jangan jadi TKI unskilled (i.e. pembantu) di Saudi. Setiap hari beliau menandatangani 800 work permit. Paling sore pulang jam 21 dan itu juga masih melanjutkan tanda tangan. Cerita beliau, ada banyak masalah disana mengenai tenaga kerja. Penampungan yang ada di KBRI sudah tidak layak tinggal karena kepenuhan. Maksimal 200 orang tetapi ditinggali sekitar 500 orang (?). Saat ini ada sekitar 150 ribu TKI tercatat hanya di Saudi. Belum terhitung yang gelap dan di tempat lain. Gak bisa minggat dari rumah majikan karena untuk pulang WAJIB ada ijin dari mereka. Yang minggat kadang dirampok, diperkosa, dll sebelum sampai di KBRI. Dan hukum di Saudi sangat memihak ke pihak arab. Maka berhati-hati lah!
Semoga membantu.
Wassalam
NB.
sebelum berangkat ke LN, sebaiknya buat SIM A dan C kemudian minta ke IMI di Senayan untuk pembuatan International Driving Permit.
Maap, saya numpang nanya sama yg ngerti. Pasport 48 halaman tidak diperbolehkan untuk bekerja yah?
Katanya harus 24 halaman baru boleh dipake untuk bekerja?
Pasporku 48 halaman. Tapi hal yg aneh, ada cap besar banget tulisannya “Paspor ini tidak untuk bekerja”. Langsung sakit kepala.
Senin,16 juli 2007 saya mengurus passport baru (dan pertamakalinya) di palembang . Data2 saya smuanya kota Semarang. Karena saya orang baru disini, saya diantar oleh seorang pegawai suatu BUMN setempat untuk bertemu seseorang di kantor Imigrasi Kelas 1 Palembang. Setelah memfotokopi semua data2, dan menandatangani formulir KOSONG, dia menyerahkan sampul pasport (berwarna hijau) kepada saya *Cepet banget yhaa?*
Katika ditanya berapa harga yang harus dibayar, pegawai imigrasi itu bilang, “Seperti kemarin aja lah!” *Maksudnyaa??* “…Besok foto, Rabu udah jadi.”
“Oh 500 rb ya,” ujar pria yang mengantar saya. *Transaksi tidak melalui loket*
Sesaat setelah hendak pulang, saya melihat plang BESAAR sekali memuat biaya proses membuat passport. Ternyata 200ribu! untuk 48 halaman!!
Saya benar2 takjub dengan apa yang telah saya alami. Didepan kantor imigrasi terpampang jelas “HINDARI CALO”
Kalau emang calonya org Imigrasi sendiri gimana tuh?? Kayaknya sulit deh dihindari…
*berdasarkan pengalaman pribadi*
KORUPSI DI KANTOR IMIGRASI SOLO.
Saya menjadi sponsor untuk bapak angkat saya yang ingin tinggal selama 1 tahun di Indonesia jadi saya mengurus perpanjangan visa.Pertama saya sampai di kantor Imigrasi Solo,mereka benar2 tidak ramah sama sekali,mereka tdk mau memberi informasi bagaimana prosesnya dan ketika saya membeli formulir seharga 10.000 saya bertanya sesuatu tapi mereka tdk bersedia menjawabnya dan berharap saya salah dlm mengisi formulir tersebut sehingga saya harus membeli formulir baru lagi.
2 hari kemudian saya datang untuk membayar perpanjangan visa seharga 250.000,besoknya lagi saya bisa mengambil paspor tersebut tapi ketika saya mengambilnya mereka mempersulit dengan berbagai alasan yang tdk masuk akal tapi masuk dompet he….saya langsung mengerti kalau mereka menginginkan saya untuk membayar lalu saya tanya berapa yg harus saya bayar,mereka minta 300.000,wow langsung saja berniat lompat dari jendela,pada akhirnya dengan perjuangan tawar menawar seperti penjual kacang mereka bersedia menerima 100.000,barulah saya bisa membawa pulang paspor.
Wah enak sekali ya bekerja di Imigrasi benar2 kursi basah.
Walaupun secara kelembagaan, pemerintah, khususnya imigrasi, telah berusaha memperbaiki pelayanan keimigrasian, namun masih banyak celah yang masih bisa dimanfaatkan oleh oknum yang tidak senang dengan perbaikan dan perubahan. Masyarakat selaku konsumen juga harus berani bersikap dan turut andil dalam proses perubahan tersebut.
justru saya lg nyari info gimana seeh cara bikin paspor??saya ada rencana mau jemput tunangna di korea tapi gatau musti kemana. trus buat nanya info yang bener kemana??saya di wilayah 3 cirebon.
klo ngurus sendiri gampang dan gak ribet ada niatan mending ngurusin sendiri aja.kasi tau yaaaa…thx
apapu perubahan yang mereka buat tugas imigrasi kan harus mencantumkan dan menginformasikan masyarakat syarat dan condisinya, seandaikan di harus kan ada biayapun harus di publish kan berapa biaya itu,itu namanya profesional. orang imigrasi ndak pengalaman kali ya’?
terus terang saya jg kepengen membuat paspor karena mau pergi negeri tetangga yaitu malaysia akan tetapi dipersulit oleh petugas imigrasi jogja bagaimana solusinya agar cepat selesai mengurusnya? mohon bantuannya
untuk negara tertentu, seperti Malaysia, pihak imigrasi selalu meminta syarat tambahan, yaitu jaminan bahwa di sana kita tidak akan bekerja. akan lebih baik kalau ada saudara di sana yang menjamin hidup kita.
saya kelas 2SMA, 17 tahun, di Jogja
Saya ngurus paspor di Imigrasi Jogja adalah pengalaman yang unpleasant banget,, saya merasa sangat dipersulit oleh para petugas imigrasi. dan akhirnya karena dikejar waktu juga, saya sudah tidak mungkin lagi membuat paspor di jogja dan akhirnya saya membuat paspor di Solo lewat calo seharga 700ribu dalam 2 hari.
padahal persyaratan yang diminta sudah saya lengkapi selengkap-lengkapnya. namun para bastards imigrasi itu seakan2 mencari2 kesalahan sayas dan menuduh saya menyalahgunakan paspor. saya benar2 kecewa dengan proses dan birokrasi imigrasi Jogja. karena ada idiom KUHP (kasih uang Habis perkara).
semoga untuk yang selanjutnya kinerja petugas imigrasi bisa lebih profesional dan tidak mata duitan lagi!!!
saya bener2 dibuat naik pitam apalagi dengan interviewer yang berinisial ‘RC’, yang meng’underestimatekan saya dan bersikap sangat teramat tidak sopan, dan seakan2 dia sedang mewawancarai seorang teroris. padahal niat saya membuat paspor adalah untuk tujuan yang positif.
F”kin bastards therre!!!!!!!!
buat paspor kok lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…………… buanget………………5 ato 4 hari….ktnya online????
online mbahmu gendeng po???
Pengalaman yang menarik. Kebetulan saya juga sedang akan bikin paspor untuk jaga-jaga kalau Bos mau biayain naik haji.