This post was published 1 year 3 months 16 days ago which may make its actuality or expire date not be valid anymore. This site is not responsible for any misunderstanding.Sejak tahun 2001 saya telah meggunakan produk Telkomsel untuk kebutuhan komunikasi saya. Pada awalnya saya memilih layanan Simpati, namun selanjutnya saya melakukan migrasi ke layanan Halo Corporate. Selama ini saya merasa puas dan tidak ada masalah dengan pelayanan Telkomsel. Ketika Telkomsel mengenalkan produk Telkomsel Flash untuk layanan internet unlimited tahun lalu, saya pun langsung mendaftarkan kartu Halo saya. Dan semuanya pun lancar tidak ada masalah.
Namun, saat ini saya benar-benar kesal dan jengkel dengan pelayanan Telkomsel yang sangat payah dan mengecewakan. Pada 11 April 2009 saya mendaftar kartu Halo baru khusus untuk layanan Telkomsel Flash, karena saya ingin memisahkan kartu untuk kebutuhan komunikasi dan data. Saya mendaftar melalui marketing yang biasa menangani layanan Telkomsel di kantor. Seperti biasa saya mengisi formulir aplikasi dan memenuhi persyaratan yang diperlukan. Minggu berikutnya, kartu Halo baru saya telah jadi. Karena saya sedang di luar kota, kartu dititipkan ke salah seorang teman kantor. Pada 28 April 2009 saya pulang ke Jogja dan mengambil kartu Halo baru saya di kantor. Namun, alangkah terkejutnya saya ketika saya coba memasang SIM card ke handphone ada notifikasi “SIMcard registration failed”. Ini berarti kartu Halo saya belum diaktifkan. Saya menghubungi marketing tadi dan dijawab bahwa kartu saya tertukar dengan milik orang lain. Saya disarankan untuk tidak perlu resah karena persoalan ini sedang ditangani, sehingga tidak lama lagi kartu Halo saya sudah akan aktif dan bisa digunakan. Saya pun mencoba menunggu dan bersabar.
Di saat menuggu ini, saya kembali mengajukan aplikasi kartu Halo baru pada tanggal 2 Mei 2009 dengan marketing yang sama. Seminggu kemudian, tepatnya 11 Mei 2009 saya menerima kartu Halo baru saya, sementara kartu Halo saya sebelumnya tetap masih belum aktif. Ketika bertemu dengan marketingnya saya ajukan komplain dan dijawab kemungkinan bagian pengaktifan kartu sedang ikut sibuk dan repot dengan pindahnya kantor Telkomsel Yogyakarta ke gedung baru. Dan saya pun dijanjikan pada minggu tersebut kedua kartu saya akan aktif. Sambil terus menunggu, saya mencoba menghubungi layanan konsumen Telkomsel di nomor 111 dan 128 dengan nomor saya yang lain, tidak ada satupun jawaban yang memuaskan, bahkan dua kali saya berbicara dengan customer service yang mengatakan bahwa kartu saya adalah kartu Simpati dan saya diminta mendaftarkan kartu saya melalui SMS ke nomor 4444, padahal jelas-jelas saya sebutkan nomor 0811xxx yang merupakan ciri dari nomor kartu Halo. Dua kali pula saya membuat laporan melalui customer service di operator 111 dan 128. Hasilnya tetap nihil dan kedua kartu saya masih belum aktif juga.
Akhirnya pada 16 Mei 2009 saya datang langsung ke gedung barunya Telkomsel di Jl. Sudirman yang cukup megah untuk mengajukan komplain. Pada customer service berinisial A saya mengutarakan masalah saya. A kemudian meminta box kartu saya dan selanjutnya dia minta ijin ke dalam untuk mengeceknya. Cukup lama saya menunggu A berkonsultasi. Ketika kembali ke mejanya, A mengatakan bahwa data saya tidak ditemukan sehingga disarankan untuk membuat aplikasi baru dan dijanjikan Senin 18 Mei 2009 kartu sudah bisa digunakan, karena dia sudah membuat catatan di aplikasi saya “urgent sudah 1 bulan belum aktif”. Saya pun manut aja meskipun tidak habis pikir kenapa datanya bisa hilang dan bertanya-tanya kemana laporan yang saya buat melalui operator 111 dan 128. Kalo memang ada masalah seharusnya kan pihak Telkomsel bisa menghubungi saya, seandainya memang konsumen dianggap sebagai raja. Saya pun menunggu lagi.
Senin 18 Mei 2009 dari siang sampai malam saya mencoba kedua nomor baru saya dan ternyata masih belum aktif juga. Saya bertambah kesal ketika saya mencoba menghubungi salah satu nomor baru saya terdengar nada sambung yang berarti nomornya sudah aktif dan dipakai orang lain. Bagaimana ini bisa sampai terjadi?
Selasa 19 Mei 2009 saya menghubungi dan bertemu marketing saya kembali. Marketing ini minta maaf dan menjanjikan secepatnya menyelesaikan masalah saya. Namun, dia mengatakan bahwa aplikasi saya memang ketlingsut bahkan untuk aplikasi yang baru saya buat pada Sabtu 19 Mei 2009. Saya pun diminta membuat aplikasi baru lagi. Benar-benar payah dan menjengkelkan.
Entah sampai kapan saya harus menunggu kartu Halo saya aktif dan bisa digunakan. Sampai tulisan ini saya kirimkan ke redaksi, kedua kartu saya masih tetap belum aktif. Pelanggan kartu pasca bayar yang setia namun tidak pernah merasakan murahnya perang tarif sebagiamana kartu pra bayar justru diabaikan oleh perusahaan telekomunikasi terbesar di negeri ini. Megahnya gedung baru ternyata tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan, padahal karena pelangganlah perusahaan bisa tetap eksis dan terus berkembang.
Update:
Akhirnya satu kartu saya aktif pada tanggal 23 Mei, sedangkan kartu saya yang lain baru aktif pada tanggal 29 Mei
Hilmi Arifin, biasa dipanggil 

{ 3 comments… read them below or add one }
kesal dan kesal,,itu yang saya alamai ,ternyata telkomsel hanya manis dimulut aja,klomdiibaratkan telkomsel bak gula yang bisa bohongi pelangan nya,,kami perlu bukti bukan janji.disuruh menunggu 1*24 jam,tapi sudah menunggu 5*24 jam belum juga di bisa digunakan produk telkomsel flash nya ,tolong berikan kami dengan janjin mulut yang pasti bukan janji bohong gini,atau akui kekurangan telkomsel dengan operator lain,jangan selalu mengedepankan pelayanan padahal pelayanan nya tidak terbukti
Lama ga diupdate nih mas. Aku pembaca setia blog ini lho? Tips2 kerennya terus ku nanti.
maskuncoro’s last blog post..Jangan Berhenti Berinovasi
Sabar kang sabar sabar tenan.. hampir semua layanan di Indonesia ada MINUS MINuS PLUSnya
bijak dan bijak
Jauhari’s last blog post..Tembesi
{ 1 trackback }