<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Pasar Tradisional vs Pasar Modern</title>
	<atom:link href="http://hilmiarifin.com/pasar-tradisional-vs-pasar-modern/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hilmiarifin.com/pasar-tradisional-vs-pasar-modern/</link>
	<description>never too late for learning</description>
	<lastBuildDate>Sun, 04 Jul 2010 12:44:27 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
	<item>
		<title>By: Beasiswa</title>
		<link>http://hilmiarifin.com/pasar-tradisional-vs-pasar-modern/comment-page-2/#comment-12188</link>
		<dc:creator>Beasiswa</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 15:15:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/blog/2006/11/27/pasar-tradisional-vs-pasar-modern/#comment-12188</guid>
		<description>Ada kepuasan tersendiri berbelanja di pasar tradisional. :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ada kepuasan tersendiri berbelanja di pasar tradisional. <img src="http://hilmiarifin.com/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/15.gif" style="border:none;background:none;" alt=":)" /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: marjiin syam</title>
		<link>http://hilmiarifin.com/pasar-tradisional-vs-pasar-modern/comment-page-1/#comment-11978</link>
		<dc:creator>marjiin syam</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Jan 2010 08:51:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/blog/2006/11/27/pasar-tradisional-vs-pasar-modern/#comment-11978</guid>
		<description>kami ini juga pengelolah pasar tradisinal,dengan menjamurnya pasar modern malahan berdekatan dengan pasar yg saya kelolah yang juga banyak spt mini market yg masuk kampung,kami beserta teman teman tetap berusaha agar tetap bisa bertahan,bersaing dengan mereka dengan segala cara;baik kebersihan,keamanan dan kemudahan yg lain selalu kita evaluasi terus        menerus. namum disisi lain kalau pemerintah tetap tutup mata dengan keadaan ini ,sampai kapan  wong cilik bisa bertahan dengan pertarungan ini( pemodal besar</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kami ini juga pengelolah pasar tradisinal,dengan menjamurnya pasar modern malahan berdekatan dengan pasar yg saya kelolah yang juga banyak spt mini market yg masuk kampung,kami beserta teman teman tetap berusaha agar tetap bisa bertahan,bersaing dengan mereka dengan segala cara;baik kebersihan,keamanan dan kemudahan yg lain selalu kita evaluasi terus        menerus. namum disisi lain kalau pemerintah tetap tutup mata dengan keadaan ini ,sampai kapan  wong cilik bisa bertahan dengan pertarungan ini( pemodal besar</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: GUNAWAN NUGROHO UTOMO</title>
		<link>http://hilmiarifin.com/pasar-tradisional-vs-pasar-modern/comment-page-1/#comment-11751</link>
		<dc:creator>GUNAWAN NUGROHO UTOMO</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 02:01:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/blog/2006/11/27/pasar-tradisional-vs-pasar-modern/#comment-11751</guid>
		<description>MAS ARIF...BANYAK KALANGAN YANG MULAI GEMES DAN PEDULI DENGAN PASAR MODERN...APALAGI MENJELANG PIL PRES KEMAREN...BANYAK PAHLAWAN KESIANGAN SEOLAH-OLAH PEDULI BGT DENGAN PASAR MODERN....KALO PUNYA REFERENSI ATAU APAPUN JUGA...MOHON SAYA DI SHARE BOS...OK...MATURNUWUN...WASALAM..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>MAS ARIF&#8230;BANYAK KALANGAN YANG MULAI GEMES DAN PEDULI DENGAN PASAR MODERN&#8230;APALAGI MENJELANG PIL PRES KEMAREN&#8230;BANYAK PAHLAWAN KESIANGAN SEOLAH-OLAH PEDULI BGT DENGAN PASAR MODERN&#8230;.KALO PUNYA REFERENSI ATAU APAPUN JUGA&#8230;MOHON SAYA DI SHARE BOS&#8230;OK&#8230;MATURNUWUN&#8230;WASALAM..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rizal</title>
		<link>http://hilmiarifin.com/pasar-tradisional-vs-pasar-modern/comment-page-1/#comment-11401</link>
		<dc:creator>Rizal</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2009 03:51:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/blog/2006/11/27/pasar-tradisional-vs-pasar-modern/#comment-11401</guid>
		<description>Kepal Dinas Pasar Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur Telah menulis Buku tentang Pasar Tradisional Yang berjudul &quot;Jangan Pandang Sebelah Mata&quot;. Yang di terbitkan Universitas Veteran Surabaya ( UPN Press). Sebagai Editor saudara M. Rizal yang sekaligus Distributor tunggal buku tesebut. Rekan-rekan yang berminat dapat menggati ongkos cetak Rp. 50.000-. buku di kirim Via Pos. silahkan menghubungi alamat ini annadia_sam@yahoo.com atau SMS 081357061478. Teks

Sesuai judul buku, jangan pandang sebelah mata keberadaan Pasar trdisional. Disitulah mata pusat perputaran uang masayarakat kecil-menengah dan sewkaligus lahan mata pencarian rakyat kecil. Mulai pedagang kaki lima, pedagang asongan, petani, buruh angkut hingga pejabat daerah saat mereka masih memuliki pendapat yang belum memadai. Mereka berkumpul membaur jadi satu dan berinteraksi sehingga mengikat rasa kebersamaan. Tak heran tertkadang mereka yang dulunnya biasa berbelanja di pasar trdisional setelah berhasil secara ekonomi terkadang menyempatkan diri berbelanja di pasar trdisional tempat ia pernah berbelanja dahulu. 

Yang utam pasar tradisional yang di kelola oleh pemerintah daerah masih merupakan Andalan Perndapatan asli Daerah. Dalam buku tersebut juga di ceritakan bagaimana mengelola pasar tradisional agar tetap eksis sejajar dengan pasar modern, mini market, supermarket. Pemerrintah daerah selaku pembuat kebijakan harus bersikap arif dalam mengeluarkan ijin pendirian minimarket yang berada berdekatan dengan pasar tradisional. Sikap pengketatan dan memperhatikan jarak mini markert dengan pasar tradidisional sangan berpengaruh kelangsungan dan eksistensi pasar yang merupakan ladang mata pencariahan masyarakat kecil dan menengah ini di tengah-tengah pemeberdayaan ekonomi rakyat di era otonomi daerah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kepal Dinas Pasar Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur Telah menulis Buku tentang Pasar Tradisional Yang berjudul &#8220;Jangan Pandang Sebelah Mata&#8221;. Yang di terbitkan Universitas Veteran Surabaya ( UPN Press). Sebagai Editor saudara M. Rizal yang sekaligus Distributor tunggal buku tesebut. Rekan-rekan yang berminat dapat menggati ongkos cetak Rp. 50.000-. buku di kirim Via Pos. silahkan menghubungi alamat ini <a  href="mailto:annadia_sam@yahoo.com">annadia_sam@yahoo.com</a> atau SMS 081357061478. Teks</p>
<p>Sesuai judul buku, jangan pandang sebelah mata keberadaan Pasar trdisional. Disitulah mata pusat perputaran uang masayarakat kecil-menengah dan sewkaligus lahan mata pencarian rakyat kecil. Mulai pedagang kaki lima, pedagang asongan, petani, buruh angkut hingga pejabat daerah saat mereka masih memuliki pendapat yang belum memadai. Mereka berkumpul membaur jadi satu dan berinteraksi sehingga mengikat rasa kebersamaan. Tak heran tertkadang mereka yang dulunnya biasa berbelanja di pasar trdisional setelah berhasil secara ekonomi terkadang menyempatkan diri berbelanja di pasar trdisional tempat ia pernah berbelanja dahulu. </p>
<p>Yang utam pasar tradisional yang di kelola oleh pemerintah daerah masih merupakan Andalan Perndapatan asli Daerah. Dalam buku tersebut juga di ceritakan bagaimana mengelola pasar tradisional agar tetap eksis sejajar dengan pasar modern, mini market, supermarket. Pemerrintah daerah selaku pembuat kebijakan harus bersikap arif dalam mengeluarkan ijin pendirian minimarket yang berada berdekatan dengan pasar tradisional. Sikap pengketatan dan memperhatikan jarak mini markert dengan pasar tradidisional sangan berpengaruh kelangsungan dan eksistensi pasar yang merupakan ladang mata pencariahan masyarakat kecil dan menengah ini di tengah-tengah pemeberdayaan ekonomi rakyat di era otonomi daerah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rinto miu</title>
		<link>http://hilmiarifin.com/pasar-tradisional-vs-pasar-modern/comment-page-1/#comment-11083</link>
		<dc:creator>rinto miu</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 05:34:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/blog/2006/11/27/pasar-tradisional-vs-pasar-modern/#comment-11083</guid>
		<description>saya ingin tahu lebih banyak tentang peranan pasar tradisional terutama yang ada kaitannya dengan ekonomi islam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya ingin tahu lebih banyak tentang peranan pasar tradisional terutama yang ada kaitannya dengan ekonomi islam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: krez</title>
		<link>http://hilmiarifin.com/pasar-tradisional-vs-pasar-modern/comment-page-1/#comment-10914</link>
		<dc:creator>krez</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 14:01:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/blog/2006/11/27/pasar-tradisional-vs-pasar-modern/#comment-10914</guid>
		<description>Pasar Tradisional, nasibmu malang!pedagang kecil eksistensimu terkucil.Kenyataan sekarang yang besar dibantu yang kecil, yang kecil membesarkan yang besar, giliran yang besar menindas yang kecil, yah nasib.
coba bayangkan saewa tempat (toko minimarket)20.000.000 per tahun = 1.666.000./bulan, pengusaha minimarket menyewakan gerai depan tokonya ke tukang ba&#039;wan / tahu isi, gorengan singkong, burger,5 space aja x 300.000 = 1.500.000, jadi itu bos mini market hanya ngeluarin kontrak utk toko yg besar itu 1.666.000 - 1.500.00 = 1.66.000, contoh lain kalau UKM menawarkan barang ke pasar modern harus bayar listingvie yang nilainya jutaan rupiah, barangnya nanti dibayar pake giro 3 bulan, gila kan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pasar Tradisional, nasibmu malang!pedagang kecil eksistensimu terkucil.Kenyataan sekarang yang besar dibantu yang kecil, yang kecil membesarkan yang besar, giliran yang besar menindas yang kecil, yah nasib.<br />
coba bayangkan saewa tempat (toko minimarket)20.000.000 per tahun = 1.666.000./bulan, pengusaha minimarket menyewakan gerai depan tokonya ke tukang ba&#8217;wan / tahu isi, gorengan singkong, burger,5 space aja x 300.000 = 1.500.000, jadi itu bos mini market hanya ngeluarin kontrak utk toko yg besar itu 1.666.000 &#8211; 1.500.00 = 1.66.000, contoh lain kalau UKM menawarkan barang ke pasar modern harus bayar listingvie yang nilainya jutaan rupiah, barangnya nanti dibayar pake giro 3 bulan, gila kan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Indra A</title>
		<link>http://hilmiarifin.com/pasar-tradisional-vs-pasar-modern/comment-page-1/#comment-10888</link>
		<dc:creator>Indra A</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 09:14:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/blog/2006/11/27/pasar-tradisional-vs-pasar-modern/#comment-10888</guid>
		<description>memang sulit mencari keseimbangan antara pasar tradisional dan modern tanpa menghlangkan hak dasar manusia untuk bekerja. Karena dalam iklim investasi seperti sekarang kepala daerah pun minta jatah untuk mengisi rekening pribadi dari investasi tersebut...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>memang sulit mencari keseimbangan antara pasar tradisional dan modern tanpa menghlangkan hak dasar manusia untuk bekerja. Karena dalam iklim investasi seperti sekarang kepala daerah pun minta jatah untuk mengisi rekening pribadi dari investasi tersebut&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: herlina</title>
		<link>http://hilmiarifin.com/pasar-tradisional-vs-pasar-modern/comment-page-1/#comment-10425</link>
		<dc:creator>herlina</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 14:43:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/blog/2006/11/27/pasar-tradisional-vs-pasar-modern/#comment-10425</guid>
		<description>Pemerintah kita sdh menjadi pemerintah kapitalis, kurang berpihak pada masyarakat banyak, nanti kalau sudah tatanan masyarakatnya hancur baru nyaho (tau)
setelah semua kita dikuasai asing.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pemerintah kita sdh menjadi pemerintah kapitalis, kurang berpihak pada masyarakat banyak, nanti kalau sudah tatanan masyarakatnya hancur baru nyaho (tau)<br />
setelah semua kita dikuasai asing.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rifin</title>
		<link>http://hilmiarifin.com/pasar-tradisional-vs-pasar-modern/comment-page-1/#comment-2985</link>
		<dc:creator>rifin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Dec 2007 12:32:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/blog/2006/11/27/pasar-tradisional-vs-pasar-modern/#comment-2985</guid>
		<description>silakan menterjemahkan sendiri ke bahasa inggris kalo memang memerlukannya :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>silakan menterjemahkan sendiri ke bahasa inggris kalo memang memerlukannya <img src="http://hilmiarifin.com/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/15.gif" style="border:none;background:none;" alt=":)" /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nadia rahadini</title>
		<link>http://hilmiarifin.com/pasar-tradisional-vs-pasar-modern/comment-page-1/#comment-2981</link>
		<dc:creator>nadia rahadini</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Dec 2007 10:59:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/blog/2006/11/27/pasar-tradisional-vs-pasar-modern/#comment-2981</guid>
		<description>ada versi bhs inggrisnya ga?sy perlu untuk bahan tugas saya.sy liat artikel ini cocok dan sangat menarik untuk sy jadikan tugas.apa perbedaan antara pasar tradisional dgn pasar modern?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ada versi bhs inggrisnya ga?sy perlu untuk bahan tugas saya.sy liat artikel ini cocok dan sangat menarik untuk sy jadikan tugas.apa perbedaan antara pasar tradisional dgn pasar modern?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rifin</title>
		<link>http://hilmiarifin.com/pasar-tradisional-vs-pasar-modern/comment-page-1/#comment-2813</link>
		<dc:creator>rifin</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Nov 2007 03:32:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/blog/2006/11/27/pasar-tradisional-vs-pasar-modern/#comment-2813</guid>
		<description>saya belum pernah baca buku yang membahas secara khusus konsep/teori tentang pasar modern dan tradisional. penjelasan tentang pasar secara umum saya peroleh pada buku-buku teori ekonomi. terkait peran pemerintah Nana bisa mencoba mengkajinya dari aturan-aturan yang dikeluarkan pemerintah, baik pusat maupun daerah. saat ini lagi hangat dibicarakan aturan dari pusat tentang pasar yang tidak kunjung selesai meski sudah dibahas selama &gt;3,5 tahun. silakan Nana mengikuti perkembangannya, tentu akan lebih oke skripsinya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya belum pernah baca buku yang membahas secara khusus konsep/teori tentang pasar modern dan tradisional. penjelasan tentang pasar secara umum saya peroleh pada buku-buku teori ekonomi. terkait peran pemerintah Nana bisa mencoba mengkajinya dari aturan-aturan yang dikeluarkan pemerintah, baik pusat maupun daerah. saat ini lagi hangat dibicarakan aturan dari pusat tentang pasar yang tidak kunjung selesai meski sudah dibahas selama >3,5 tahun. silakan Nana mengikuti perkembangannya, tentu akan lebih oke skripsinya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nana</title>
		<link>http://hilmiarifin.com/pasar-tradisional-vs-pasar-modern/comment-page-1/#comment-2378</link>
		<dc:creator>Nana</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Nov 2007 04:26:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/blog/2006/11/27/pasar-tradisional-vs-pasar-modern/#comment-2378</guid>
		<description>saya mau tanya tentang konsep-konsep atau teori tentang pasar tradisional dan modern..Judul skripsi saya tentang peran pemerintah dalam perlindungan pasar tradisional ditengah persaingannya menghadapi pasar modern. Kira-kira tinjauan pustaka yang perlu saya cari yang gimana?makasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya mau tanya tentang konsep-konsep atau teori tentang pasar tradisional dan modern..Judul skripsi saya tentang peran pemerintah dalam perlindungan pasar tradisional ditengah persaingannya menghadapi pasar modern. Kira-kira tinjauan pustaka yang perlu saya cari yang gimana?makasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ninik</title>
		<link>http://hilmiarifin.com/pasar-tradisional-vs-pasar-modern/comment-page-1/#comment-1462</link>
		<dc:creator>ninik</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Sep 2007 04:46:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/blog/2006/11/27/pasar-tradisional-vs-pasar-modern/#comment-1462</guid>
		<description>boleh saya minta konsep pasar yang ideal juga?untuk bahan skripsi saya.kalo bisa secepatnya ya.trimakasi.maaf merepotkan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>boleh saya minta konsep pasar yang ideal juga?untuk bahan skripsi saya.kalo bisa secepatnya ya.trimakasi.maaf merepotkan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Taufik Kurrohman</title>
		<link>http://hilmiarifin.com/pasar-tradisional-vs-pasar-modern/comment-page-1/#comment-1359</link>
		<dc:creator>Taufik Kurrohman</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Sep 2007 03:38:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/blog/2006/11/27/pasar-tradisional-vs-pasar-modern/#comment-1359</guid>
		<description>melihat kebijakan tentang pasar tradisional di daerah saya, nampaknya pemerintah daerah masih tidak mengindahkan peranan pasar tradisional, ketika diskusi dengan pihak eksekutif dan legislatif banyak alasan untuk pembenaran, ujung-ujungnya mereka menantang kita untuk mencari format pasar ideal yang mampu exist di tengah serangan pasar modern. yang saya ingin tanyakan adalah format pasar tradisional yang ideal serta tahapan-tahapan yang harus dilakukan apa saja? terima kasih atas balasannya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>melihat kebijakan tentang pasar tradisional di daerah saya, nampaknya pemerintah daerah masih tidak mengindahkan peranan pasar tradisional, ketika diskusi dengan pihak eksekutif dan legislatif banyak alasan untuk pembenaran, ujung-ujungnya mereka menantang kita untuk mencari format pasar ideal yang mampu exist di tengah serangan pasar modern. yang saya ingin tanyakan adalah format pasar tradisional yang ideal serta tahapan-tahapan yang harus dilakukan apa saja? terima kasih atas balasannya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rifin</title>
		<link>http://hilmiarifin.com/pasar-tradisional-vs-pasar-modern/comment-page-/#comment-1907</link>
		<dc:creator>rifin</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Jun 2007 00:54:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/blog/2006/11/27/pasar-tradisional-vs-pasar-modern/#comment-1907</guid>
		<description>jawaban sudah saya kirim langsung melalui email</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jawaban sudah saya kirim langsung melalui email</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
