Get OIO Publisher Coupon Discount!
Powered by MaxBlogPress 

hilmiarifin

never too late for learning



Pasar Tradisional vs Pasar Modern

November 27th, 2006 · 14 Comments · Opini

Tags: ·····



incoming search terms: pasar tradisional pasar modern pasar tradisional vs pasar modern perbedaan pasar tradisional dan pasar modern pasar tradisional dan pasar modern perbedaan pasar tradisional dengan pasar modern pasar modern vs pasar tradisional perbedaan pasar modern dan pasar tradisional transaksi bisnis tradisional pasar modern dan pasar tradisional sholat dhuha pemberdayaan masyarakat zuhud pasar tradisional lipoma memulai bisnis sholat bux to pasar modern tolak bala alertpay indonesia beasiswa dikti alertpay beasiswa s2 dikti kartu kredit bca


14 Comments so far ↓

  • marjiin syam

    kami ini juga pengelolah pasar tradisinal,dengan menjamurnya pasar modern malahan berdekatan dengan pasar yg saya kelolah yang juga banyak spt mini market yg masuk kampung,kami beserta teman teman tetap berusaha agar tetap bisa bertahan,bersaing dengan mereka dengan segala cara;baik kebersihan,keamanan dan kemudahan yg lain selalu kita evaluasi terus menerus. namum disisi lain kalau pemerintah tetap tutup mata dengan keadaan ini ,sampai kapan wong cilik bisa bertahan dengan pertarungan ini( pemodal besar

  • GUNAWAN NUGROHO UTOMO

    MAS ARIF…BANYAK KALANGAN YANG MULAI GEMES DAN PEDULI DENGAN PASAR MODERN…APALAGI MENJELANG PIL PRES KEMAREN…BANYAK PAHLAWAN KESIANGAN SEOLAH-OLAH PEDULI BGT DENGAN PASAR MODERN….KALO PUNYA REFERENSI ATAU APAPUN JUGA…MOHON SAYA DI SHARE BOS…OK…MATURNUWUN…WASALAM..

  • Rizal

    Kepal Dinas Pasar Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur Telah menulis Buku tentang Pasar Tradisional Yang berjudul “Jangan Pandang Sebelah Mata”. Yang di terbitkan Universitas Veteran Surabaya ( UPN Press). Sebagai Editor saudara M. Rizal yang sekaligus Distributor tunggal buku tesebut. Rekan-rekan yang berminat dapat menggati ongkos cetak Rp. 50.000-. buku di kirim Via Pos. silahkan menghubungi alamat ini annadia_sam@yahoo.com atau SMS 081357061478. Teks

    Sesuai judul buku, jangan pandang sebelah mata keberadaan Pasar trdisional. Disitulah mata pusat perputaran uang masayarakat kecil-menengah dan sewkaligus lahan mata pencarian rakyat kecil. Mulai pedagang kaki lima, pedagang asongan, petani, buruh angkut hingga pejabat daerah saat mereka masih memuliki pendapat yang belum memadai. Mereka berkumpul membaur jadi satu dan berinteraksi sehingga mengikat rasa kebersamaan. Tak heran tertkadang mereka yang dulunnya biasa berbelanja di pasar trdisional setelah berhasil secara ekonomi terkadang menyempatkan diri berbelanja di pasar trdisional tempat ia pernah berbelanja dahulu.

    Yang utam pasar tradisional yang di kelola oleh pemerintah daerah masih merupakan Andalan Perndapatan asli Daerah. Dalam buku tersebut juga di ceritakan bagaimana mengelola pasar tradisional agar tetap eksis sejajar dengan pasar modern, mini market, supermarket. Pemerrintah daerah selaku pembuat kebijakan harus bersikap arif dalam mengeluarkan ijin pendirian minimarket yang berada berdekatan dengan pasar tradisional. Sikap pengketatan dan memperhatikan jarak mini markert dengan pasar tradidisional sangan berpengaruh kelangsungan dan eksistensi pasar yang merupakan ladang mata pencariahan masyarakat kecil dan menengah ini di tengah-tengah pemeberdayaan ekonomi rakyat di era otonomi daerah.

  • rinto miu

    saya ingin tahu lebih banyak tentang peranan pasar tradisional terutama yang ada kaitannya dengan ekonomi islam.

  • krez

    Pasar Tradisional, nasibmu malang!pedagang kecil eksistensimu terkucil.Kenyataan sekarang yang besar dibantu yang kecil, yang kecil membesarkan yang besar, giliran yang besar menindas yang kecil, yah nasib.
    coba bayangkan saewa tempat (toko minimarket)20.000.000 per tahun = 1.666.000./bulan, pengusaha minimarket menyewakan gerai depan tokonya ke tukang ba’wan / tahu isi, gorengan singkong, burger,5 space aja x 300.000 = 1.500.000, jadi itu bos mini market hanya ngeluarin kontrak utk toko yg besar itu 1.666.000 – 1.500.00 = 1.66.000, contoh lain kalau UKM menawarkan barang ke pasar modern harus bayar listingvie yang nilainya jutaan rupiah, barangnya nanti dibayar pake giro 3 bulan, gila kan?

  • Indra A

    memang sulit mencari keseimbangan antara pasar tradisional dan modern tanpa menghlangkan hak dasar manusia untuk bekerja. Karena dalam iklim investasi seperti sekarang kepala daerah pun minta jatah untuk mengisi rekening pribadi dari investasi tersebut…

  • nadia rahadini

    ada versi bhs inggrisnya ga?sy perlu untuk bahan tugas saya.sy liat artikel ini cocok dan sangat menarik untuk sy jadikan tugas.apa perbedaan antara pasar tradisional dgn pasar modern?

  • Nana

    saya mau tanya tentang konsep-konsep atau teori tentang pasar tradisional dan modern..Judul skripsi saya tentang peran pemerintah dalam perlindungan pasar tradisional ditengah persaingannya menghadapi pasar modern. Kira-kira tinjauan pustaka yang perlu saya cari yang gimana?makasih

    • rifin

      saya belum pernah baca buku yang membahas secara khusus konsep/teori tentang pasar modern dan tradisional. penjelasan tentang pasar secara umum saya peroleh pada buku-buku teori ekonomi. terkait peran pemerintah Nana bisa mencoba mengkajinya dari aturan-aturan yang dikeluarkan pemerintah, baik pusat maupun daerah. saat ini lagi hangat dibicarakan aturan dari pusat tentang pasar yang tidak kunjung selesai meski sudah dibahas selama >3,5 tahun. silakan Nana mengikuti perkembangannya, tentu akan lebih oke skripsinya.

  • ninik

    boleh saya minta konsep pasar yang ideal juga?untuk bahan skripsi saya.kalo bisa secepatnya ya.trimakasi.maaf merepotkan

    • herlina

      Pemerintah kita sdh menjadi pemerintah kapitalis, kurang berpihak pada masyarakat banyak, nanti kalau sudah tatanan masyarakatnya hancur baru nyaho (tau)
      setelah semua kita dikuasai asing.

  • Taufik Kurrohman

    melihat kebijakan tentang pasar tradisional di daerah saya, nampaknya pemerintah daerah masih tidak mengindahkan peranan pasar tradisional, ketika diskusi dengan pihak eksekutif dan legislatif banyak alasan untuk pembenaran, ujung-ujungnya mereka menantang kita untuk mencari format pasar ideal yang mampu exist di tengah serangan pasar modern. yang saya ingin tanyakan adalah format pasar tradisional yang ideal serta tahapan-tahapan yang harus dilakukan apa saja? terima kasih atas balasannya

  • rifin

    jawaban sudah saya kirim langsung melalui email

Leave a Comment