Get OIO Publisher Coupon Discount!
Powered by MaxBlogPress 

hilmiarifin

never too late for learning



Menjadi Investor Reksadana

January 5th, 2008 · 50 Comments · Investment

Tags: ····




incoming search terms: reksadana online reksadana beli reksadana online belajar reksadana pnmim com menjadi investor danareksa indeks syariah reksadana bank muamalat pnmim reksadana bank mandiri sholat dhuha pemberdayaan masyarakat zuhud pasar tradisional lipoma memulai bisnis sholat bux to tolak bala pasar modern alertpay indonesia alertpay beasiswa dikti beasiswa s2 dikti kartu kredit bca


50 Comments so far ↓

  • julfefri

    wah…makasih banget nih…saya jadi melek investasi setelah baca posting ini. apalagi penjelasan dari mbak patricia, jelas banget. Padahal kemaren saya udah coba ke bank permata tapi kaya’nya sales-nya kurang menguasai info ttg reksadana. tapi setelah baca postingan ini info yang saya dapet dari Permata Bank jadi semakin “nyambung”. By the way gimana pendapat mas hilmi tentang Fortis Equitas?

    • rifin

      semua RD berbasis saham akan mampu memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dibanding jenis RD yang lain maupun deposito; akan lebih optimal jika digunakan sebagai investasi jangka panjang, minimal 5 tahun.

  • dewa api

    mau lihat2 dulu..cari info sebanyak mungkin,,,,baru ikutan inves

  • arman

    Cuman mau sharing, beli reksadana juga bisa lewat Bank Commonwealth. Cukup buka tabungan dengan jumlah minimal di sana, lalu belanja reksadana. Pilihan RD-nya juga cukup banyak, mau yang saham, campuran, ato lain-lain.

    Uang tabungannya dibelanjain RD semua juga boleh. Ada internet bankingnya, jadi bisa TOP UP online, gak perlu ke counter. Lumayan, gak perlu malu TOP UP kecil-kecilan untuk investor kelas teri seperti saya. He..he..

  • abbas

    pa saya mau tanya pertanyaan saya ini g macem macem.
    kalau saya invest di danareksa 100.000.000.-berapa hasil keuntungan yang saya peroleh dari danareksa,dan apakah invest danareksa ini hasilnya sudah dinyatan halal oleh MUI.
    terima kasih.

    • rifin

      Investasi di RD didasarkan pada Nilai Aktiva Bersih (NAB) saat transaksi. Untung/rugi dihitung dengan membandingkan NAB saat kita menjual RD dengan NAB saat kita membeli RD dikalikan dengan Unit Penyertaan (UP) yang kita miliki.

      Untung/Rugi = (NAB jual – NAB beli) x UP

      Misal:
      Kita berinvestasi membeli RD A sebesar Rp 1 juta.
      NAB RD A saat pembelian = Rp 1.000,- sehingga jumlah UP = 1.000.000/1.000 = 1.000

      Satu tahun kemudian kita menjual RD A tersebut.
      NAB RD A saat penjualan = Rp 1.200,-
      Berarti RD memberikan hasil = (1.200 – 1.000) x 1.000 = Rp 200.000,-
      Dengan kata lain RD A memberikan hasil sebesar 20% setahun, sebelum dikurangi biaya penjualan.

      Jadi kita tidak bisa menghitung secara pasti berapa % keuntungan per tahun dari sebuah RD, meskipun kita bisa memperhatikan kinerja tahun sebelumnya HANYA sebagai acuan, bukan sebagai jaminan bahwa hasilnya pasti seperti itu.

      • trabowo

        mas ada yg saya mau tanyakan dari pengalaman2 yang mas ketahui Pernah ga nilai NAB RD menurun dibanding saat kita membeli

        • rifin

          NAB memang biasa kalo naik turun, karena itu investasi di RD disarankan untuk jangka panjang minimal 5 tahun. Dalam jangka panjang, RD akan memberikan hasil yang lebih optimal.

    • rifin

      Kalo mau yang halal, silakan beli Reksa Dana Syariah, karena pasti ada Dewan Pengawas Syariah-nya.

      Selamat berinvestasi :)

  • Patricia

    Selamat Siang Bapak Hilmi dan rekan-rekan semuanya. Memenuhi undangan Bapak Hilmi agar saya memberikan respon dalam blog-nya Pak Hilmi.

    Sebelumnya perkenalkan nama saya Patricia, Telesales Officer PT. Danareksa Investment Management, anak perusahaan PT. Danareksa (Persero), satu-satunya BUMN yang bergerak di bidang pasar modal. Saya ingin memberikan penjelasan kenapa membuka rekening di Sentra Investasi Danareksa (SID) minimum pembelian awal adalah Rp.25jt? Karena itu untuk pembukaan rekening DMIA (Danareksa Multi Investment Account) yang mana dengan hanya membuka satu rekening, investor dapat berinvestasi di Danareksa dengan berbagai macam produk investasi yang sesuai dengan kebutuhan, seperti: Reksa Dana, Obligasi, Saham, dan Kontrak Berjangka (Indeks LQ-45). Berbeda dengan membuka rekening Reksa Dana pada PT. Danareksa Investment Management (DIM), investor dapat memulai dengan minimal Rp.1jt dan selanjutnya minimal Rp.500rb dan investasi selanjutnya dapat dilakukan kapan saja. Jika ada yang berminat dapat mengirimkan email ke : patriciap@danareksa.com.

    Memang untuk sekarang ini, Reksa Dana semakin banyak diminati oleh masyarakat, karena Reksa Dana merupakan produk alternatif untuk berinvestasi yang memberikan imbal hasil/return yang lebih besar dari tabungan maupun deposito. Investor hanya dibebankan biaya pembelian dan biaya penjualan. Sedangkan Management Fee merupakan beban dari produk Reksa Dana itu sendiri setiap tahunnya, bukan beban investor. Jadi ketika investor melakukan penjualan kembali/pencairan terhadap Reksa Dana Danareksanya tidak dipotong pajak dan biaya administrasi. Demikian saya sampaikan, jika ada kata-kata yang kurang berkenan mohon maaf sebelumnya. Untuk Pak Hilmi, terimakasih banyak atas undangan dan kepercayaan yang diberikan. Have a nice day…

    • rifin

      Terima kasih mbak Patricia atas penjelasannya. Semoga banyak yang membeli RD dari Danareksa. Bagi temen-temen yang berminat membeli RD dari Danareksa silakan langsung kontak beliau melalui email.

      Semoga semakin banyak orang yang melek investasi.

  • Ardiff

    Mas Hilmi, saya baru aja tlp ke sentra investasi danareksa di depok untuk beli reksadana index syariah. Ternyata saya harus buka account 25jt dulu. Padahal di web-nya dijelaskan invest minimal 1jt. Menurut dia memang nanti kita boleh beli 1jt tapi account mengendapnya harus 25jt dulu. Sama aja boong dong ya…mending sekalian aja dibeliiin 25jt kalo begitu. Makanya saya mau nanya ke Mas Hilmi dan teman2 lain yang sudah beli danareksa index, apakah memang harus punya account 25jt atau cukup 1jt? Tolong info-nya ya krn saya sebenarnya sgt tertarik dgn RD ini

    • rifin

      Pada saat akan membeli RD dari Danareksa saya tidak diminta buka account seperti itu, hanya ngisi beberapa blangko kemudian transfer sejumlah pembelian, terus dikirim via email. Account seperti itu kalo tidak salah hanya untuk pembelian saham (cmiiw). Coba bertanya lewat email ke danareksa ato langsung ke patriciap@danareksa.com sebagai telesales officer danareksa. Mbak Patricia ini juga yang menjadi kontak saya waktu membeli RD di Danareksa.

  • febri tifal

    sugeng dalu mas,

    mas mo nanya kebetulan saya juga berada djogja, kebetulan juga saya lagi mendalami invest di reksa dana tetapi ketika saya mencari informasi reksadana apa saja yang ada dijogja (mksd saya yang mempunyai kantor cabang) saya hanya menemukan satu perusahaan sekuritas yaitu manulife. kl boleh minta petunjuk dmana ya saya mendapatkan informasi secara langsung tentang kebradaan reksadana danareksa dijogja. karena sebagai investor pemula saya masih harus bertanya banyak sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

    terimaksih mas untuk waktunya
    wss wb wr…

    • rifin

      Saat ini danareksa belum membuka cabang resmi Sentra Investasi Danareksa (SID) di Yogyakarta. Komunikasi saya selama ini dengan danareksa hanya melalui email dan atau sms dengan bagian retail. Kalo bank sebagai agen penjual, ada bank mandiri dan bank permata.

  • anto

    salam kenal mas/ pak hilmi
    sy kebetulan dr doeloe bgt sudah tertarik sama dana reksa tp gak mulai2 and sekarang sy ada di yogyakarta dan kesulitan untuk mencari orang yang sudah terjun di bidang tersebut. terus terang sy agak gatek klo hanya baca prosedur lewat internet. sy lebih bisa nyambung dengan berbagai hal ketika bertemu dengan orang yang sudah berpengalaman. dapatkah sy mendapatkan no kontak anda, atau bisa bertatap muka dengan anda karena sepertinya anda ada diyogyakarta. thanks

  • indri

    Salam Mas Hilmi :D

    boleh minta contoh prospektus ke dua produk reksadana itu mas??
    saya coba masuk ke situsnya, tapi contoh prospektus blom ada.
    Pengen sih kayak njenengan, tapi musti banyak blajar lagi nih …hehe…

    tolong ya….
    trimakasih

    • rifin

      Saya telah mengirimkan melalui email contoh prospektus RD dari PNMIM, tapi bukan yang saya ikuti. Semoga tetap bermanfaat :) Selamat berinvestasi dan be smart investor.

  • Allea

    Salam kenal Mas/Pak Hilmi Arifin,

    Sy sendiri jg ketarik banget beli Danareksa Indeks Syariah ini. Tapi sy sistemnya bakal ky nabung gitu, sy akan taruh minimum nya (500rb) setiap bulannya.

    Kalau menurut agen di Sby, akan dikenakan fee sebesar 1% setiap kali sy nambah duit/beli unit-nya. Waduh…lha kalau sy hitung2 berarti langsung dipotong 5rb setiap kali sy tambah 500rb. Setaun jadi 60rb tuh cuma buat subscription fee.

    Apa anda jg dikenakan subscription fee untuk setiap kali nambah unit? Sebesar berapa persen? Soalnya katanya setiap agen berbeda2.

    Terima Kasih sebelumnya.

    • rifin

      Salam kenal juga, Allea.

      Dalam investasi reksadana memang ada beberapa biaya yang menyertai, yaitu biaya pembelian, biaya penjualan dan biaya manajemen yang besarnya berbeda-beda ditentukan oleh manajer investasi. Kamu bisa mengetahui biaya-biaya tersebut langsung dari manajer investasi atau membaca prospektus reksadana yang bersangkutan.

      Sekarang ini banyak pihak, khususnya perbankan yang menjadi agen penjual reksadana. Biasanya para agen penjual berlomba-lomba menarik calon pembeli reksadana dengan menawarkan biaya pembelian yang rendah. Saya sendiri dalam melakukan transaksi produk reksadana cenderung langsung dengan manajer investasinya, meskipun jarak jauh.

      Karena adanya biaya-biaya yang dikenakan dalam setiap transaksi reksadana, maka sebaiknya investasi reksadana yang dilakukan bersifat jangka panjang. Pembelian reksadana saya di Danareksa juga dikenakan biaya, Syariah Berimbang sebesar 1% dan DINAR sebesar 2%. Sedangkan pembelian reksadana di PNMIM (Ekuitas Syariah) bebas biaya, karena sedang ada promosi sampai dengan Februari 2008.

  • rifin

    setuju mas, sudah saatnya menjadi be smart investor

Leave a Comment