Dapatkan Majalah Luar Negeri GRATIS! Subscribe NOW FREE!
Powered by MaxBlogPress 
You are here: Home » Investment » Menjadi Investor Reksadana

Menjadi Investor Reksadana

January 5, 2008in Investment

closeThis post was published 2 years 7 months 29 days ago which may make its actuality or expire date not be valid anymore. This site is not responsible for any misunderstanding.

Berawal dari kebiasaan membaca mingguan bisnis dan investasi Kontan serta edisi khususnya yang terbit saban bulan. Kala itu Kontan edisi khusus bulan Juli 2007 membahas tentang reksadana (RD). Setelah membacanya, saya googling mencari informasi tentang reksadana dan ketemu portal ini. Saya pun mengajukan pertanyaan berkaitan dengan agen penjual reksadana di Yogyakarta dan mendapat respon yang begitu hangat dari forum. Dari situ saya mendapat info bahwa beberapa bank di Yogyakarta bisa melayani pembelian RD dari beragam Manajer Investasi (MI). Saat itu juga saya mencoba menghubungi via telpon. Bank Niaga melayani pembelian RD dengan nilai minimal sebesar 100 juta rupiah. BNI hanya menawarkan produk RD yang dikelola BNI Sekuritas. Sedangkan tawaran menarik datang dari Bank Mandiri yang menjual RD dari 8 MI dengan nilai pembelian minimal hanya 1 juta rupiah.

Namun demikian saya urung membeli RD di Bank Mandiri, karena email saya ke Danareksa yang menanyakan prosedur pembelian RD mendapatkan balasan. Dalam email dijelaskan prosedur pembelian RD dan persyaratannya. Menariknya lagi pembelian dapat dilakukan jarak jauh dan minimal pembelian senilai 1 juta rupiah.

Pertengahan bulan November 2007 saya memutuskan untuk membeli RD produk Danareksa, yaitu RD Syariah Berimbang yang merupakan RD campuran dan RD Danareksa Indeks Syariah (DINAR) berupa RD saham. Prosesnya memang sangat mudah. Hari Rabu saya transfer dana melalui Bank Muamalat, hari Kamis saya email persyaratannya beserta bukti transfer. Hari Jumat saya telah mendapat konfirmasi dari Danareksa bahwa proses pembelian telah berhasil, sedangkan surat konfirmasi pembelian akan dikirim paling lambat 10 hari oleh Bank Kustodian.

Bulan Desember 2007 saya kembali melakukan pembelian RD, tapi kali ini pilihan jatuh pada produk dari PNMIM. Prosesnya sama dengan yang sebelumnya. Pilihan produk jatuh pada PNM Ekuitas Syariah yang merupakan RD saham dan baru diluncurkan pada bulan Agustus 2007 dengan minimal pembelian senilai 500 ribu rupiah.

Sekarang tinggal memantau perkembangan nilai investasinya dan melakukan penambahan investasi secara rutin. Kalau Anda tertarik belajar investasi di reksadana silakan berkunjung ke sini. Saya biasa mengecek perkembangan NAB RD di sini atau langsung ke website MI-nya.

Selamat berinvestasi dan be a smart investor :)

People who read this article also read...

{ 56 comments… read them below or add one }

1 julfefri February 18, 2008 at 10:01 am

wah…makasih banget nih…saya jadi melek investasi setelah baca posting ini. apalagi penjelasan dari mbak patricia, jelas banget. Padahal kemaren saya udah coba ke bank permata tapi kaya’nya sales-nya kurang menguasai info ttg reksadana. tapi setelah baca postingan ini info yang saya dapet dari Permata Bank jadi semakin “nyambung”. By the way gimana pendapat mas hilmi tentang Fortis Equitas?

Reply

2 rifin February 27, 2008 at 8:38 am

semua RD berbasis saham akan mampu memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dibanding jenis RD yang lain maupun deposito; akan lebih optimal jika digunakan sebagai investasi jangka panjang, minimal 5 tahun.

Reply

3 dewa api February 18, 2008 at 1:40 am

mau lihat2 dulu..cari info sebanyak mungkin,,,,baru ikutan inves

Reply

4 arman February 13, 2008 at 3:47 pm

Cuman mau sharing, beli reksadana juga bisa lewat Bank Commonwealth. Cukup buka tabungan dengan jumlah minimal di sana, lalu belanja reksadana. Pilihan RD-nya juga cukup banyak, mau yang saham, campuran, ato lain-lain.

Uang tabungannya dibelanjain RD semua juga boleh. Ada internet bankingnya, jadi bisa TOP UP online, gak perlu ke counter. Lumayan, gak perlu malu TOP UP kecil-kecilan untuk investor kelas teri seperti saya. He..he..

Reply

5 abbas February 5, 2008 at 12:11 pm

pa saya mau tanya pertanyaan saya ini g macem macem.
kalau saya invest di danareksa 100.000.000.-berapa hasil keuntungan yang saya peroleh dari danareksa,dan apakah invest danareksa ini hasilnya sudah dinyatan halal oleh MUI.
terima kasih.

Reply

6 rifin February 10, 2008 at 3:30 pm

Investasi di RD didasarkan pada Nilai Aktiva Bersih (NAB) saat transaksi. Untung/rugi dihitung dengan membandingkan NAB saat kita menjual RD dengan NAB saat kita membeli RD dikalikan dengan Unit Penyertaan (UP) yang kita miliki.

Untung/Rugi = (NAB jual – NAB beli) x UP

Misal:
Kita berinvestasi membeli RD A sebesar Rp 1 juta.
NAB RD A saat pembelian = Rp 1.000,- sehingga jumlah UP = 1.000.000/1.000 = 1.000

Satu tahun kemudian kita menjual RD A tersebut.
NAB RD A saat penjualan = Rp 1.200,-
Berarti RD memberikan hasil = (1.200 – 1.000) x 1.000 = Rp 200.000,-
Dengan kata lain RD A memberikan hasil sebesar 20% setahun, sebelum dikurangi biaya penjualan.

Jadi kita tidak bisa menghitung secara pasti berapa % keuntungan per tahun dari sebuah RD, meskipun kita bisa memperhatikan kinerja tahun sebelumnya HANYA sebagai acuan, bukan sebagai jaminan bahwa hasilnya pasti seperti itu.

Reply

7 trabowo March 3, 2008 at 12:47 pm

mas ada yg saya mau tanyakan dari pengalaman2 yang mas ketahui Pernah ga nilai NAB RD menurun dibanding saat kita membeli

Reply

8 rifin March 3, 2008 at 3:35 pm

NAB memang biasa kalo naik turun, karena itu investasi di RD disarankan untuk jangka panjang minimal 5 tahun. Dalam jangka panjang, RD akan memberikan hasil yang lebih optimal.

Reply

9 rifin February 10, 2008 at 3:33 pm

Kalo mau yang halal, silakan beli Reksa Dana Syariah, karena pasti ada Dewan Pengawas Syariah-nya.

Selamat berinvestasi :)

Reply

10 Patricia January 31, 2008 at 12:46 pm

Selamat Siang Bapak Hilmi dan rekan-rekan semuanya. Memenuhi undangan Bapak Hilmi agar saya memberikan respon dalam blog-nya Pak Hilmi.

Sebelumnya perkenalkan nama saya Patricia, Telesales Officer PT. Danareksa Investment Management, anak perusahaan PT. Danareksa (Persero), satu-satunya BUMN yang bergerak di bidang pasar modal. Saya ingin memberikan penjelasan kenapa membuka rekening di Sentra Investasi Danareksa (SID) minimum pembelian awal adalah Rp.25jt? Karena itu untuk pembukaan rekening DMIA (Danareksa Multi Investment Account) yang mana dengan hanya membuka satu rekening, investor dapat berinvestasi di Danareksa dengan berbagai macam produk investasi yang sesuai dengan kebutuhan, seperti: Reksa Dana, Obligasi, Saham, dan Kontrak Berjangka (Indeks LQ-45). Berbeda dengan membuka rekening Reksa Dana pada PT. Danareksa Investment Management (DIM), investor dapat memulai dengan minimal Rp.1jt dan selanjutnya minimal Rp.500rb dan investasi selanjutnya dapat dilakukan kapan saja. Jika ada yang berminat dapat mengirimkan email ke : patriciap@danareksa.com.

Memang untuk sekarang ini, Reksa Dana semakin banyak diminati oleh masyarakat, karena Reksa Dana merupakan produk alternatif untuk berinvestasi yang memberikan imbal hasil/return yang lebih besar dari tabungan maupun deposito. Investor hanya dibebankan biaya pembelian dan biaya penjualan. Sedangkan Management Fee merupakan beban dari produk Reksa Dana itu sendiri setiap tahunnya, bukan beban investor. Jadi ketika investor melakukan penjualan kembali/pencairan terhadap Reksa Dana Danareksanya tidak dipotong pajak dan biaya administrasi. Demikian saya sampaikan, jika ada kata-kata yang kurang berkenan mohon maaf sebelumnya. Untuk Pak Hilmi, terimakasih banyak atas undangan dan kepercayaan yang diberikan. Have a nice day…

Reply

11 rifin January 31, 2008 at 2:21 pm

Terima kasih mbak Patricia atas penjelasannya. Semoga banyak yang membeli RD dari Danareksa. Bagi temen-temen yang berminat membeli RD dari Danareksa silakan langsung kontak beliau melalui email.

Semoga semakin banyak orang yang melek investasi.

Reply

12 Ardiff January 30, 2008 at 2:33 pm

Mas Hilmi, saya baru aja tlp ke sentra investasi danareksa di depok untuk beli reksadana index syariah. Ternyata saya harus buka account 25jt dulu. Padahal di web-nya dijelaskan invest minimal 1jt. Menurut dia memang nanti kita boleh beli 1jt tapi account mengendapnya harus 25jt dulu. Sama aja boong dong ya…mending sekalian aja dibeliiin 25jt kalo begitu. Makanya saya mau nanya ke Mas Hilmi dan teman2 lain yang sudah beli danareksa index, apakah memang harus punya account 25jt atau cukup 1jt? Tolong info-nya ya krn saya sebenarnya sgt tertarik dgn RD ini

Reply

13 rifin January 31, 2008 at 10:53 am

Pada saat akan membeli RD dari Danareksa saya tidak diminta buka account seperti itu, hanya ngisi beberapa blangko kemudian transfer sejumlah pembelian, terus dikirim via email. Account seperti itu kalo tidak salah hanya untuk pembelian saham (cmiiw). Coba bertanya lewat email ke danareksa ato langsung ke patriciap@danareksa.com sebagai telesales officer danareksa. Mbak Patricia ini juga yang menjadi kontak saya waktu membeli RD di Danareksa.

Reply

14 febri tifal January 29, 2008 at 10:20 pm

sugeng dalu mas,

mas mo nanya kebetulan saya juga berada djogja, kebetulan juga saya lagi mendalami invest di reksa dana tetapi ketika saya mencari informasi reksadana apa saja yang ada dijogja (mksd saya yang mempunyai kantor cabang) saya hanya menemukan satu perusahaan sekuritas yaitu manulife. kl boleh minta petunjuk dmana ya saya mendapatkan informasi secara langsung tentang kebradaan reksadana danareksa dijogja. karena sebagai investor pemula saya masih harus bertanya banyak sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

terimaksih mas untuk waktunya
wss wb wr…

Reply

15 rifin January 31, 2008 at 11:02 am

Saat ini danareksa belum membuka cabang resmi Sentra Investasi Danareksa (SID) di Yogyakarta. Komunikasi saya selama ini dengan danareksa hanya melalui email dan atau sms dengan bagian retail. Kalo bank sebagai agen penjual, ada bank mandiri dan bank permata.

Reply

16 anto January 23, 2008 at 3:45 am

salam kenal mas/ pak hilmi
sy kebetulan dr doeloe bgt sudah tertarik sama dana reksa tp gak mulai2 and sekarang sy ada di yogyakarta dan kesulitan untuk mencari orang yang sudah terjun di bidang tersebut. terus terang sy agak gatek klo hanya baca prosedur lewat internet. sy lebih bisa nyambung dengan berbagai hal ketika bertemu dengan orang yang sudah berpengalaman. dapatkah sy mendapatkan no kontak anda, atau bisa bertatap muka dengan anda karena sepertinya anda ada diyogyakarta. thanks

Reply

17 rifin January 23, 2008 at 10:22 am

Salam kenal juga mas/pak Anto :)
Saya memang tinggal di jogja, nomor kontak saya bisa dilihat pada bagian resume/contact. Trims.

Reply

18 indri January 22, 2008 at 4:21 pm

Salam Mas Hilmi :D

boleh minta contoh prospektus ke dua produk reksadana itu mas??
saya coba masuk ke situsnya, tapi contoh prospektus blom ada.
Pengen sih kayak njenengan, tapi musti banyak blajar lagi nih …hehe…

tolong ya….
trimakasih

Reply

19 rifin January 23, 2008 at 10:20 am

Saya telah mengirimkan melalui email contoh prospektus RD dari PNMIM, tapi bukan yang saya ikuti. Semoga tetap bermanfaat :) Selamat berinvestasi dan be smart investor.

Reply

20 Allea January 15, 2008 at 2:53 pm

Salam kenal Mas/Pak Hilmi Arifin,

Sy sendiri jg ketarik banget beli Danareksa Indeks Syariah ini. Tapi sy sistemnya bakal ky nabung gitu, sy akan taruh minimum nya (500rb) setiap bulannya.

Kalau menurut agen di Sby, akan dikenakan fee sebesar 1% setiap kali sy nambah duit/beli unit-nya. Waduh…lha kalau sy hitung2 berarti langsung dipotong 5rb setiap kali sy tambah 500rb. Setaun jadi 60rb tuh cuma buat subscription fee.

Apa anda jg dikenakan subscription fee untuk setiap kali nambah unit? Sebesar berapa persen? Soalnya katanya setiap agen berbeda2.

Terima Kasih sebelumnya.

Reply

21 rifin January 16, 2008 at 10:29 am

Salam kenal juga, Allea.

Dalam investasi reksadana memang ada beberapa biaya yang menyertai, yaitu biaya pembelian, biaya penjualan dan biaya manajemen yang besarnya berbeda-beda ditentukan oleh manajer investasi. Kamu bisa mengetahui biaya-biaya tersebut langsung dari manajer investasi atau membaca prospektus reksadana yang bersangkutan.

Sekarang ini banyak pihak, khususnya perbankan yang menjadi agen penjual reksadana. Biasanya para agen penjual berlomba-lomba menarik calon pembeli reksadana dengan menawarkan biaya pembelian yang rendah. Saya sendiri dalam melakukan transaksi produk reksadana cenderung langsung dengan manajer investasinya, meskipun jarak jauh.

Karena adanya biaya-biaya yang dikenakan dalam setiap transaksi reksadana, maka sebaiknya investasi reksadana yang dilakukan bersifat jangka panjang. Pembelian reksadana saya di Danareksa juga dikenakan biaya, Syariah Berimbang sebesar 1% dan DINAR sebesar 2%. Sedangkan pembelian reksadana di PNMIM (Ekuitas Syariah) bebas biaya, karena sedang ada promosi sampai dengan Februari 2008.

Reply

22 rifin January 31, 2008 at 10:59 am

setuju mas, sudah saatnya menjadi be smart investor

Reply

Leave a Comment

[+] kaskus emoticons

Previous post:

Next post:

  Page Ranking Tool   Personal Business Directory - BTS Local   TopOfBlogs