Menjadi Investor Reksadana
Berawal dari kebiasaan membaca mingguan bisnis dan investasi Kontan serta edisi khususnya yang terbit saban bulan. Kala itu Kontan edisi khusus bulan Juli 2007 membahas tentang reksadana (RD). Setelah membacanya, saya googling mencari informasi tentang reksadana dan ketemu portal ini. Saya pun mengajukan pertanyaan berkaitan dengan agen penjual reksadana di Yogyakarta dan mendapat respon yang begitu hangat dari forum. Dari situ saya mendapat info bahwa beberapa bank di Yogyakarta bisa melayani pembelian RD dari beragam Manajer Investasi (MI). Saat itu juga saya mencoba menghubungi via telpon. Bank Niaga melayani pembelian RD dengan nilai minimal sebesar 100 juta rupiah. BNI hanya menawarkan produk RD yang dikelola BNI Sekuritas. Sedangkan tawaran menarik datang dari Bank Mandiri yang menjual RD dari 8 MI dengan nilai pembelian minimal hanya 1 juta rupiah.
Namun demikian saya urung membeli RD di Bank Mandiri, karena email saya ke Danareksa yang menanyakan prosedur pembelian RD mendapatkan balasan. Dalam email dijelaskan prosedur pembelian RD dan persyaratannya. Menariknya lagi pembelian dapat dilakukan jarak jauh dan minimal pembelian senilai 1 juta rupiah.
Pertengahan bulan November 2007 saya memutuskan untuk membeli RD produk Danareksa, yaitu RD Syariah Berimbang yang merupakan RD campuran dan RD Danareksa Indeks Syariah (DINAR) berupa RD saham. Prosesnya memang sangat mudah. Hari Rabu saya transfer dana melalui Bank Muamalat, hari Kamis saya email persyaratannya beserta bukti transfer. Hari Jumat saya telah mendapat konfirmasi dari Danareksa bahwa proses pembelian telah berhasil, sedangkan surat konfirmasi pembelian akan dikirim paling lambat 10 hari oleh Bank Kustodian.
Bulan Desember 2007 saya kembali melakukan pembelian RD, tapi kali ini pilihan jatuh pada produk dari PNMIM. Prosesnya sama dengan yang sebelumnya. Pilihan produk jatuh pada PNM Ekuitas Syariah yang merupakan RD saham dan baru diluncurkan pada bulan Agustus 2007 dengan minimal pembelian senilai 500 ribu rupiah.
Sekarang tinggal memantau perkembangan nilai investasinya dan melakukan penambahan investasi secara rutin. Kalau Anda tertarik belajar investasi di reksadana silakan berkunjung ke sini. Saya biasa mengecek perkembangan NAB RD di sini atau langsung ke website MI-nya.
Selamat berinvestasi dan be a smart investor ![]()
Lintas Berita | Kilasan | Stumble It | Del.icio.us | Digg | Email This Post | Print This Post





RSS feed | Trackback URI
37 Responses
Salam kenal Mas/Pak Hilmi Arifin,
Sy sendiri jg ketarik banget beli Danareksa Indeks Syariah ini. Tapi sy sistemnya bakal ky nabung gitu, sy akan taruh minimum nya (500rb) setiap bulannya.
Kalau menurut agen di Sby, akan dikenakan fee sebesar 1% setiap kali sy nambah duit/beli unit-nya. Waduh…lha kalau sy hitung2 berarti langsung dipotong 5rb setiap kali sy tambah 500rb. Setaun jadi 60rb tuh cuma buat subscription fee.
Apa anda jg dikenakan subscription fee untuk setiap kali nambah unit? Sebesar berapa persen? Soalnya katanya setiap agen berbeda2.
Terima Kasih sebelumnya.
Salam kenal juga, Allea.
Dalam investasi reksadana memang ada beberapa biaya yang menyertai, yaitu biaya pembelian, biaya penjualan dan biaya manajemen yang besarnya berbeda-beda ditentukan oleh manajer investasi. Kamu bisa mengetahui biaya-biaya tersebut langsung dari manajer investasi atau membaca prospektus reksadana yang bersangkutan.
Sekarang ini banyak pihak, khususnya perbankan yang menjadi agen penjual reksadana. Biasanya para agen penjual berlomba-lomba menarik calon pembeli reksadana dengan menawarkan biaya pembelian yang rendah. Saya sendiri dalam melakukan transaksi produk reksadana cenderung langsung dengan manajer investasinya, meskipun jarak jauh.
Karena adanya biaya-biaya yang dikenakan dalam setiap transaksi reksadana, maka sebaiknya investasi reksadana yang dilakukan bersifat jangka panjang. Pembelian reksadana saya di Danareksa juga dikenakan biaya, Syariah Berimbang sebesar 1% dan DINAR sebesar 2%. Sedangkan pembelian reksadana di PNMIM (Ekuitas Syariah) bebas biaya, karena sedang ada promosi sampai dengan Februari 2008.
Salam Mas Hilmi
boleh minta contoh prospektus ke dua produk reksadana itu mas??
saya coba masuk ke situsnya, tapi contoh prospektus blom ada.
Pengen sih kayak njenengan, tapi musti banyak blajar lagi nih …hehe…
tolong ya….
trimakasih
Saya telah mengirimkan melalui email contoh prospektus RD dari PNMIM, tapi bukan yang saya ikuti. Semoga tetap bermanfaat
Selamat berinvestasi dan be smart investor.
salam kenal mas/ pak hilmi
sy kebetulan dr doeloe bgt sudah tertarik sama dana reksa tp gak mulai2 and sekarang sy ada di yogyakarta dan kesulitan untuk mencari orang yang sudah terjun di bidang tersebut. terus terang sy agak gatek klo hanya baca prosedur lewat internet. sy lebih bisa nyambung dengan berbagai hal ketika bertemu dengan orang yang sudah berpengalaman. dapatkah sy mendapatkan no kontak anda, atau bisa bertatap muka dengan anda karena sepertinya anda ada diyogyakarta. thanks
Salam kenal juga mas/pak Anto
Saya memang tinggal di jogja, nomor kontak saya bisa dilihat pada bagian resume/contact. Trims.
sugeng dalu mas,
mas mo nanya kebetulan saya juga berada djogja, kebetulan juga saya lagi mendalami invest di reksa dana tetapi ketika saya mencari informasi reksadana apa saja yang ada dijogja (mksd saya yang mempunyai kantor cabang) saya hanya menemukan satu perusahaan sekuritas yaitu manulife. kl boleh minta petunjuk dmana ya saya mendapatkan informasi secara langsung tentang kebradaan reksadana danareksa dijogja. karena sebagai investor pemula saya masih harus bertanya banyak sebelum memutuskan untuk berinvestasi.
terimaksih mas untuk waktunya
wss wb wr…
Saat ini danareksa belum membuka cabang resmi Sentra Investasi Danareksa (SID) di Yogyakarta. Komunikasi saya selama ini dengan danareksa hanya melalui email dan atau sms dengan bagian retail. Kalo bank sebagai agen penjual, ada bank mandiri dan bank permata.
Mas Hilmi, saya baru aja tlp ke sentra investasi danareksa di depok untuk beli reksadana index syariah. Ternyata saya harus buka account 25jt dulu. Padahal di web-nya dijelaskan invest minimal 1jt. Menurut dia memang nanti kita boleh beli 1jt tapi account mengendapnya harus 25jt dulu. Sama aja boong dong ya…mending sekalian aja dibeliiin 25jt kalo begitu. Makanya saya mau nanya ke Mas Hilmi dan teman2 lain yang sudah beli danareksa index, apakah memang harus punya account 25jt atau cukup 1jt? Tolong info-nya ya krn saya sebenarnya sgt tertarik dgn RD ini
Pada saat akan membeli RD dari Danareksa saya tidak diminta buka account seperti itu, hanya ngisi beberapa blangko kemudian transfer sejumlah pembelian, terus dikirim via email. Account seperti itu kalo tidak salah hanya untuk pembelian saham (cmiiw). Coba bertanya lewat email ke danareksa ato langsung ke patriciap@danareksa.com sebagai telesales officer danareksa. Mbak Patricia ini juga yang menjadi kontak saya waktu membeli RD di Danareksa.
Selamat Siang Bapak Hilmi dan rekan-rekan semuanya. Memenuhi undangan Bapak Hilmi agar saya memberikan respon dalam blog-nya Pak Hilmi.
Sebelumnya perkenalkan nama saya Patricia, Telesales Officer PT. Danareksa Investment Management, anak perusahaan PT. Danareksa (Persero), satu-satunya BUMN yang bergerak di bidang pasar modal. Saya ingin memberikan penjelasan kenapa membuka rekening di Sentra Investasi Danareksa (SID) minimum pembelian awal adalah Rp.25jt? Karena itu untuk pembukaan rekening DMIA (Danareksa Multi Investment Account) yang mana dengan hanya membuka satu rekening, investor dapat berinvestasi di Danareksa dengan berbagai macam produk investasi yang sesuai dengan kebutuhan, seperti: Reksa Dana, Obligasi, Saham, dan Kontrak Berjangka (Indeks LQ-45). Berbeda dengan membuka rekening Reksa Dana pada PT. Danareksa Investment Management (DIM), investor dapat memulai dengan minimal Rp.1jt dan selanjutnya minimal Rp.500rb dan investasi selanjutnya dapat dilakukan kapan saja. Jika ada yang berminat dapat mengirimkan email ke : patriciap@danareksa.com.
Memang untuk sekarang ini, Reksa Dana semakin banyak diminati oleh masyarakat, karena Reksa Dana merupakan produk alternatif untuk berinvestasi yang memberikan imbal hasil/return yang lebih besar dari tabungan maupun deposito. Investor hanya dibebankan biaya pembelian dan biaya penjualan. Sedangkan Management Fee merupakan beban dari produk Reksa Dana itu sendiri setiap tahunnya, bukan beban investor. Jadi ketika investor melakukan penjualan kembali/pencairan terhadap Reksa Dana Danareksanya tidak dipotong pajak dan biaya administrasi. Demikian saya sampaikan, jika ada kata-kata yang kurang berkenan mohon maaf sebelumnya. Untuk Pak Hilmi, terimakasih banyak atas undangan dan kepercayaan yang diberikan. Have a nice day…
Terima kasih mbak Patricia atas penjelasannya. Semoga banyak yang membeli RD dari Danareksa. Bagi temen-temen yang berminat membeli RD dari Danareksa silakan langsung kontak beliau melalui email.
Semoga semakin banyak orang yang melek investasi.
pa saya mau tanya pertanyaan saya ini g macem macem.
kalau saya invest di danareksa 100.000.000.-berapa hasil keuntungan yang saya peroleh dari danareksa,dan apakah invest danareksa ini hasilnya sudah dinyatan halal oleh MUI.
terima kasih.
Investasi di RD didasarkan pada Nilai Aktiva Bersih (NAB) saat transaksi. Untung/rugi dihitung dengan membandingkan NAB saat kita menjual RD dengan NAB saat kita membeli RD dikalikan dengan Unit Penyertaan (UP) yang kita miliki.
Untung/Rugi = (NAB jual - NAB beli) x UP
Misal:
Kita berinvestasi membeli RD A sebesar Rp 1 juta.
NAB RD A saat pembelian = Rp 1.000,- sehingga jumlah UP = 1.000.000/1.000 = 1.000
Satu tahun kemudian kita menjual RD A tersebut.
NAB RD A saat penjualan = Rp 1.200,-
Berarti RD memberikan hasil = (1.200 - 1.000) x 1.000 = Rp 200.000,-
Dengan kata lain RD A memberikan hasil sebesar 20% setahun, sebelum dikurangi biaya penjualan.
Jadi kita tidak bisa menghitung secara pasti berapa % keuntungan per tahun dari sebuah RD, meskipun kita bisa memperhatikan kinerja tahun sebelumnya HANYA sebagai acuan, bukan sebagai jaminan bahwa hasilnya pasti seperti itu.
mas ada yg saya mau tanyakan dari pengalaman2 yang mas ketahui Pernah ga nilai NAB RD menurun dibanding saat kita membeli
NAB memang biasa kalo naik turun, karena itu investasi di RD disarankan untuk jangka panjang minimal 5 tahun. Dalam jangka panjang, RD akan memberikan hasil yang lebih optimal.
Kalo mau yang halal, silakan beli Reksa Dana Syariah, karena pasti ada Dewan Pengawas Syariah-nya.
Selamat berinvestasi
Cuman mau sharing, beli reksadana juga bisa lewat Bank Commonwealth. Cukup buka tabungan dengan jumlah minimal di sana, lalu belanja reksadana. Pilihan RD-nya juga cukup banyak, mau yang saham, campuran, ato lain-lain.
Uang tabungannya dibelanjain RD semua juga boleh. Ada internet bankingnya, jadi bisa TOP UP online, gak perlu ke counter. Lumayan, gak perlu malu TOP UP kecil-kecilan untuk investor kelas teri seperti saya. He..he..
mau lihat2 dulu..cari info sebanyak mungkin,,,,baru ikutan inves
wah…makasih banget nih…saya jadi melek investasi setelah baca posting ini. apalagi penjelasan dari mbak patricia, jelas banget. Padahal kemaren saya udah coba ke bank permata tapi kaya’nya sales-nya kurang menguasai info ttg reksadana. tapi setelah baca postingan ini info yang saya dapet dari Permata Bank jadi semakin “nyambung”. By the way gimana pendapat mas hilmi tentang Fortis Equitas?
semua RD berbasis saham akan mampu memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dibanding jenis RD yang lain maupun deposito; akan lebih optimal jika digunakan sebagai investasi jangka panjang, minimal 5 tahun.
mas hilmi, nyuwun perso…
apa ada produk unitlink dari PNM yang base syariah? ato PNM hanya meluncurkan RD/RDS?
saya baru tau punya takaful. mohon infonya
matur nuwun…
PNM tidak mengeluarkan produk unitlink. Unitlink merupakan produk keluaran perusahaan asuransi. Sekarang sudah banyak produk unitlink berbasis syariah. Saya sendiri membeli produk unitlink berbasis syariah dari Prudential.
Salam kenal,
Saya mau iku gabungan ni
saya salah seorang yang bermimpi untuk berinvestasi lewat reksadana. Tolong dong dijelaskan apa saja syarat reksadana dan seluk beluk berinvestasi lewat reksadana. Sementara itu saja yang mau saya tanyakan. Klo dah ada jawaban tolong dikirim aja lewat e-mail saya.
Mas Hilmi,
bisa kasi ilustrasi nggak contoh perhitungan RD kalo dibiarkan mengendap 5 tahun.
Biasanya kan kalo sdh setahun biasanya langsung di tarik, biasanya stahun ada yg sampai 32%..
Thx pencerahannya.
salam mas hilmi.. saya sangat tertarik dgn reksadana..bisa minta tlg di emailkan RD apa yg harus saya beli karena saya tidak mengerti berapa nilai minimal uang untuk bisa membeli RD..trims
Mas Hilmi, saya mo tanyakan juga mengenai setoran per bulannya. misalnya saya buka rekening di RD mandiri yang minimalnya hanya 1 jt rp, di blog di atas dikatakan biaya yang dikenakan pertama 1 jt dan selanjutnya dikenakan 500 rb.
pertnyaan: apakah diwajibkan investor invest tiap bulannya yang 500 rb itu?? atau bisa 3 bulan /6bulan sekali/ bahkan tidak menambah invest lagi (hanya modal 1 juta saja sampai akhir masa jatuh temponya). trima kasih mas Hilmi atas kesediaannya membaca blog saya.
Investasi di reksadana sebaiknya teratur, baik jumlah maupun waktunya, disesuaikan dengan tujuan investasi itu sendiri. Besarnya investasi pertama di reksadana biasanya memang Rp 1 juta meskipun yang kurang dari Rp 500 ribu juga ada. Investasi berikutnya bisa bulanan, 3 bulanan atau 6 bulanan dengan besaran investasi minimal sesuai dengan kebijakan MI. Di reksadana tidak mengenal masa jatuh tempo, kapanpun kita bisa mencairkan dana yang ada.
Semoga membantu dan selamat berinvestasi
Bung Rifin,
Saya berniat investasi di reksadana, tapi ada yang menyarankan sebaiknya hindari reksadana karena bursa sedang tidak bersahabat sekarang. Asumsi saya, investasi pada saat NAB sedang turun seperti sekarang UP yang diperoleh tentunya lebih banyak. Dus, pada saat bursa naik tentu nilai investasi kita lebih baik. Apa betul asumsi seperti itu? Plus, dengan kondisi dunia seperti sekarang (minyak dunia, emas dan komoditas naik terus) masih sehat berinvestasi di reksadana?
Selamat siang. Sukses buat mas Helmi dan rekan2 di sini. Mas, saya ingin mengatakan I WANT TO BE A SMART INVESTOR, please tell me the way I should to go. Ceritanya begini mas, saya punya dana nganggur untuk diinvestasikan ke bentuk selain deposito atau properties. dana itu bisa saya investasikan selama 5 - 10 tahun. Terima kasih atas infornya.
seandainya saya punya dana 10 jt dan akan berinvestasi di danareksa,bagaimana sebaiknya. mohon saran. thank’s before.
ps. jawaban bisa reply ke e-mail saya (japri)
salam mas hilmi.. saya sangat tertarik dgn reksadana..
bisa minta tlg di emailkan, RD apa yg harus saya beli karena saya tidak mengerti berapa nilai minimal uang untuk bisa membeli RD dan bagaimana cara memulainya..
trims
Saya kepingin buka reksadana Fortis equitas, gimana caranya? Saya udah search di internet, dan bank yang menjual salah satunya bank lippo…saya belum ke bank lippo, seandainya saya beli lewat internet gimana caranya?
Lebih bagus mana prospeknya RD fortis equitas dengan RD Mandiri investa atraktif-syariah?
Minta penjelasannya lewat email (japri).
mas hilmi yang terhormat, apakah reksadana juga memberikan keuntungan bulanan seperti bunga deposito atau tahunan seperti deviden saham?atau kita mendapatkan keuntungan dari penjualan ketika nilai reksadana naik?matur nuwun.
keuntungan reksadana akan lebih optimal dari penjualan ketika nilai reksadana naik, karena itu investasi RD akan lebih baik kalau dilakukan dalam jangka panjang, minimal 3 tahun.
Mas Hilmi, saya boleh minta email staff telesales nya PNM?
Beberapa waktu lalu saya mengirim email ke reksadana@pnmim.com namun tidak ada tanggapan sampai sekarang. Mungkin jika ke email personal lebih cepat di respon.
Terimakasih