≡ Menu
hilmiaRIFIN

Mengharapkan Pakta Integritas Lebih Dari Sekedar Tren

in Opini

Kegiatan penandatanganan Pakta Integritas di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta menyebabkan kata “Pakta Integritas” tiba-tiba menjadi begitu terkenal. Semuanya tiba-tiba mengenal kata pakta integritas. Dua buah kata yang bermakna sebagai kontrak moral itu tiba-tiba berubah wujud menjadi sebuah ikon.

Banyak alasan mengapa pakta integritas disodorkan. Mungkin sama banyaknya dengan pertanyaan mengapa pakta integritas yang dipilih. Bukankah semua fungsi dan jabatan itu sudah ada aturan mainnya. Sudah ada secara jelas rangkaian sanksi untuk pelanggarnya. Bahkan seorang PNS yang akan mengawali tugas maupun akan mengemban suatu jabatan struktural telah mengangkat sumpah dengan nama Tuhan mereka.

Penandatanganan Pakta Integritas bukan sekedar mengikuti tren dan tanpa maksud. Pakta Integritas diharapkan mampu mempercepat upaya mewujudkan citra birokrasi yang bersih dan baik, sehingga mendapatkan kepercayaan publik setinggi-tingginya. Namun perlu disadari bahwa Pakta Integritas hanya merupakan sebuah alat (tool) dalam upaya mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih. Oleh karena itu, ia tidak bisa berjalan sendiri. Penandatanganan pakta integritas harus diikuti dengan pembenahan di seluruh lini yang menyebabkan citra birokrasi terpuruk, khususnya yang berkaitan dengan masalah tindak pidana korupsi.

Membicarakan korupsi seakan tidak mengenal kata akhir karena permasalahan yang ada demikian kompleks, bahkan tidak diketahui dari mana harus mulai. Sebagian masyarakat mulai bersikap “fatalis”, dimana mereka beranggapan bahwa korupsi memang sulit untuk diberantas, karena telah menjadi sebuah budaya di kalangan birokrasi. Sikap ini secara tidak langsung meningkatkan sikap “permisif” untuk ikut juga melakukan korupsi, minimal membiarkan berlangsungnya tindakan korupsi. Jika mengacu pada temuan Transparansi Internasional Indonesia dalam surveinya di 32 kota baru-baru ini, hal tersebut tidak terlalu salah. Setidaknya 49% responden mengaku setuju terhadap tindakan penyuapan.

Baca selengkapnya pakta-integritas.pdf

0 comments… add one

Leave a Comment

Next post:

Previous post: