≡ Menu
hilmiaRIFIN

Manusia Istimewa

in Reflection

Dalam terminologi Islam, orang yang istimewa bukanlah mereka yang memiliki predikat-predikat istimewa dan “wah” dalam konteks mazhab materialisme. Akan tetapi, mereka yang masuk dalam daftar orang istimewa ini adalah mereka yang dekat kepada Allah SWT dan Allah SWT pun dekat dengannya. Al-Quranul Karim sering menyebutnya sebagai orang-orang yang bertakwa.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya supaya kamu mendapat keberuntungan”. (Al-Maidah {5}:35)

Manusia seperti ini bisa tinggal di pusat-pusat kota, atau hidup jauh di pelosok desa, di tengah rimba, atau pun di padang sahara. Mereka bisa berasal dari kalangan aghniya (kaya) atau berangkat dari sosok yang papa. Pun bisa jadi dia sosok penguasa, atau rakyat jelata. Jumlah mereka tidak banyak. Akan tetapi keberadaannya dapat menjadi solusi bagi lingkungannya, lancarnya jalan hidup, mudahnya berbagai urusan, damainya zaman, hingga berkahnya negeri yang kita huni.

Sosok-sosok manusia istimewa inilah yang diproses melalui bulan Ramadhan, berulang kali, dan setiap tahun. Inilah yang membuat dunia seimbang sejak dahulu. Semoga kita termasuk dalam pilihan-Nya sebagai “manusia istimewa”.

Sumber: Suara Hidayatullah, Sya’ban 1428 H

1 comment… add one
  • Aku kadang berfikir sbg manusia istimewa,karna menurutku aku beda dgn manusia kebanyakan. Namun itu salah ketika aku mendekatkan diriku kepada Allah. Aku ingin sekali menjadi kekasih Allah.

Leave a Comment