This post was published 3 years 5 months 29 days ago which may make its actuality or expire date not be valid anymore. This site is not responsible for any misunderstanding.Otoriter lebih berkonotasi negatif, termasuk dalam proses pembelajaran. Gaya mengajar otoriter biasanya membuat mahasiswa bosan. Lebih dari itu, mengajar dengan cara memaksa, jelas tidak membangun kesadaran. Penyampaiannya tidak argumentatif, logika dan rasionalitas tidak jelas. Oleh karenanya, konsep teoritik mengenai etika mengajar harus memenuhi beberapa persyaratan. Pertama mengajar menyampaikan sebuah kebenaran, keterbukaan, dan terdapat argumentasi. Kedua mengajar mengandung ada logika. Ketiga, mengajar tidak memaksa, namun membangun kesadaran.
Bertolak dari konsep di atas, perlu digagas kemungkinan adanya sistem mengajar yang standar untuk menjamin: (i) mengajar adalah menyampaikan sesuatu yang benar; (ii) sistem mengajarnya jelas; dan (iii) dosen menunjukkan aktualisasi profesionalismenya.
Kalau standar di atas bisa dilaksanakan, maka tujuan mengajar akan tercapai. Mengajar tidak lagi bersifat indoktrinatif atau doktriner atau imperatif, melainkan menjadi kegiatan yang sungguh-sungguh membangun otonomi, membangun kesadaran subyek yang diajar.
Di berbagai tempat upaya-upaya untuk membangun sistem itu memang masih dalam proses. Tetapi usaha-usaha yang telah dilakukan tersebut merupakan upaya positif dalam rangka membangun sistem dan institusi menurut etika mengajar. Selain itu juga mendorong terciptanya evaluasi pembelajaran yang sehat.
Sumber : www.ugm.ac.id
Hilmi Arifin, biasa dipanggil 

{ 2 comments… read them below or add one }
mengajar bukan hanya sekedar profesi dan kompetensi
tapi lebih dari itu
Wise man said:
Bad Teachers -> tell
Good Teachers -> explain
Best Teachers -> demonstrate ….
but
The Excellent Teachers is INSPIRE …
Salam,