Dunia pendidikan Indonesia dikejutkan dengan kasus penjiplakan (plagiarism) yang dilakukan oleh salah satu tenaga pengajar di Bandung. Dan yang lebih mengagetkan sekaligus mengherankan, pelakunya adalah seorang guru besar bergelar profesor yang diraihnya pada usia 41 tahun, sehingga disebut-sebut sebagai profesor temuda di bidangnya. Inilah sebuah ironi dunia pendidikan kita. Bagi kebanyakan orang, termasuk saya, membuat
From the category archives:
Hilmi Arifin, biasa dipanggil 
