<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>hilmiarifin &#187; Reflection</title> <atom:link href="http://hilmiarifin.com/category/reflection/feed" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://hilmiarifin.com</link> <description>sedekah pangkal kaya, berbagi pantang rugi</description> <lastBuildDate>Mon, 23 Apr 2012 23:04:58 +0000</lastBuildDate> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <item><title>Sebuah Kisah Tentang EMPATI</title><link>http://hilmiarifin.com/sebuah-kisah-tentang-empati.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/sebuah-kisah-tentang-empati.html#comments</comments> <pubDate>Thu, 21 Jan 2010 00:36:42 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Reflection]]></category> <category><![CDATA[Investment]]></category> <category><![CDATA[Islam]]></category> <category><![CDATA[Learning]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[Today's Lesson]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/?p=712</guid> <description><![CDATA[<a
href="http://hilmiarifin.com/sebuah-kisah-tentang-empati.html"><img
align="left" hspace="5" width="150" src="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/pictures_for_post/adc74fcb29575a0c3cb7e8da76ddc99a.jpeg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="Kisah Dermawan Abdullah bin Ja" title="" /></a>Di dalam kitab Ihya &#8216;Ulumuddin, Imam Ghazali pun menceritakan riwayat Abdullah bin Ja&#8217;far yang terkenal dermawan itu. Beliau adalah putera dari Ja&#8217;far bin Abu Thalib, pahlawan yang tewas dalam perang Mu&#8217;tah. Suatu kali dia berjalan-jalan pergi memeriksa kebun-kebunnya. Karena hari panas, berhentilah dia melepaskan lelah pada sebuah kebun kepunyaan orang lain. Di sana ada penjaganya [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img
class="alignleft" src="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/pictures_for_post/adc74fcb29575a0c3cb7e8da76ddc99a.jpeg" alt="Kisah Dermawan Abdullah bin Ja'far" width="252" height="193" /> Di dalam kitab Ihya &#8216;Ulumuddin, Imam Ghazali pun menceritakan riwayat Abdullah bin Ja&#8217;far yang terkenal dermawan itu. Beliau adalah putera dari Ja&#8217;far bin Abu Thalib, pahlawan yang tewas dalam perang Mu&#8217;tah. Suatu kali dia berjalan-jalan pergi memeriksa kebun-kebunnya. Karena hari panas, berhentilah dia melepaskan lelah pada sebuah kebun kepunyaan orang lain. Di sana ada penjaganya seorang budak hitam.</p><p>Sedang hari panas terik itu, tiba-tiba masuklah seekor anjing ke pekarangan kebun itu, sedang lidahnya sudah hampir terjela, karena haus dan laparnya. Digoyang-goyangkan ekornya menghadap kepada budak hitam itu minta dikasihani. Di tangan budak hitam itu ada tiga buah roti. Lalu dilemparkannya sebuah. Anjing itu memakannya sampai habis. Setelah habis dia menengadah lagi, meminta lagi. Dilemparkannya pula sepotong lagi, dan dimakan habis lagi oleh anjing itu. Dan dia menengadah lagi, meminta lagi. Lalu dilemparkannya pula, roti satu-satunya yang masih tinggal dalam tangannya dan tidak ada lagi yang lain. Anjing itu pun sudah kenyang, lalu meninggalkan tempat itu. Sedang budak hitam tadi, tidak lagi mempunyai persediaan roti, telapak tangannya telah disapukannya ke celananya.</p><p><span
id="more-712"></span></p><p>Abdullah bin Ja&#8217;far lalu memanggil budak itu dan bertanya,&#8221;Hai Anak! Berapa engkau mendapat pembagian makanan dari tuanmu satu hari ?&#8221;</p><p>Anak itu menjawab,&#8221;Sebanyak yang bapak lihat itulah.&#8221; (tiga potong roti).</p><p>Beliau bertanya pula,&#8221;Mengapa lebih kau pentingkan makanan buat anjing itu daripada dirimu sendiri?&#8221;</p><p>Dia menjawab,&#8221;Hamba lihat anjing itu bukanlah anjing sekeliling tempat ini. Tentu dia datang dari tempat jauh, mengembara karena kelaparan. Maka tidaklah hamba sampai hati melihatnya pergi dengan lapar dan tidak berdaya lagi.&#8221;</p><p>Beliau bertanya,&#8221;Apa yang engkau makan hari ini?&#8221;</p><p>Budak itu menjawab,&#8221;Biar hamba pererat ikat pinggang hamba.&#8221;</p><p>Mendengar jawaban yang demikian, termenunglah Abdullah bin Ja&#8217;far dan berkatalah ia kepada dirinya sendiri,&#8221;Sampai dimana aku dikenal sebagai seorang pemurah dan dermawan, padahal budak ini lebih daripadaku. Bersedia dia memberikan makanan yang akan dimakannya satu hari, hanya karena tidak tahan melihat seorang anjing yang nyaris mati kelaparan.&#8221;</p><p>Lalu dimintanya kepada anak itu supaya ditunjukkan rumah orang yang punya kebun yang dipeliharanya itu. Setelah bertemu orang itu, ditawarnyalah kebun itu. Setelah cocok harganya, langsung dibayarnya. Lalu ditawarnya pula budak penjaga kebun itu dan setelah cocok harga dibayarnya dan dibelinya pula segala alat perkebunan itu. Setelah selesai semua, kembalilah dia ke tempat budak itu, lalu katanya,&#8221;Kebun ini telah kubeli dari tuanmu yang lama dan engkaupun telah kubeli pula. Mulai saat ini engkau aku merdekakan dari perbudakan dan kebun ini aku hadiahkan kepadamu. Hiduplah engkau dengan bahagia di dalam memelihara kebunmu ini.&#8221;</p><p>Tercengang dan terharu budak itu memandang kedermawanan yang demikian tinggi, padahal bagi Abdullah bin Ja&#8217;far masih dirasakan, bahwa kedermawanan budak itu masih lebih tinggi dari pada kedermawanan dirinya sendiri.</p><p><a
href="http://www.facebook.com/group.php?gid=155644615454"><em><small>Sumber</small></em></a></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/sebuah-kisah-tentang-empati.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Abu Ubaidah bin Jarrah, Gubernur Syam yang Zuhud</title><link>http://hilmiarifin.com/abu-ubaidah-bin-jarrah-gubernur-syam-yang-zuhud.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/abu-ubaidah-bin-jarrah-gubernur-syam-yang-zuhud.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 21 Oct 2009 09:32:08 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Reflection]]></category> <category><![CDATA[Islam]]></category> <category><![CDATA[Learning]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[Today's Lesson]]></category> <category><![CDATA[zuhud]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/?p=644</guid> <description><![CDATA[<a
href="http://hilmiarifin.com/abu-ubaidah-bin-jarrah-gubernur-syam-yang-zuhud.html"><img
align="left" hspace="5" width="150" height="150" src="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/zuhud-150x200.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="Pemimpin Amanah, Zuhudnya Pemimpin, Teladan Pimpinan" title="Kisah Pemimpin yang Zuhud" /></a>Abu Ubaidah adalah seorang sahabat yang terpercaya dan dicintai Rasulullah saw. Dia ikut banyak peperangan membela panji-panji Islam. Bahkan, menjadi panglima perang yang sangat memperhatikan keselamatan tentaranya. Bahkan Abdullah bin Mas’ud bangga dengannya. “Paman-pamanku yang paling setia sebagai sahabat Rasulullah saw, cuma tiga orang. Mereka adalah Abu Bakar, Umar, dan Abu Ubaidah,” begitu ujarnya. Rasulullah [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p><a
href="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/zuhud.jpg"><img
class="alignleft size-full wp-image-645" title="Kisah Pemimpin yang Zuhud" src="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/zuhud.jpg" alt="Pemimpin Amanah, Zuhudnya Pemimpin, Teladan Pimpinan" width="240" height="320" /></a>Abu Ubaidah adalah seorang sahabat yang terpercaya dan dicintai Rasulullah saw. Dia ikut banyak peperangan membela panji-panji Islam. Bahkan, menjadi panglima perang yang sangat memperhatikan keselamatan tentaranya.</p><p>Bahkan Abdullah bin Mas’ud bangga dengannya. “Paman-pamanku yang paling setia sebagai sahabat Rasulullah saw, cuma tiga orang. Mereka adalah Abu Bakar, Umar, dan Abu Ubaidah,” begitu ujarnya.</p><p>Rasulullah saw. sendiri mengakui kualitas Abu Ubaidah. “Bagi suatu kaum adalah seseorang yang paling mereka percayai dan bagi kaum ini adalah Abu Ubaidah bin Jarrah,” begitu sabda Rasulullah saw.</p><p><span
id="more-644"></span></p><p>Di masa pemerintahan Abu Bakar sebagai Khalifah, Abu Ubaidah dipercaya sebagai Ketua Pengawas Perbendaharaan Negara. Abu Bakar kemudian mengangkatnya menjadi Gubernur Syam. Jabatan ini diemban Abu Ubaidah hingga di masa pemerintahan Umar bin Khattab.</p><p>Tak lama kemudian Umar mengangkat Abu Ubaidah sebagai Panglima Perang menggantikan Khalid bin Walid.</p><p>Suatu ketika, ketika di masa pemerintahan Abu Ubaidah, Syam dikepung musuh. Umar berkirim surat kepada Abu Ubaidah. Isinya, “Sesunggunya tidak akan pernah ada seorang mukmin yang dibiarkan Allah dalam suatu penderitaan melainkan Dia akan melapangkan jalannya, hingga kesulitan akan dibalas-Nya dengan kemudahan.”</p><p>Surat itu dibalas oleh Abu Ubaidah dengan kalimat, <strong>“Sesungguhnya Allah swt. telah berfirman: Ketahuilah bahwasanya kehidupan dunia ini hanyalah main-main dan senda gurau, bermewah-mewah, dan saling membanggakan kekayaan dan anak pinak di antaramu, ibarat hujan (menyirami bumi), tumbuh-tumbuhan (menjadi subur menghijau), mengagumkan para petani. Lalu tanaman itu mengering, tampak menguning, kemudian menjadi rapuh dan hancur. Sedang di akhirat kelak, ada azab yang berat (bagi mereka yang menyenangi kemewahan dunia) namun ada pula ampunan dan keridhaan Allah (bagi yang mau bertobat). Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu belaka.”</strong> (Al-Haddid: 20)</p><p>Surat balasan Abu Ubaidah ini oleh Umar dibacakan di depan kaum muslimin seusai melaksanakan shalat berjamah. “Wahai penduduk Madinah, sesungguhnya Abu Ubaidah mengharapkan aku dan kalian semua suka berjihad,” kata Umar.</p><p>Memang Abu Ubaidah dikenal orang di zamannya sebagai orang yang <a
href="http://hilmiarifin.com/tiga-cara-mencapai-derajat-zuhud/">zuhud</a>. Umar pernah berkunjung ke Syam ketika Abu Ubaidah menjabat sebagai gubernur. “Abu Ubaidah, untuk apakah aku datang ke rumahmu?” tanya Umar. Jawab Abu Ubaidah, “Untuk apakah kau datang ke rumahku? Sesungguhnya aku takut kau tak kuasa menahan air matamu begitu mengetahui keadaanku nanti.”</p><p>Namun Umar memaksa. Akhirnya Abu Ubaidah mengizinkan Umar berkunjung ke rumahnya. Sungguh Umar terkejut. Ia mendapati rumah Sang Gubernur Syam kosong melompong. Tidak ada perabotan sama sekali.</p><p>Umar bertanya, “Hai Abu Ubaidah, di manakah penghidupanmu? Mengapa aku tidak melihat apa-apa selain sepotong kain lusuh dan sebuah piring besar itu, padahal kau seorang gubernur?”</p><p>“Adakah kau memiliki makanan?” tanya Umar lagi. Abu Ubaidah kemudian berdiri dari duduknya menuju ke sebuah ranjang dan memungut arang yang didalamnya.</p><p>Umar pun meneteskan air mata melihat kondisi gubernurnya seperti itu. Abu Ubaidah pun berujar, “Wahai Amirul Mukminin, bukankah sudah kukatakan tadi bahwa kau ke sini hanya untuk menangis.” Umar berkata, “Ya Abu Ubaidah, banyak sekali di antara kita orang-orang yang tertipu oleh godaan dunia.”</p><p>Suatu ketika Umar mengirimi uang kepada Abu Ubaidah sejumlah empat ribu dinar. Orang yang diutus Umar melaporkan kepada Umar, “Abu Ubaidah membagi-bagi kirimanmu.” Umar berujar, “Alhamdulillah, puji syukur kepada-Nya yang telah menjadikan seseorang dalam Islam yang memiliki sifat seperti dia.”</p><p>Begitulah Abu Ubaidah. Hidup baginya adalah pilihan. Ia memilih <a
href="http://www.dakwatuna.com/2007/zuhud/">zuhud</a> dengan kekuasaan dan harta yang ada di dalam genggamannya. <strong>Baginya jabatan bukan aji mumpung buat memperkaya diri. Tapi, kesempatan untuk beramal lebih intensif guna meraih surga</strong>.</p><p><a
href="http://www.dakwatuna.com/2008/abu-ubaidah-bin-jarrah-gubernur-syam-zuhud/"><em>Sumber</em></a></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/abu-ubaidah-bin-jarrah-gubernur-syam-yang-zuhud.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>3</slash:comments> </item> <item><title>Sebutir Kurma Penjegal Doa</title><link>http://hilmiarifin.com/sebutir-kurma-penjegal-doa.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/sebutir-kurma-penjegal-doa.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 26 Aug 2009 04:59:04 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Reflection]]></category> <category><![CDATA[doa]]></category> <category><![CDATA[Islam]]></category> <category><![CDATA[Learning]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[sholat]]></category> <category><![CDATA[Today's Lesson]]></category> <category><![CDATA[zuhud]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/?p=631</guid> <description><![CDATA[<a
href="http://hilmiarifin.com/sebutir-kurma-penjegal-doa.html"><img
align="left" hspace="5" width="150" height="150" src="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/Doa-150x200.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="Doa Makbul, Rahasia Doa, Sholat, Hakikat Doa" title="Sebutir Kurma Penjegal Doa" /></a>Usai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke Mesjidil Aqsa. Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat Mesjidil Haram. Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya. Setelah itu ia [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p><a
href="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/Doa.jpg"><img
class="alignleft size-full wp-image-632" title="Sebutir Kurma Penjegal Doa" src="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/Doa.jpg" alt="Doa Makbul, Rahasia Doa, Sholat, Hakikat Doa" width="203" height="270" /></a>Usai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke Mesjidil Aqsa. Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat Mesjidil Haram. Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya.</p><p>Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa. 4 bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan dibawah kubah. Ia shalat dan berdoa  khusuk sekali. Tiba-tiba ia mendengar percakapan dua malaikat tentang dirinya.</p><p><span
id="more-631"></span></p><p>&#8220;Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT,&#8221; kata malaikat yang satu. &#8220;Tetapi sekarang tidak lagi, doanya ditolak karena 4 bulan yang lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat Mesjidil Haram,&#8221; jawab malaikat yang satu lagi.</p><p>Ibrahim bin Adham terkejut sekali, ia terhenyak, jadi selama 4 bulan ini ibadahnya, shalatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya. &#8220;Astaghfirullahal adzhim&#8221; Ibrahim beristighfar.</p><p>Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua penjual kurma untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya. Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang tua itu melainkan seorang anak muda.</p><p>&#8220;4 bulan yang lalu saya membeli kurma disini dari seorang pedagang tua, kemana ia sekarang?&#8221; tanya Ibrahim. &#8220;Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang kurma&#8221; jawab anak muda itu.</p><p>&#8220;Innalillahi wa innailaihi roji&#8217;un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan?&#8221; Lantas Ibrahim menceritakan peristiwa yang dialaminya, anak muda itu mendengarkan penuh minat.</p><p>&#8220;Nah, begitulah&#8221; kata Ibrahim setelah bercerita, &#8220;Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur kumakan tanpa izinnya?&#8221;</p><p>&#8220;Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi entah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang. Saya tidak berani mengatasnamakan mereka karena mereka mempunyai hak waris sama dengan saya.&#8221;</p><p>&#8220;Dimana alamat saudara-saudaramu? Biar saya temui mereka satu-persatu.&#8221;</p><p>Setelah menerima alamat, Ibrahim bin Adham pergi menemui. Biar berjauhan, akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh Ibrahim.</p><p>4 bulan kemudian, Ibrahim bin Adham sudah berada  dibawah kubah. Tiba tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap-cakap. &#8220;Itulah Ibrahim bin Adham yang doanya tertolak gara-gara makan sebutir kurma milik orang lain&#8221;.</p><p>&#8220;O, tidak..sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas.&#8221;</p><p>Sepertinya kita sudah harus memulai tekat yang bulat untuk menerapkan yang hak dan yang bathil dalam hidup kita dan kita juga harus berhati-hati dalam memasukan makanan ke dalam tubuh kita&#8230;apakah sudah halalkah? Lebih baik tinggalkan bila ragu-ragu&#8230;</p><p>Wallahu’alam.</p><p><em>*image <a
href="http://flickr.com/photos/40969344@N00" target="_blank">credit</a></em></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/sebutir-kurma-penjegal-doa.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>1</slash:comments> </item> <item><title>Frank Edward Piccolo Foundation</title><link>http://hilmiarifin.com/frank-edward-piccolo-foundation.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/frank-edward-piccolo-foundation.html#comments</comments> <pubDate>Sat, 08 Nov 2008 02:38:11 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Reflection]]></category> <category><![CDATA[Learning]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[Today's Lesson]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/?p=316</guid> <description><![CDATA[Many philanthropists, nowadays, pay much more attention to the lives of others especially youth since the youth is believed to be the platform of next generation. They provide the youth with excellent education opportunities in colleges or universities. Moreover, they also use their wealth to help the medication of those who are poor. Jim Piccolo, [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Many philanthropists, nowadays, pay much more attention to the lives of others especially youth since the youth is believed to be the platform of next generation. They provide the youth with excellent education opportunities in colleges or universities. Moreover, they also use their wealth to help the medication of those who are poor.</p><p><span
id="more-316"></span></p><p><a
title="Jim Piccolo" href="http://www.frankedwardpiccolo.org/reaching_out.html" target="_blank">Jim Piccolo</a>, founder of Nouveau University and Nouveau Riche Real Estate Investment College, through The Frank Edward Piccolo Foundation together with other philanthropists has set their great purposes to help others. Therefore, <a
title="Jim Piccolo" href="http://www.marketwatch.com/news/story/former-university-phoenix-president-lead/story.aspx?guid={959582ED-08BF-4CC8-A8CC-296FA85CC24A}&amp;dist=hppr" target="_blank">Jim Piccolo</a> and teams have made some charity programs that are intended for the poor and youth. You can go to <a
href="http://frankedwardpiccolo.org/reaching_out.html" target="_blank">frankedwardpiccolo.org/reaching_out.html</a> for more information about the kinds of programs they made. <a
title="Jim Piccolo" href="http://www.marketwatch.com/news/story/Nouveau-University-Acquires-Institute-Construction/story.aspx?guid=%7B2A29D94D-3C7B-4432-A2BD-4A475AFC3586%7D" target="_blank">Jim Piccolo</a> and his students at Nouveau Riche also help the youth from Help4Teenz by sharing their stories of hope. He also helps Muhammad Ali&#8217;s Parkinson Centre by giving some donation.</p><p>The most important thing that Jim Piccolo and teams want to share through The Frank Edward Piccolo Foundation is that hope makes everything possible. This message is spread widely to youth. If you are interested in joining such charity programs, you can directly contact the foundation. You can be a part of the team that wants to share their wealth with others.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/frank-edward-piccolo-foundation.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>3</slash:comments> </item> <item><title>Tuhan Turun ke Langit Dunia</title><link>http://hilmiarifin.com/tuhan-turun-ke-langit-dunia.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/tuhan-turun-ke-langit-dunia.html#comments</comments> <pubDate>Tue, 23 Sep 2008 06:29:49 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Reflection]]></category> <category><![CDATA[doa]]></category> <category><![CDATA[Learning]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[mengajar]]></category> <category><![CDATA[Today's Lesson]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/?p=235</guid> <description><![CDATA[Seorang laki-laki setengah baya berteriak-teriak berkeliling desa. &#8220;Tuhan turun ke langit duniaaa&#8230;!!! Tuhan turun ke langit duniaaaa&#8230;!!!. Warga desapun keluar dari rumahnya masing-masing dan menghampiri laki-laki yang berteriak itu. &#8220;Ada apa pak?&#8221;, tanya salah seorang warga. &#8220;Kita harus berkumpul di lapangan desa, karena Tuhan sedang turun ke langit dunia, untuk mengabulkan langsung permintaan setiap orang [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Seorang laki-laki setengah baya berteriak-teriak berkeliling desa. &#8220;Tuhan turun ke langit duniaaa&#8230;!!! Tuhan turun ke langit duniaaaa&#8230;!!!. Warga desapun keluar dari rumahnya masing-masing dan menghampiri laki-laki yang berteriak itu. &#8220;Ada apa pak?&#8221;, tanya salah seorang warga. &#8220;Kita harus berkumpul di lapangan desa, karena Tuhan sedang turun ke langit dunia, untuk mengabulkan langsung permintaan setiap orang yang meminta&#8221;, ujar laki-laki tengah baya tersebut dengan menyeka dahinya yang penuh dengan peluh.</p><p><span
id="more-235"></span></p><p>Tak ayal lagi semua warga desa berlari menuju lapangan desa untuk memanfaatkan kesempatan yang belum pernah terjadi ini. Satu per satu setiap orang menengadahkan tangannya untuk meminta kepada Tuhan.</p><p>Pak Hartawan orang paling kaya di desa menyeru dengan lantang, &#8220;Tuhan, berikan saya harta yang lebih banyak karena dengan harta yang sangat banyak saya bisa beramal untuk semua orang yang membutuhkan!&#8221; Tuhan mengabulkannya.</p><p>Pak Sholeh seorang pemimpin agama di desa memohon dengan takzim, &#8220;Tuhan, berikan saya ilmu yang bermanfaat sebanyak-banyaknya supaya saya bisa mengajarkan kebaikan kepada seluruh umat manusia!&#8221; Tuhan mengabulkannya.</p><p>Pak Hadi seorang tabib menengadahkan tangannya, &#8220;Tuhan, berikan hamba kesaktian yang tiada tara supaya hamba bisa menyembuhkan semua penyakit yang diderita oleh semua umat manusia!&#8221; Tuhan mengabulkannya.</p><p>Pak Agung yang kepala desa dengan muka antusias dan penuh semangat berteriak, &#8220;Tuhan, berikan saya kedahsyatan untuk memimpin agar saya bisa membawa perubahan menakjubkan untuk menciptakan kesejahteraan untuk warga saya!&#8221; Tuhan mengabulkannya.</p><p>Satu per satu warga desa mengucapkan permintaannya dan Tuhanpun tanpa kenal lelah mengabulkan semua permintaan.</p><p>Hari beranjak sore. Pada saat Tuhan berpamitan dengan seluruh warga desa, tiba-tiba dari kejauhan seorang nenek-nenek tua berjalan tertatih-tatih dengan membawa sebuah baki berisi air putih. Dengan kelembutannya Tuhan bertanya kepada nenek tua yang baru saja datang, &#8220;Wahai hambaku, adakah permintaan yang ingin kau sampaikan kepadaKU?</p><p>Nenek tua ini menatap Tuhan dengan ketakjuban, &#8220;Tuhanku, di kesempatan yang sangat mulia ini aku ingin memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Aku tidak ingin meminta kepadaMU karena hampir setiap denyut jantungku, aku selalu meminta kepadaMU. Hampir setiap doaku selalu Engkau kabulkan dengan caraMU. Perkenankan wahai Tuhanku kali ini aku memberikan kepadaMU segelas air putih sebagai wujud perhatianku kepadaMU. Meskipun Engkau Maha Kaya perkenankan Tuhan menerima pemberianku&#8221;.</p><p>Tuhan menatap wanita ini dengan penuh kelembutan, dari sorot matanya memancarkan kebanggaan yang luar biasa. Dalam hatiNYA berbisik &#8220;Inilah penghuni surgaKU&#8221;.</p><p>Selamat menjalani hari dengan penuh rahmat.</p><p>Regards,<br
/> Cahyana Puthut Wijanarka</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/tuhan-turun-ke-langit-dunia.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Setiap Hari Dalam Hidupmu adalah Istimewa</title><link>http://hilmiarifin.com/setiap-hari-dalam-hidupmu-adalah-istimewa.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/setiap-hari-dalam-hidupmu-adalah-istimewa.html#comments</comments> <pubDate>Sat, 20 Sep 2008 02:19:57 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Reflection]]></category> <category><![CDATA[Learning]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[Today's Lesson]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/?p=233</guid> <description><![CDATA[Dari salah satu milis yang saya ikuti, saya memperoleh banyak sekali pencerahan dari mereka yang mau berbagi dan saling mengingatkan dalam kebaikan. So, tidak ada salahnya saya pun berbagi dengan para pembaca blog ini. Jangan pernah ragu untuk bergabung dengan banyak milis untuk terus berbagi dan belajar. Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu: &#8220;Sesungguhnya [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Dari salah satu milis yang saya ikuti, saya memperoleh banyak sekali pencerahan dari mereka yang mau berbagi dan saling mengingatkan dalam kebaikan. So, tidak ada salahnya saya pun berbagi dengan para pembaca blog <a
href="http://hilmiarifin.com/">ini</a>. Jangan pernah ragu untuk bergabung dengan banyak milis untuk terus berbagi dan belajar.</p><p><span
id="more-233"></span></p><blockquote><p>Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu: &#8220;Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi&#8230; (QS. Al Kahfi: 23)</p></blockquote><p>Sahabatku membuka laci tempat istrinya menyimpan pakaian dalam dan membuka bungkusan berbahan sutra &#8220;Ini, &#8230;&#8221;, dia berkata, &#8220;Bukan bungkusan yang asing lagi&#8221;. Dia membuka kotak itu dan memandang pakaian dalam sutra serta kotaknya. &#8220;Istriku mendapatkan ini ketika pertama kali kami pergi ke New York, 8 atau 9 tahun yang lalu. Dia tidak pernah mengeluarkan bungkusan ini. Dia bilang, hanya akan digunakan untuk kesempatan yang istimewa.</p><p>Dia melangkah dekat tempat tidur dan meletakkan bungkusan hadiah didekat pakaian yang dia pakai ketika pergi ke pemakaman. Istrinya baru saja meninggal. Dia menoleh padaku dan berkata: <strong>&#8220;JANGAN PERNAH MENYIMPAN SESUATU UNTUK KESEMPATAN ISTIMEWA, SETIAP HARI DALAM HIDUPMU ADALAH KESEMPATAN YANG ISTIMEWA!&#8221;</strong></p><p>Aku masih berpikir bahwa kata-kata itu akhirnya mengubah hidupku. Sekarang aku tidak berlama-lama menyimpan sesuatu. Aku menggunakan gelas-gelas kristal setiap hari. Aku akan mengenakan pakaian baru untuk pergi ke supermarket, jika aku menyukainya. Aku tidak menyimpan parfum spesialku untuk kesempatan istimewa, aku menggunakannya kemanapun aku menginginkannya.</p><p>Kata-kata &#8220;Suatu hari&#8230;&#8221; dan Satu saat nanti&#8230;&#8221; sudah lenyap dari kamusku. Jika dengan melihat, mendengar dan melakukan sesuatu ternyata bisa menjadi berharga, aku ingin melihat, mendengar atau melakukannya sekarang.</p><p>Aku akan menyesalinya, karena aku tidak akan lebih lama lagi melihat teman-teman yang akan aku temui, juga surat-surat yang ingin aku tulis Suatu hari nanti. Aku akan menyesal dan merasa sedih kalau aku tidak sempat mengatakan betapa aku mencintai orangtuaku, saudara-saudaraku dan teman-temanku.</p><p>Sekarang, aku mencoba untuk tidak menunda atau menyimpan apapun yang bisa membuatku tertawa dan bisa membuatku menikmati hidup. Dan, setiap pagi, aku berkata kepada diriku sendiri bahwa hari ini akan menjadi hari istimewa. Setiap hari, setiap jam, setiap menit, adalah istimewa.</p><p><strong>&#8230;ingatlah bahwa &#8220;Suatu saat&#8221; itu sangat jauh&#8230; Dan mungkin tidak akan pernah datang &#8230;</strong></p><blockquote><p>&#8230; dan bersegera pada (mengerjakan) kebajikan. Mereka itu termasuk orang-orang yang saleh (QS. Ali Imran: 114)</p></blockquote> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/setiap-hari-dalam-hidupmu-adalah-istimewa.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>1</slash:comments> </item> <item><title>&#8220;nDeso&#8221;</title><link>http://hilmiarifin.com/ndeso.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/ndeso.html#comments</comments> <pubDate>Tue, 16 Sep 2008 23:09:29 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Reflection]]></category> <category><![CDATA[Government]]></category> <category><![CDATA[Learning]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[Today's Lesson]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/?p=231</guid> <description><![CDATA[Satu lagi arsip e-mail yang sangat menarik Deso (baca ndeso) itulah sebutan untuk orang yang norak, kampungan, udik, shock culture, countrified dan sejenisnya. Ketika mengalami atau merasakan sesuatu yang baru dan sangat mengagumkan, maka ia merasa takjub dan sangat senang, sehingga ingin terus menikmati dan tidak ingin lepas, kalau perlu yang lebih dari itu. Kemudian [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Satu lagi arsip e-mail yang sangat menarik <img
src='http://hilmiarifin.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p><p>Deso (baca ndeso) itulah sebutan untuk orang yang norak, kampungan, udik, <em>shock culture</em>, <em>countrified</em> dan sejenisnya. Ketika mengalami atau merasakan sesuatu yang baru dan sangat mengagumkan, maka ia merasa takjub dan sangat senang, sehingga ingin terus menikmati dan tidak ingin lepas, kalau perlu yang lebih dari itu. Kemudian ia menganggap hanya dia atau hanya segelintir orang yang baru merasakan dan mengalaminya. Maka ia mulai atraktif, memamerkan dan sekaligus mengajak orang lain untuk turut merasakan dan menikmatinya, dengan harapan orang yang diajak juga sama terkagum-kagum sama seperti dia.</p><p><span
id="more-231"></span></p><p>Lebih dari itu ia berharap agar orang lain juga mendukung terhadap langkah-langkah untuk menikmatinya terus-menerus. Hal ini biasa, seperti saya juga sering mengalami hal demikian, tetapi kita terus berupaya untuk terus belajar dari sejarah, pengalaman orang lain, serta belajar bagaimana caranya tidak jadi orang norak, kampungan alias deso.</p><p>Semua kampus di Jepang penuh dengan sepeda, tak terkecuali dekan atau bahkan rektor pun ada yang naik sepeda datang ke kampus. Sementara si pemilik perusahaan Honda tinggal di sebuah apartemen yang sederhana. Ketika beberapa pengusaha ingin memberi pinjaman kepada pemerintah Indonesia mereka menjemput pejabat Indonesia di Narita. Dari Tokyo naik kendaraan umum, sementara yang akan dijemput, pejabat Indonesia naik mobil dinas kedutaan yaitu mercy.</p><p>Ketika saya di Australia berkesempatan melihat sebuah acara seremoni dari jarak yang sangat dekat, dihadiri oleh pejabat setingkat menteri, saya tertarik mengamati mobil yang mereka pakai merk Holden baru yang paling murah untuk ukuran Australia. Yang menarik, para pengawalnya tidak terlihat karena tidak berbeda penampilannya dengan tamu-tamu, kalau tidak jeli mengamati kita tidak tahu mana pengawalnya.</p><p>Di Sidney saya berkenalan dengan seorang pelayan restoran Thailand. Dia seorang warga negara Malaysia keturunan Cina, sudah selesai S3, sekarang lagi mengikuti program Post Doc, dia anak seorang pengusaha yang kaya raya. Tidak mau menggunakan fasilitas orang tuanya malah jadi pelayan. Dia juga sebenarnya dapat beasiswa dari perguruan tingginya.</p><p>Satu bulan saya di Jepang tidak melihat orang pakai HP communicator, mungkin kelemahan saya mengamati. Dan setelah saya baca koran ternyata konsumen terbesar HP communicator adalah Indonesia. Sempat berkenalan juga dengan seorang yang berada di stasiun kereta di Jepang, ternyata dia anak seorang pejabat tinggi negara, juga naik kereta. Yang tak kalah serunya saya juga jadi pengamat berbagai jenis sepatu yang di pakai masyarakat Jepang ternyata tak bermerek. Wah ini yang deso siapa yaa?</p><p>Sulit membedakan tingkat ekonomi seseorang baik di Jepang atau di Australia, baik dari penampilannya, bajunya, kendaraannya, atau rumahnya. Kita baru bisa menebak kekayaan seseorang kalau sudah tahu pekerjaan dan jabatanya di perusahaan. Jangan-jangan kalau orang Jepang diajak ke Pondok Indah bisa pingsan melihat rumah segitu gede dan mewahnya. Rata-rata rumah disana memiliki tinggi plafon yang bisa dijambak dengan tangan hanya dengan melompat. Sehingga duduknyapun banyak yang lesehan.</p><blockquote><p>Ketika Indonesia sedang terpuruk, hutang lagi numpuk, rakyat banyak yang mulai ngamuk, negara sedang kere, banyak yang antri beras, minyak tanah, minyak goreng dll. Maka harga diri kita tidak bisa diangkat dengan medali emas turnamen olah raga, sewa pemain asing, banyak seremonial yang gonta-ganti baju seragam, baju dinas, merek mobil, proyek mercusuar, dll, dsb, dst.</p></blockquote><p><strong>Bangsa ini akan naik harga dirinya kalo utang sudah lunas, kelaparan tidak ada lagi, tidak ada pengamen dan pengemis, tidak ada lagi WTS (di Malaysia &#8220;Wanita Tak Senonoh&#8221;) , angka kriminal rendah, korupsi berkurang, punya posisi tawar terhadap kekuatan global</strong>. Maka orang nDeso (alias norak) tidak mampu mengatasi krisis karena tidak bisa menjadikan krisis sebagai paradigma dalam menyusun APBD dan APBN. Nah karena yang menyusun orang-orang norak maka asumsi dan paradigma yang dipakai adalah negara normal atau bahkan mengikut negara maju. Bayangkan ada daerah yang menganggarkan sepak bola 17 Milyar sementara anggaran kesranya 100 juta, wiiieh!</p><p>Akhirnya penyakit norak ini menjadi wabah yang sangat mengerikan dari atas sampai bawah :</p><ul><li> Orang bisa antri raskin sambil pegang HP</li><li> Pelajar bisa nunggak SPP sambil merokok</li><li> Orang tua lupa siapkan SPP, karena terpakai untuk beli tv dan kulkas</li><li> Orang bule mabuk karena kelebihan uang, orang kampung mabuk beli minuman patungan</li><li> Pengemis bisa pake walkman sambil goyang kepala</li><li> Para pengungsi bisa berjoget dalam tendanya</li><li> Orang beli gelar akademis di ruko-ruko tanpa kuliah</li><li> Ijazah S3 luar negeri bisa di beli di sebuah rumah petakan gang sempit di Cibubur</li><li> Kelihatannya orang sibuk ternyata masih sering keluar masuk Mc Donald</li><li> Kelihatannnya orang penting, ternyata sangat tahu detail dunia persepakbolaan</li><li> Kelihatan seperti aktivis tapi habis waktu untuk mencetin HP</li><li> 63 tahun merdeka, lomba-lombanya masih makan kerupuk saja</li><li> Agar rakyat tidak kelaparan, maka para pejabatnya dansa dansi di acara tembang kenangan</li><li> Agar kampanye menang harus berani sewa bokong-bokong bahenol ngebor</li><li> Agar masyarakat cerdas, maka sajikan lagu goyang dombret dan wakuncar</li><li> Agar bisa disebut terbuka, maka harus bisa buka-bukaan</li><li> Agar kelihatan inklusif maka hrs bisa menggandeng siapa saja, kalau perlu jin tomang juga digandeng</li></ul><blockquote><p><strong>Yang lebih mengerikan lagi adalah supaya kita tidak terlihat kere, maka harus bisa tampil keren. Makin kiamatlah kalo si kere tidak tahu dirinya kere.</strong></p></blockquote><p><em>oleh: Ika S. Creech<br
/> Penulis adalah Putra Indonesia Asli, kini bertempat tinggal di Paris, Perancis dan bekerja sebagai pembawa acara di salah satu stasiun di Perancis.</em></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/ndeso.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>3</slash:comments> </item> <item><title>Mampukah Kita Mencintai Tanpa Syarat</title><link>http://hilmiarifin.com/mampukah-kita-mencintai-tanpa-syarat.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/mampukah-kita-mencintai-tanpa-syarat.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 12 Sep 2008 22:52:51 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Reflection]]></category> <category><![CDATA[Learning]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[Today's Lesson]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/?p=229</guid> <description><![CDATA[Salah satu kelebihan menggunakan software pembaca e-mail (saya menggunakan outlook) untuk membaca email adalah kita bisa menyimpan e-mail dalam hard disk komputer kita dan membacanya secara offline, sehingga sewaktu-waktu kita bisa membacanya kembali. Ketika membaca kembali arsip-arsip email yang saya simpan, ketemu dengan artikel di bawah ini yang sangat bagus untuk menjadi bahan renungan. Dilihat [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Salah satu kelebihan menggunakan software pembaca e-mail (saya menggunakan outlook) untuk membaca email adalah kita bisa menyimpan e-mail dalam hard disk komputer kita dan membacanya secara offline, sehingga sewaktu-waktu kita bisa membacanya kembali. Ketika membaca kembali arsip-arsip email yang saya simpan, ketemu dengan artikel di bawah ini yang sangat bagus untuk menjadi bahan renungan.</p><p><span
id="more-229"></span></p><p>Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja  bahkan sudah mendekati malam, pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi  dengan merawat istrinya yang sakit dan  juga sudah tua Mereka menikah  sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal  cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba-tiba  kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Itu terjadi selama 2 tahun,  dan menginjak tahun ketiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa  tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi. Setiap  hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan  mengangkat istrinya ke atas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia  letakkan istrinya di depan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.</p><p>Walau istrinya tidak dapat bicara, tapi dia selalu melihat istrinya  tersenyum. Untunglah tempat usaha pak Suyatno tidak begitu jauh dari  rumahnya, sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan  siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan  selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan  apa-apa saja yang dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa  memandang tapi tidak bisa menanggapi, pak Suyatno sudah cukup senang  bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.</p><p>Rutinitas ini dilakukan pak Suyatno lebih kurang 25 tahun dengan sabar.  Dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan keempat buah hati  mereka. Sekarang anak-anak mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yang  masih kuliah. Pada suatu hari keempat anak Suyatno berkumpul di rumah  orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka  menikah dan sudah tinggal dengan keluarga masing-masing, pak Suyatno  memutuskan ibu mereka dia yang merawat, yang dia inginkan hanya satu  semua anaknya berhasil.</p><p>Dengan kalimat yang cukup hati-hati anak yang sulung berkata, &#8220;Pak,  kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak  merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir  bapak&#8230;bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu&#8221;. Dengan air mata  berlinang anak itu melanjutkan kata-katanya &#8220;sudah yang keempat kalinya  kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan  mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak? Dengan berkorban  seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan  merawat ibu sebaik-baik secara bergantian&#8221;.</p><p>Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anak  mereka, &#8220;Anak-anakku, jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya  untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah&#8230; tapi ketahuilah, dengan  adanya ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah  melahirkan kalian&#8230; sejenak kerongkongannya tersekat&#8230; kalian yang  selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak  satupun dapat menghargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah  dia menginginkan keadaanya seperti ini. Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah batin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan  keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih  sakit.&#8221;</p><p>Sejenak meledaklah tangis anak-anak pak Suyatno. Merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno&#8230; dengan pilu  ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu. Sampailah akhirnya  pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi  narasumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno, kenapa  mampu bertahan selama 25 tahun merawat istrinya yang sudah tidak bisa  apa-apa. Disaat itulah meledak tangis beliau, dan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru.</p><p>Disitulah pak Suyatno bercerita. &#8220;<strong>Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi  (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) adalah kesia-siaan</strong>. Saya  memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat  diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan  batinnya, bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yang  lucu-lucu. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita  bersama&#8230; dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit&#8230;&#8221;</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/mampukah-kita-mencintai-tanpa-syarat.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Sekilas tentang Kedermawanan</title><link>http://hilmiarifin.com/sekilas-tentang-kedermawanan.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/sekilas-tentang-kedermawanan.html#comments</comments> <pubDate>Tue, 09 Sep 2008 23:48:52 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Reflection]]></category> <category><![CDATA[Learning]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[Money]]></category> <category><![CDATA[Today's Lesson]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/?p=227</guid> <description><![CDATA[Jika seorang anak bisa membantu, mengapa &#8220;kita yang lebih baik&#8221; tidak? Ia berjalan di depan meja &#8216;donation&#8217;, kami berpikir:&#8217;dia akan lewat&#8230;&#8217; &#8220;Saya ingin menyumbang!&#8221; Ia menuang koin dari mangkuknya. Para petugas mengulurkan tangan ingin membantu, tapi dia ingin melakukannya dengan tangannya sendiri. Kami semua tak bisa berkata-kata, ia memberikan semua yang diperolehnya kepada Lembaga Amal [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Jika seorang anak bisa membantu, mengapa &#8220;kita yang lebih baik&#8221; tidak? Ia berjalan di depan meja &#8216;donation&#8217;, kami berpikir:&#8217;dia akan lewat&#8230;&#8217; &#8220;Saya ingin menyumbang!&#8221; Ia menuang koin dari mangkuknya. Para petugas mengulurkan tangan ingin membantu, tapi dia ingin melakukannya dengan tangannya sendiri.</p><p><span
id="more-227"></span></p><p>Kami semua tak bisa berkata-kata, ia memberikan semua yang diperolehnya kepada Lembaga Amal dengan usahanya sendiri. &#8220;Saya masih punya uang.&#8221; Ia berkata dengan antusias sambil merogoh saku celananya. Ia mengambil beberapa lembar uang 10 dollar dan&#8230; menyumbang!</p><blockquote><p>Orang bijak mengatakan, &#8220;Sesungguhnya jika kita berbuat kebaikan, kita BUKAN hanya sedang membantu orang atau mahkluk lain; namun sesungguhnya kita sedang membantu diri kita sendiri agar menjadi lebih bahagia&#8221;</p></blockquote><p><strong>Temukan kebahagiaan dengan memberi.</strong></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/sekilas-tentang-kedermawanan.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Analogi Puasa</title><link>http://hilmiarifin.com/analogi-puasa.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/analogi-puasa.html#comments</comments> <pubDate>Mon, 01 Sep 2008 02:03:53 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Reflection]]></category> <category><![CDATA[doa]]></category> <category><![CDATA[Islam]]></category> <category><![CDATA[Learning]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[sholat]]></category> <category><![CDATA[Tips and Tricks]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/?p=249</guid> <description><![CDATA[Tadi pagi selepas Sholat Subuh, saya bertemu dengan seorang Bapak (sebut saja Beliau). Dari sejak azan Subuh ketika saya datang ke mesjid, Beliau selalu duduk di pojokkan saf kedua dan tampak khusu&#8217; berdoa. Setelah selesai Sholat, beliau tetap berada di tempatnya dengan terdiam dan tampak sedang bertafakur. Ketika saya sedang menuju ke bawah (mesjid kami [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Tadi pagi selepas Sholat Subuh, saya bertemu dengan seorang Bapak (sebut saja Beliau). Dari sejak azan Subuh ketika saya datang ke mesjid, Beliau selalu duduk di pojokkan saf kedua dan tampak khusu&#8217; berdoa. Setelah selesai Sholat, beliau tetap berada di tempatnya dengan terdiam dan tampak sedang bertafakur.</p><p>Ketika saya sedang menuju ke bawah (mesjid kami 2 tingkat dimana tingkat dua dipakai untuk ibadah sholat sementara bagian bawah untuk pengajian anak-anak (TPA)), ada suara yang memanggil saya, &#8220;Dik sebentar dik!&#8221;. Saya terkejut dan mencari suara itu datangnya darimana. Ternyata Beliau yang memanggil saya. Kemudian saya menghampirinya. &#8220;Ada apa, Pak?&#8221;</p><p><span
id="more-249"></span></p><p>Beliau menjawab,&#8221;Boleh mengganggu sebentar&#8221;. Jawab saya,&#8221;Oh tidak apa-apa lagipula ini masih pagi dan masih ada waktu untuk ngobrol-ngobrol&#8221;. Akhirnya mengucapkan terima kasih atas berkenannya saya untuk menemaninya ngobrol.</p><p>&#8220;Tahu ga dik? Saya tahu adik dari tadi selalu memperhatikan saya sejak masuk mesjid sampai selesai sholat tadi&#8221; kata Beliau. Terkejut saya mendengarnya karena perasaan saya, Beliau dari awal sampai akhir selalu menunduk dan dengan khusu&#8217;nya berdoa tapi kok tahu saya memperhatikannya.&#8221;Kok Bapak tahu sih?&#8221; kata saya. Beliau tidak menjawab tetapi hanya tersenyum. Kemudian Beliau memperkenalkan diri dan namanya sama dengan sahabat Rasul SAW yang menjadi Khalifah ke-dua pada jaman setelah Rasul SAW wafat. Beliau juga bertanya nama, alamat dan sudah berapa saya tinggal.</p><p>Setelah bicara kesana kemari, Beliau bertanya,&#8221;Kapan mulai Puasa Ramadhan?&#8221;. Jawab saya &#8220;Ya tinggal sekitar 1 bulan lagi pak&#8221;. &#8220;Alhamdulillah&#8221; jawab Beliau. &#8220;Bagaimana puasa ramadhan tahun lalu dik? Lancar?&#8221; tanya Beliau. &#8220;Puasa Ramadhan tahun lalu saya tidak mendapatkan apa-apa Pak selain lapar dan haus&#8221;, jawab saya dengan polosnya.</p><p>&#8220;Jarang saya mendapatkan jawaban seperti ini dik&#8221; kata Beliau. Kok bisa sih apa ada yang aneh dalam hati saya. Kata Beliau banyak orang yang belum bisa menjawab apabila ada pertanyaan seperti itu. Setelah itu Beliau dengan lancarnya menjelaskan tentang analogi puasa. Nah ini cerita serunya (pikir saya saat itu)<br
/> Beliau menganalogikan antara puasa dengan Pesta Olahraga seperti Olimpiade, Asian Games, Sea Games, Piala Dunia, Euro sampai Piala Thomas-Uber dan lain-lain. Beliau menjelaskannya seperti ini:</p><ol><li>Puasa dan Pesta Olahraga pada akhir/ujungnya yang ingin dicapai adalah prestasi. Prestasi dalam olahraga adalah medali (emas,perak dan perunggu), Piala Kejuaraan dan lain-lain. Kalau puasa adalah diterimanya puasa oleh Allah secara utuh tanpa ada yang kurang maupun lebih (maaf saya kurang bisa menjelaskan dengan dalil-dalil dalam Qur&#8217;an dan Hadist seperti Beliau jelaskan kepada saya).</li><li>Bagaimana prestasi dapat diraih dengan hasil yang luar biasa? Prestasi diperoleh dengan latihan/kerja keras dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan sampai pada hari H (hari pertandingan) Kalau kita latihannya benar dan mengikuti apa yang telah diprogramkan seperti atlet Cina, Rusia dan Amerika Serikat dengan program yang terstruktur maka tidak heran mereka selalu menjadi nomor satu (wahid). Puasa pun juga begitu, selama 11 bulan sebelum Puasa Ramadhan seharusnya kita latih tanding dengan melakukan puasa Senin-Kamis, puasa Nabi Daud, Puasa Muharram dan lain-lain sehingga ketika pada hari H-nya (bulan Ramadhan) kita akan mendapatkan prestasi yang paling baik dihadapan Allah SWT.</li><li>Prestasi selama pertandingan juga bisa diperoleh dengan konsentrasi. Nah ini yang kadang-kadang atlet sering blunder yang harusnya dapat emas malah hanya dapat perak atau perunggu atau tidak mendapatkan apa-apa. Puasa pun demikian, konsentrasi kita harus dimulai dari sahur sampai azan maghrib, biasanya yang mengakibatkan konsentrasi puasa kita buyar adalah saat terakhir yaitu menjelang berbuka. Coba kita jujur dengan sendiri, saking sudah laparnya akhirnya kadang-kadang kita selalu lihat jam, bernafsu ingin beli makanan ini itu, dan kadang-kadang nungguin makanan di meja makan. Padahal Rasul mencontohkan kita untuk berbuka dengan teh manis dan tiga butir korma. Perkataan beliau membuat pikiran saya ke pertandingan Piala Champion MU VS Munchen tahun 1999, dimana menit terakhir pada kedudukan 1-1 Ole Gunnar Solkjaer membobol gawang Kahn. Gol itulah memupuskan harapan Munchen menjadi juara karena kurang konsentrasinya pemain-pemain Munchen pada menit-menit terakhir. Hahahahaha kayak pengamat bola aja.</li><li>Prestasi itu diperoleh melalui kerja keras, latih tanding dan disiplin. Fokusnya adalah ke pertandingan yang sebenarnya dan tidak memikirkan lagi hal-hal yang remeh temeh karena sudah direncanakan secara matang. Itulah gunanya perencanaan yang sistematis menurut versi Beliau. Puasa Ramadhanpun demikian. Beliau menjelaskan bagaimana puasa hanya dijadikan ajang untuk mengumbar-umbar uang (coba dipikir besaran mana pengeluaran selama bulan puasa atau bukan bulan puasa), yang dipikirkan THR, jarang orang bisa beritikaf di mesjid selama 10 hari terakhir karena semua berkonsentrasi mencari uang untuk lebaran (jadi selama 11 bulan ngapain kata Beliau, wah dalam hati saya berat nih karena kebutuhan dan pendapatan tidak seimbang tiap bulannya tapi boleh juga kalau ga dicoba kan ga pernah tahu). Saya berpikir bisa, bagaimana kalau tiap hari saya masukkan ke celengan rata-rata Rp 20 ribu-30 ribu tanpa pernah saya colek-colek tuh celengan sampai bulan Ramadan kalau dihitung bisa mencapai Rp 6-7 juta. Wah benar juga tuh Bapak. Istilah Beliau mengenai puasa bulan Ramadhan bagi orang jaman sekarang : 10 hari pertama ramai di mesjid, 10 hari kedua ramai di mall-mall/pusat perbelanjaan dan 10 hari terakhir ramai di terminal/stasiun/bandara (yang seharusnya bulan penuh rahmat, penuh pengampunan dan menjauhkan kita dari api neraka).</li><li>Yang lebih penting lagi, prestasi dapat diperoleh dengan dukungan dan doa dari orang tua, saudara, teman sampai Presiden seperti atlet Indonesia yang mau ke Olimpiade Beijing mohon doa restu dan pamitan dengan Presiden SBY dengan harapan mendapatkan prestasi yang terbaik. Puasa pun juga demikian, sebelum puasa Ramadhan, kita berziarah ke makam orang tua kita yang telah meninggal atau berkunjung ke orang tua yang masih hidup, saudara, teman, dan tetangga disekitar lingkungan kita untuk memohonkan maaf atas kesalahan kita selama 11 bulan, mohon doa restu agar dimudahkan ibadah kita selama bulan puasa karena makin banyak orang yang mendoakan kita makin makbul ibadah kita sehingga dapat diterima Allah SWT.(Sirothol mustaqim &#8211; jalan lurus/jalan tol).</li><li>Jadi kalau sudah prestasi dicapai orang tidak perlu bertanya-tanya lagi karena sudah tersiar di koran-koran, majalah, radio, tv dan internet serta ditambah hadiah dari mana-mana. Semua orang bangga dengan prestasi kita terutama orang tua, orang-orang terdekat sampai Presiden karena membawa nama baik bangsa dan negara. Sama dengan puasa ketika prestasi puasa kita dijalankan dengan baik sesuai dengan Standar Operation Procedur (SOP) dari Allah SWT maka tampak dari penampilan, tingkah laku, amal perbuatan dan rejeki akan selalu mengalir. Jadi kalau ditanya oleh orang tua ataupun orang lain, bagaimana puasa Ramadhan kemarin atau apa yang didapat selama bulan puasa Ramadhan maka kita bercerita dengan lancar, gembira, panjang lebar karena kita telah mendapatkan puncak prestasi tertinggi dari Allah SWT.</li></ol><p>Itulah penjelasan Beliau tentang analogi Puasa Ramadhan. Persis jam 6.30 pagi saya pamitan dan saya katakan nanti saya kembali lagi karena mau pesan kopi dan makanan kecil. Tidak enak dan nikmat ngobrol tanpa kopi dan pisang goreng hehehehe. Sekitar 30 menit kemudian saya kembali lagi ke mesjid dengan harapan akan dapat ilmu pengetahuan dan pengalaman dari Beliau dan sayang untuk dilewatkan. Ternyata beliau sudah tidak ada di tempat, ketika saya tanyakan ke penjaga mesjid tentang Beliau, penjaga mesjid mengatakan sejak selesai subuh tadi mesjid kosong tidak ada siapa-siapa. Lho kok begitu khan dari subuh saya ngobrol dengan seorang Bapak sambil menyebutkan ciri-cirinya. Apakah penjaga tadi tidak mendengar suara kami berbicara. Penjaga mesjid mengatakan tidak mendengar apa-apa dan juga tidak tidur dari subuh serta selalu membersihkan lantai dua setiap selesai sholat subuh. Aneh.</p><p>Jadi sejak subuh tadi saya berdiskusi dengan siapa. Manusia atau makhluk gaib. Dalam hati masa bodo lah tetapi saya bersyukur mendapatkan ilmu tentang puasa dan dapat menambah wawasan pikiran tentang agama yang saya anut. Begitulah ceritanya dan mudah-mudahan mendapatkan manfaat dari cerita ini.</p><p><strong>&#8220;SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA BULAN RAMADHAN DAN MOHON MAAF LAHIR BATIN ATAS KESALAHAN SAYA BAIK TULISAN MAUPUN KOMENTAR YANG DIBERIKAN KEPADA TEMAN-TEMAN&#8221;</strong></p><p><em>* saya mendapatkan artikel ini dari seorang temen yang entah dari mana sumbernya</em></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/analogi-puasa.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Kilas Balik 2007 : Dari Menikah sampai Reksadana</title><link>http://hilmiarifin.com/kilas-balik-2007-dari-menikah-sampai-reksadana.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/kilas-balik-2007-dari-menikah-sampai-reksadana.html#comments</comments> <pubDate>Sat, 29 Dec 2007 14:04:15 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Reflection]]></category> <category><![CDATA[Blogging]]></category> <category><![CDATA[Learning]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[Online Business]]></category> <category><![CDATA[Personal]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/kilas-balik-2007-dari-menikah-sampai-reksadana/</guid> <description><![CDATA[Sebagaimana kebanyakan orang, saya pun melewati pergantian tahun 2007 dengan melakukan berbagai evaluasi. Tujuan dari evaluasi ini adalah untuk mengetahui sampai seberapa jauh pencapaian di tahun 2007, mana target yang dapat dicapai, mana yang belum, dan mana yang perlu ditingkatkan. Secara umum, pada tahun 2007 ini saya mengalami perubahan hidup yang sangat signifikan dengan keputusan [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Sebagaimana kebanyakan orang, saya pun melewati pergantian tahun 2007 dengan melakukan berbagai evaluasi. Tujuan dari evaluasi ini adalah untuk mengetahui sampai seberapa jauh pencapaian di tahun 2007, mana target yang dapat dicapai, mana yang belum, dan mana yang perlu ditingkatkan.</p><p>Secara umum, pada tahun 2007 ini saya mengalami perubahan hidup yang sangat signifikan dengan keputusan saya untuk <a
href="http://hilmiarifin.com/melepas-masa-lajang/">mengakhiri masa lajang</a>. Lembaran hidup baru sebagai seorang suami dan kepala keluarga tentunya menuntut tanggung jawab yang tidak ringan. Dan alhamdulillah selama setengah tahun ini semuanya berjalan lancar. Semoga langkah awal ini akan membawa berkah pada kehidupan kami di masa mendatang.</p><p><span
id="more-101"></span></p><p>Pada sisi pekerjaan sebagai PNS di Bappeda <a
href="http://www.jogja.go.id/">Kota Yogyakarta</a> relatif sama seperti tahun sebelumnya. Kesibukan menyiapkan anggaran tahun 2008 sangat menyita pikiran, waktu serta tenaga, bahkan bekerja sampai malam menjadi kelaziman dan itupun sampai saya menulis artikel ini belum mendapat persetujuan dari legislatif.</p><p>Sementara itu keinginan saya untuk melanjutkan sekolah ke jenjang S2 belum juga terwujud, meskipun sudah ada sedikit titik terang. Aplikasi beasiswa saya ke <a
href="http://pusbindiklatren.bappenas.go.id/">Bappenas</a> sudah lolos TPA dan TOEFL, insya ALLAH tinggal menunggu penempatannya yang menurut rencana akan diumumkan pada awal tahun 2008. Aplikasi beasiswa saya ke <a
href="http://www.iief.or.id/ifp/">Ford Foundation</a> masih gagal di tahun 2007 ini, sedangkan beasiswa <a
href="http://www.chevening.or.id/">Chevening</a> baru akan diumumkan pada bulan Januari 2008 bagi aplikasi yang lolos administrasi.</p><p><a
href="http://hilmiarifin.com/mengenal-potensi-penghasilan-di-internet/">Memburu dolar di internet</a> mewarnai perjalanan hidup saya dalam melewati tahun 2007. Berbagai <a
href="http://hilmiarifin.com/mengenal-potensi-penghasilan-di-internet/">program <em>online earning</em></a> yang semakin marak ditawarkan pada tahun 2007 saya ikuti. Meskipun belum ada satupun yang memberikan hasil nyata pada diri saya, tapi tetap saja saya mencoba serius mengikutinya. Mendaftar <a
href="https://www.paypal.com/row/mrb/pal=BAVTHWFT3PWM4">PayPal</a>, dibanned <a
href="http://www.google.com/adsense/">GoogleAdsense</a>, <a
href="http://hilmiarifin.com/upgrade-clixsense-melalui-pihak-ketiga/">upgrade</a> <a
href="http://hilmiarifin.com/clixsense-menghasilkan-dolar-dari-internet-dengan-gampang/">ClixSense</a>, dan ikut PTC/PTR, serta <a
href="http://hilmiarifin.com/berburu-dolar-dengan-referral-program/"><em>referral program</em></a> semuanya saya anggap sebagai sebuah <a
href="http://hilmiarifin.com/berani-mencoba-berani-gagal/">pembelajaran</a> yang berharga di tahun 2007. Kabar gembiranya, di akhir tahun 2007 <a
href="http://www.text-link-ads.com/?ref=55934">Text Link Ads</a> saya mulai ada peminatnya <img
src='http://hilmiarifin.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> meski baru satu.</p><p>Tahun 2007 seakan menjadi titik balik kehidupan saya. Setelah lebaran 1428 H saya mulai berkenalan dengan produk investasi unitlink dari <a
href="http://www.prudential.co.id/">Prudential</a> melalui seorang teman kuliah yang keluar dari pekerjaannya di sebuah BUMN untuk fokus menjadi agen produk tersebut. Bukan karena agennya teman saya, sehingga saya membeli unitlink tersebut, tapi karena sudah lama saya ingin membeli produk investasi. Saya membeli produk <em>prulink equity syariah</em>. Selain produk unitlink, di akhir tahun 2007 saya mulai menjajal menjadi seorang investor reksadana (detailnya akan saya tulis dalam artikel tersendiri).</p><p>Pencapaian di tahun ini menjadi bekal saya menyongsong tahun 2008 dengan penuh asa dan cita. Semoga kehidupan saya dan keluarga di tahun 2008 lebih baik dan bermakna serta membawa manfaat bagi orang lain <img
src='http://hilmiarifin.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/kilas-balik-2007-dari-menikah-sampai-reksadana.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Berani Mencoba, Berani Gagal</title><link>http://hilmiarifin.com/berani-mencoba-berani-gagal.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/berani-mencoba-berani-gagal.html#comments</comments> <pubDate>Thu, 06 Dec 2007 02:13:21 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Reflection]]></category> <category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category> <category><![CDATA[Internet]]></category> <category><![CDATA[Learning]]></category> <category><![CDATA[Online Business]]></category> <category><![CDATA[Personal]]></category> <category><![CDATA[Tips and Tricks]]></category> <category><![CDATA[Today's Lesson]]></category> <category><![CDATA[Website]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/berani-mencoba-berani-gagal/</guid> <description><![CDATA[Seorang pebisnis harus mempunyai sikap berani mencoba dan mencoba terus-menerus. Dengan berani mencoba, secara tidak langsung pebisnis dituntut untuk belajar dari kesalahan dan kegagalan yang dialaminya. Pada akhirnya pebisnis tersebut akan menemukan jalan kemenangan dan kesuksesan dalam bisnisnya, persis seperti yang tertuang dalam sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa &#8220;seandainya kita berani mencoba dan kita lebih [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Seorang pebisnis harus mempunyai sikap berani mencoba dan mencoba terus-menerus. Dengan berani mencoba, secara tidak langsung pebisnis dituntut untuk belajar dari kesalahan dan kegagalan yang dialaminya. Pada akhirnya pebisnis tersebut akan menemukan jalan kemenangan dan kesuksesan dalam bisnisnya, persis seperti yang tertuang dalam sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa &#8220;<strong>seandainya kita berani mencoba dan kita lebih tekun dan ulet, maka pasti yang namanya kegagalan itu tak akan pernah ada</strong>&#8221;</p><p><span
id="more-99"></span></p><p>Dalam bisnis internet/online yang semakin semarak dewasa ini, keberanian mencoba seorang pebisnis online juga memegang peranan penting. Mencoba bisnis online yang begitu banyak ditawarkan memang tidak ada ruginya, semuanya serba gratis, modalnya hanya waktu dan koneksi internet yang biasa juga kita keluarkan. Mendingan mencoba bisnis internet dari pada hanya membuang waktu dan uang ketika surfing di dunia maya. Banyak cerita sukses pebisnis online yang berawal dari sekedar iseng dan coba-coba. Keisengan yang dilakukannya ternyata mendatangkan penghasilan yang semakin lama semakin menggembirakan. Akhirnya tidak sedikit orang yang menjadikan bisnis online sebagai sumber utama penghasilannya.</p><p>Namun demikian, sikap berani mencoba harus diikuti dengan sikap berani gagal. Hampir tidak ada orang yang baru pertama kali mencoba bisnis langsung menuai kesuksesan dan keberhasilan. Seorang pebisnis sukses pasti pernah mengalami kegagalan. Biasanya pebisnis yang ditempa kegagalan berulang kali justru akan lebih berhasil di masa mendatang. Kegagalan demi kegagalan yang menimpanya akan menjadi sarana pembelajaran dan latihan dalam menghadapi tantangan bisnis ke depan yang semakin tidak mudah, sehingga kesuksesan seolah hanya menunggu waktu.</p><p>Keberanian mencoba adalah penting namun keberanian menerima kegagalan menjadi lebih penting dalam bisnis apapun. Keberanian menerima kegagalan berarti menyadari bahwa tidak ada bisnis yang mudah dan instan. Sikap berani gagal akan menumbuhkan sikap tidak mudah menyerah dan putus asa, karena dalam bisnis diperlukan usaha dan kerja keras. Bisnis online yang dianggap serba gampang sebenarnya tidak semudah yang dibayangkan banyak orang. Banyak orang tertarik terjun ke bisnis online dengan keinginan menjadi kaya dalam waktu singkat dengan mudah. Mereka keliru, dalam bisnis online pun diperlukan usaha dan kerja keras. Cerita sukses yang dialami pebisnis online juga dibangun dari banyak kegagalan yang pernah mereka alami. Mereka yang sukses dalam bisnis online tidak pernah berhenti mencoba dan belajar. Jangan pernah bermimpi menjadi jutawan dari bisnis online hanya dengan ongkang-ongkang kaki. Semuanya butuh waktu dan usaha.</p><p>Sebenarnya orang bukannya gagal, tetapi hanya berhenti mencoba. Seseorang yang ingin  meraih kesuksesan, maka orang itu harus punya keberanian mencoba dan keberanian menerima kegagalan. Kedua modal itulah yang akan menentukan kesuksesan bisnisnya.</p><p>Selamat mencoba <img
src='http://hilmiarifin.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/berani-mencoba-berani-gagal.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>10</slash:comments> </item> <item><title>Pengemis Buta</title><link>http://hilmiarifin.com/pengemis-buta.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/pengemis-buta.html#comments</comments> <pubDate>Tue, 09 Oct 2007 05:22:43 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Reflection]]></category> <category><![CDATA[Islam]]></category> <category><![CDATA[Learning]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[Personal]]></category> <category><![CDATA[Today's Lesson]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/pengemis-buta/</guid> <description><![CDATA[Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, &#8220;Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya&#8221;. Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, &#8220;Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya&#8221;.</p><p>Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.</p><p><span
id="more-93"></span></p><p>Setelah wafatnya Rasulullah SAW,  tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya  kepada anaknya itu, &#8220;Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?&#8221;</p><p>Aisyah RA menjawab, &#8220;Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja&#8221;.<br
/> &#8220;Apakah itu?&#8221;, tanya Abubakar RA.<br
/> &#8220;Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana&#8221;, kata Aisyah RA.</p><p>Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil menghardik, &#8220;Siapakah kamu?&#8221;<br
/> Abubakar RA menjawab, &#8220;Aku orang yang biasa (mendatangi engkau)&#8221;.</p><p>&#8220;Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku&#8221;, bantah si pengemis sbuta itu.<br
/> &#8220;Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku&#8221;, pengemis itu melanjutkan perkataannya.</p><p>Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, &#8220;Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW&#8221;.</p><p>Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, &#8220;Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia&#8230;.&#8221;</p><p>Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.</p><p>Nah, wahai saudaraku, bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah SAW? Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau? Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq.</p><p>Kalaupun tidak bisa kita meneladani beliau seratus persen, alangkah baiknya kita berusaha meneladani sedikit demi sedikit, kita mulai dari apa yang kita sanggup melakukannya.</p><p>Sebarkanlah riwayat ini ke sebanyak orang apabila kamu mencintai Rasulullahmu&#8230;</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/pengemis-buta.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>3</slash:comments> </item> <item><title>Ah, Yang Penting Kan Hatinya</title><link>http://hilmiarifin.com/ah-yang-penting-kan-hatinya.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/ah-yang-penting-kan-hatinya.html#comments</comments> <pubDate>Mon, 08 Oct 2007 05:12:36 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Reflection]]></category> <category><![CDATA[Islam]]></category> <category><![CDATA[Today's Lesson]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/ah-yang-penting-kan-hatinya/</guid> <description><![CDATA[Banyak syubhat di lontarkan kepada kaum muslimah yang ingin berjilbab. Syubhat yang &#8216;ngetrend&#8217; dan biasa kita dengar adalah &#8220;Buat apa berjilbab kalau hati kita belum siap, belum bersih, masih suka &#8216;ngerumpi&#8217;, berbuat maksiat dan dosa-dosa lainnya, percuma dong pake jilbab! Yang penting kan hati! lalu tercenunglah saudari kita ini membenarkan pendapat kawannya tadi. Syubhat lainnya [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Banyak syubhat di lontarkan kepada kaum muslimah yang ingin berjilbab. Syubhat yang &#8216;ngetrend&#8217; dan biasa kita dengar adalah &#8220;Buat apa berjilbab kalau hati kita belum siap, belum bersih, masih suka &#8216;ngerumpi&#8217;, berbuat maksiat dan dosa-dosa lainnya, percuma dong pake jilbab! Yang penting kan hati!  lalu tercenunglah saudari kita ini membenarkan pendapat kawannya tadi.</p><p>Syubhat lainnya lagi adalah &#8220;Liat tuh kan ada hadits yang berbunyi: Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk(rupa) kalian tapi Allah melihat pada hati kalian..! Jadi yang wajib adalah hati, menghijabi hati kalau hati kita baik maka baik pula keislaman kita walau kita tidak berkerudung! Benarkah demikian ya ukhti?</p><p><span
id="more-92"></span></p><p>Saudariku muslimah semoga Allah merahmatimu, siapapun yang berfikiran dan berpendapat demikian maka wajiblah baginya untuk bertaubat kepada Allah Ta&#8217;ala memohon ampun atas kejahilannya dalam memahami syariat yang mulia ini. Jika agama hanya berlandaskan pada akal dan perasaan maka rusaklah agama ini. Bila agama hanya didasarkan kepada orang-orang yang hatinya baik dan suci, maka tengoklah disekitar kita ada orang-orang yang beragama Nasrani, Hindu atau Budha dan orang kafir lainnya liatlah dengan seksama ada diantara mereka yang sangat baik hatinya, lemah lembut, dermawan, bijaksana. Apakah anda setuju untuk mengatakan mereka adalah muslim? Tentu akal anda akan mengatakan &#8220;tentu tidak&#8221;, karena mereka tidak mengucapkan syahadatain, mereka tidak memeluk islam, perbuatan mereka menunjukkan mereka bukan orang islam. Tentu anda akan sependapat dengan saya bahwa kita menghukumi  seseorang berdasarkan perbuatan yang nampak (zahir) dalam diri orang itu.</p><p>Lalu bagaimana pendapatmu ketika anda melihat seorang wanita di jalan berjalan tanpa jilbab, apakah anda bisa menebak wanita itu muslimah ataukah tidak? Sulit untuk menduga jawabannya karena secara lahir (dzahir) ia sama dengan wanita non muslimah lainnya. Ada kaidah ushul fiqih yang mengatakan &#8220;alhukmu ala dzawahir amma al bawathin fahukmuhu &#8216;ala llah&#8221; artinya hukum itu dilandaskan atas sesuatu yang nampak adapun yang batin hukumnya adalah terserah Allah.</p><p>Rasanya tidak ada yang bisa menyangsikan kesucian hati ummahatul mukminin (istri-istri Rasulullah shalallahu alaihi wassalam) begitupula istri-istri sahabat nabi yang mulia (shahabiyaat) . Mereka adalah wanita yang paling baik hatinya, paling bersih, paling suci dan mulia. Tapi mengapa ketika ayat hijab turun agar mereka berjilbab dengan sempurna (lihat QS: 24 ayat 31 dan QS: 33 ayat 59) tak ada satupun riwayat termaktub mereka menolak perintah Allah Ta&#8217;ala. Justru yang kita dapati mereka merobek tirai mereka lalu mereka jadikan kerudung sebagai bukti ketaatan mereka. Apa yang ingin anda katakan?  Sedangkan mengenai hadits di atas, banyak di antara saudara kita yang tidak mengetahui bahwa hadits di atas ada sambungannya. Lengkapnya adalah sebagai berikut:<br
/> &#8220;Dari Abu Hurairah, Abdurrahman bin Sakhr radhiyallahu anhu dia berkata, Rasulullah bersabda: &#8220;Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk tubuh-tubuh kalian dan tidak juga kepada bentuk rupa-rupa kalian, tetapi Dia melihat hati-hati kalian &#8220;(HR. Muslim 2564/33).</p><p>Hadits di atas ada sambungannya yaitu pada nomor hadits 34 sebagai berikut:<br
/> &#8220;Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk rupa kalian dan juga harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan perbuatan kalian. (HR.Muslim 2564/34).</p><p>Semua adalah seiring dan sejalan, hati dan amal. Apabila hanya hati yang diutamakan niscaya akan hilanglah sebagian syariat yang mulia ini. Tentu kaum muslimin tidak perlu bersusah payah menunaikan shalat 5 waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, membayar zakat dan sedekah atau bersusah payah menghabiskan harta dan tenaga untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekah atau amal ibadah lainnya. Tentu para sahabat tidak akan berlomba-lomba dalam beramal (beribadah), cukup mengandalkan hati saja, toh mereka adalah sebaik-baik manusia di atas muka bumi ini. Akan tetapi justru sebaliknya mereka adalah orang yang sangat giat beramal.</p><p>Tengoklah satu kisah indah di antara kisah-kisah indah lainnya. Urwah bin Zubair Radhiyallahu anhu misalnya, Ayahnya adalah Zubair bin Awwam, Ibunya adalah Asma binti Abu Bakar, Kakeknya Urwah adalah Abu Bakar Ash-Shidik, bibinya adalah Aisyah Radhiyallahu anha istri Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam. Urwah lahir dari nasab dan keturunan yang mulia jangan ditanya tentang hatinya, ia adalah orang yang paling lembut hatinya toh masih bersusah payah giat beramal, bersedekah dan ketika shalat ia bagaikan sebatang pohon yang tegak tidak bergeming karena lamanya ia berdiri ketika shalat.</p><p>Aduhai&#8230;betapa lalainya kita ini&#8230;banyak memanjangkan angan-angan dan harapan padahal hati kita tentu sangat jauh suci dan mulia dibandingkan dengan generasi pendahulu kita. Wallahu&#8217;alam bish-shawwab.</p><p><em>Muraja&#8217;ah oleh ust. Eko Hariyanto Lc<br
/> *Mahasiswa pasca sarjana Fakultas Syari&#8217;ah Universitas Imam Ibnu Saud, Riyadh,KSA. </em></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/ah-yang-penting-kan-hatinya.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Waktu yang Tercuri</title><link>http://hilmiarifin.com/waktu-yang-tercuri.html</link> <comments>http://hilmiarifin.com/waktu-yang-tercuri.html#comments</comments> <pubDate>Sun, 07 Oct 2007 00:04:29 +0000</pubDate> <dc:creator>rifin</dc:creator> <category><![CDATA[Reflection]]></category> <category><![CDATA[Islam]]></category> <category><![CDATA[Learning]]></category> <category><![CDATA[Life]]></category> <category><![CDATA[mengajar]]></category> <category><![CDATA[Personal]]></category> <category><![CDATA[Today's Lesson]]></category><guid
isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/waktu-yang-tercuri/</guid> <description><![CDATA[Setan mengadakan konferensi iblis, syaitan dan jin. Dalam pembukaannya konferensi tersebut dikatakannya: &#8220;Kita tidak dapat melarang kaum muslim ke masjid. Kita tidak dapat melarang mereka membaca Al-Qur&#8217;an dan mencari kebenaran. Bahkan kita tidak dapat melarang mereka mendekatkan diri dengan tuhan mereka Allah dan pembawa risalahNya Muhammad. Pada saat mereka melakukan hubungan dengan Allah, maka kekuatan [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Setan mengadakan konferensi iblis, syaitan dan jin. Dalam pembukaannya konferensi tersebut dikatakannya: &#8220;Kita tidak dapat melarang kaum muslim ke masjid. Kita tidak dapat melarang mereka membaca Al-Qur&#8217;an dan mencari kebenaran. Bahkan kita tidak dapat melarang mereka mendekatkan diri dengan tuhan mereka Allah dan pembawa risalahNya Muhammad. Pada saat mereka melakukan hubungan dengan Allah, maka kekuatan kita akan lumpuh. Oleh sebab itu, biarkanlah mereka pergi ke masjid; biarkan mereka tetap melakukan kesukaan mereka, TETAPI CURI WAKTU MEREKA, sehingga mereka tidak lagi punya waktu untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah&#8221;.</p><p><span
id="more-90"></span></p><p>&#8220;Inilah yang akan kita lakukan,&#8221; kata iblis. &#8220;Alihkan perhatian mereka dari usaha meningkatkan kedekatannya kepada Allah dan awasi terus kegiatannya sepanjang hari!&#8221; &#8220;Bagaimana kami melakukannya? &#8221; tanya para hadirin yaitu iblis, syaitan, dan jin. &#8220;Sibukkan mereka dengan hal-hal yang tidak penting dalam kehidupan mereka, dan ciptakan tipu daya untuk menyibukkan fikiran mereka,&#8221; jawab sang iblis.</p><p>&#8220;Rayu mereka agar suka <strong>BELANJA, BELANJA DAN BELANJA SERTA BERHUTANG,BERHUTANG DAN BERHUTANG</strong>. Bujuk para istri untuk bekerja di luar rumah sepanjang hari dan para suami bekerja 6 sampai 7 hari dalam seminggu, 10 &#8211; 12 jam seminggu, sehingga mereka merasa bahwa hidup ini sangat kosong. Jangan biarkan mereka menghabiskan waktu bersama anak-anak mereka&#8221;.</p><p>&#8220;Jika keluarga mereka mulai tidak harmonis, maka mereka akan merasa bahwa rumah bukanlah tempat mereka melepaskan lelah sepulang dari bekerja. Dorong terus cara berfikir seperti itu sehingga mereka tidak merasa ada ketenangan di rumah. Pikat mereka untuk membunyikan radio atau kaset selama mereka berkendaraan&#8221;.</p><p>&#8220;Dorong mereka untuk menyetel TV, VCD, CD dan PC dirumah sepanjang hari. Bunyikan musik terus-menerus di semua restoran maupun toko-toko di dunia ini. Hal ini akan mempengaruhi fikiran mereka dan merusak hubungan mereka dengan Allah dan RasulNya.&#8221;</p><p>&#8220;Penuhi meja-meja rumah mereka dengan majalah-majalah dan tabloid. Cekoki mereka dengan berbagai berita dan gosip selama 24 jam sehari. Serang mereka dengan berbagai iklan-iklan dij alanan. Banjiri kotak surat mereka dengan informasi tak berguna, katalog-katalog, undian-undian, tawaran-tawaran dari berbagai macam iklan&#8221;.</p><p>&#8220;Muat gambaran wanita yang cantik itu adalah yang langsing dan berkulit mulus di majalah dan TV, untuk menggiring para suami berfikir bahwa PENAMPILAN itu menjadi unsur terpenting, sehingga membuat para suami tidak tertarik lagi pada istri-istri mereka. Buatlah para istri menjadi sangat letih pada malam hari, buatlah mereka sering sakit kepala&#8221;.</p><p>&#8220;Jika para istri tidak memberikan cinta yang diinginkan sang suami, maka akan mulai mencari di luaran&#8221; Hal inilah yang akan mempercepat retaknya sebuah keluarga&#8221;.</p><p>&#8220;Terbitkan buku-buku cerita untuk mengalihkan kesempatan mereka untuk mengajarkan anak-anak mereka akan makna shalat. Sibukkan mereka sehingga tidak lagi punya waktu untuk mengkaji bagaimana Allah menciptakan alam semesta. Arahkan mereka ketempat-tempat hiburan, fitness, pertandingan- pertandingan, konser musik dan bioskop.&#8221;</p><p><strong>Buatlah mereka menjadi SIBUK, SIBUK DAN SIBUK.</strong></p><p>&#8220;Perhatikan, jika mereka jumpa dengan orang shaleh, bisikkan gosip-gosip dan percakapan tidak berarti, sehingga percakapan mereka tidak berdampak apa-apa.&#8221;</p><p>&#8220;Isi kehidupan mereka dengan keindahan-keindahan semu yang akan membuat mereka tidak punya waktu untuk mengkaji kebesaran Allah. Dan dengan segera mereka akan merasa bahwa keberhasilan, kebaikan/kesehatan keluarga adalah merupakan hasil usahanya yang kuat (bukan atas izin Allah).&#8221;</p><p><strong>&#8220;PASTI BERHASIL, PASTI BERHASIL. RENCANA YANG BAGUS.&#8221;</strong></p><p>Iblis, syaitan dan jin kemudian pergi dengan penuh semangat melakukan tugas MEMBUAT KAUM MUSLIM MENJADI LEBIH SIBUK, LEBIH KALANG KABUT, DAN SENANG HURA-HURA. Dan hanya menyisakan sedikit saja waktu buat Allah Sang Pencipta. Tidak lagi punya waktu untuk bersilaturahmi dan saling mengingatkan akan Allah dan RasulNya.</p><p><strong>Sekarang pertanyaannya adalah, APAKAH RENCANA IBLIS INI AKAN BERHASIL? ANDALAH YANG MENENTUKAN!!!</strong></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/waktu-yang-tercuri.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> </channel> </rss>
<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk: basic
Page Caching using disk: enhanced
Database Caching 1/86 queries in 0.084 seconds using disk: basic
Object Caching 1791/1947 objects using disk: basic

Served from: hilmiarifin.com @ 2012-05-18 15:30:51 -->
