<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>hilmiarifin &#187; Islam</title>
	<atom:link href="http://hilmiarifin.com/category/islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hilmiarifin.com</link>
	<description>never too late for learning</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Apr 2010 23:42:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Sholat Tarawih dan Witir Rasulullah</title>
		<link>http://hilmiarifin.com/sholat-tarawih-dan-witir-rasulullah/</link>
		<comments>http://hilmiarifin.com/sholat-tarawih-dan-witir-rasulullah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 04:42:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/?p=627</guid>
		<description><![CDATA[Kehadiran bulan Ramadhan selalu disambut dengan penuh suka cita oleh umat Islam di seluruh dunia. Setiap orang akan berlomba-lomba mencuri perhatian ALLAH SWT agar mendapatkan berkah dan kemuliaan bulan Ramadhan. Di siang hari umat Islam berpuasa, sedangkan di malam hari kita berbondong-bondong ke mesjid untuk melaksanakan sholat tarawih. Di Indonesia ada sebagian umat yang melaksanakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><a  href="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/mosquesmall.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-629" title="Sholat Tarawih dan Witir Rasulullah" src="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/mosquesmall.jpg" alt="Tarawih, Witir, Qunut, Ramadhan, Puasa" width="194" height="259" /></a>Kehadiran bulan <a  href="http://hilmiarifin.com/marhaban-yaa-ramadhan/">Ramadhan</a> selalu disambut dengan penuh suka cita oleh umat Islam di seluruh dunia. Setiap orang akan berlomba-lomba mencuri perhatian ALLAH SWT agar mendapatkan berkah dan kemuliaan bulan Ramadhan. Di siang hari umat Islam berpuasa, sedangkan di malam hari kita berbondong-bondong ke mesjid untuk melaksanakan sholat tarawih. Di Indonesia ada sebagian umat yang melaksanakan sholat tarawih sebanyak 11 rakaat dan sebagian umat yang lain mengerjakan sejumlah 23 rakaat. Dalam pelaksanaannya pun ada yang 2 rakaat dengan sekali salam atau 4 rakaat sekali salam.</p>
<p><span id="more-627"></span></p>
<p>Bagaimana sebenarnya sholat tarawih yang dikerjakan Nabi Muhammad SAW? Kita bisa menemukan jawabannya dalam kitab &#8220;Qiyamu Ramadhan&#8221; karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani. Kitab ini sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Al-Ustadz Qomar Suaididengan dengan judul &#8220;Shalat Tarawih Bersama Rasulullah Shallallahualaihi wa sallam&#8221;, yang diterbitkan oleh Cahaya Tauhid Press.</p>
<p>Kita bisa membacanya secara online di <a  rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&#038;id_artikel=752">sini</a> untuk versi lengkapnya dan di <a  rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&#038;id_artikel=760">sini</a> untuk versi ringkasnya. Kalo ingin mengunduh dalam format PDF untuk yang versi ringkasnya silakan klik <a  href="http://hilmiarifin.com/wp-content/uploads/SholatTarawihQunutWitirRasulullah.pdf">Sholat Tarawih, Qunut, dan Witir Rasulullah</a></p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<hr />
<p><small>© <a href="http://hilmiarifin.com">hilmiarifin</a>, 2009 |
<a href="http://hilmiarifin.com/sholat-tarawih-dan-witir-rasulullah/">Permalink</a> |
<a href="http://hilmiarifin.com/sholat-tarawih-dan-witir-rasulullah/#comments">No comment</a>
<br/>
Post tags: <a href="http://hilmiarifin.com/tag/islam/" rel="tag">Islam</a>, <a href="http://hilmiarifin.com/tag/learning/" rel="tag">Learning</a>, <a href="http://hilmiarifin.com/tag/life/" rel="tag">Life</a>, <a href="http://hilmiarifin.com/tag/personal/" rel="tag">Personal</a>, <a href="http://hilmiarifin.com/tag/ramadhan/" rel="tag">Ramadhan</a><br/>
</small></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/sholat-tarawih-dan-witir-rasulullah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mari Menunaikan Sholat Dhuha</title>
		<link>http://hilmiarifin.com/mari-menunaikan-sholat-dhuha/</link>
		<comments>http://hilmiarifin.com/mari-menunaikan-sholat-dhuha/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Oct 2007 00:01:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>
		<category><![CDATA[Tips and Tricks]]></category>
		<category><![CDATA[Today's Lesson]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/mari-menunaikan-sholat-dhuha/</guid>
		<description><![CDATA[Sholat ini cukup hanya 2 (dua) rakaat dengan doa yang amat indah dan menyejukkan. Waktunya sangat panjang, mulai suruq (habisnya waktu subuh) sampai dengan menjelang masuk waktu dhuhur, logikanya pasti bisa menunaikannya. Namun di-muakkadkan (dianjurkan dengan sangat) untuk dilaksanakan sebelum kita memulai pekerjaan kita. Sehingga niat kita bekerja adalah semata-mata bernilai ibadah. Dengan demikian pekerjaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Sholat ini cukup hanya 2 (dua) rakaat dengan doa yang amat indah dan menyejukkan. Waktunya sangat panjang, mulai suruq (habisnya waktu subuh) sampai dengan menjelang masuk waktu dhuhur, logikanya pasti bisa menunaikannya. Namun di-muakkadkan (dianjurkan dengan sangat) untuk dilaksanakan sebelum kita memulai pekerjaan kita. Sehingga niat kita bekerja adalah semata-mata bernilai ibadah. Dengan demikian pekerjaan kita, InsyaAllah, akan mendapat ridho dari Allah SWT. Amiin.</p>
<p>Lihat dan saksikanlah (harap diartikan menjadi saksi atas keindahan dan kesejukan) doa dhuha ini &#8211; masyaaalloh &#8211; sebagai berikut (terjemahan):</p>
<p><span id="more-89"></span></p>
<blockquote><p>Ya Allah, bahwasannya waktu dhuha itu adalah waktuMU,<br />
dan keagungan itu adalah keagunganMU,<br />
dan keindahan itu adalah keindahanMU,<br />
dan kekuatan itu adalah kekuatanMU,<br />
dan perlindungan itu adalah perlindunganMU,<br />
Ya Allah, jika rizkiku masih ! di atas langit, maka turunkanlah,<br />
jika masih di dalam bumi, maka keluarkanlah,<br />
jika masih sukar, maka mudahkanlah,<br />
jika (ternyata) haram, maka sucikanlah,<br />
jika masih jauh, maka dekatkanlah,<br />
Berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaanMU, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambaMU yang sholeh.<br />
Amiin Ya Robbal Alamiin.</p></blockquote>
<p>Bila anda tidak dapat membaca teks Arab-nya waktu berdoa, bacalah teks Indonesianya saja secara khusu&#8217; dan tawaddhu&#8217; (dengan kerendahan hati). InsyaAllah kita akan menjadi orang yang:</p>
<ol>
<li>Tawaddhu&#8217; [penuh dengan kerendahan hati alias tidak sombong (tinggi hati) &#8211; apapun pangkat dan kedudukan kita.</li>
<li>Percaya bahwa bekerja itu adalah bernilai ibadah , sehingga apapun yang menjadi tugas kita, seberat apapun, insyaalloh, akan mendapat ridho dan pertolongan dari Allah SWT.</li>
<li>Percaya segala sesuatu di dunia ini ada yang Maha dari segala-galanya.</li>
<li>Dihapuskan segala dosa meskipun dosa itu sebesar buih lautan. (Al-Hadist). InsyaAllah !!!</li>
</ol>
<p>Demikianlah dan semoga risalah kecil ini akan menjadi &#8220;sesuatu yang dapat menggugah&#8221; kita utk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.</p>
<p><em>Jazakumulloh khoiron katsiro</em>.</p>
<hr />
<p><small>© <a href="http://hilmiarifin.com">hilmiarifin</a>, 2007 |
<a href="http://hilmiarifin.com/mari-menunaikan-sholat-dhuha/">Permalink</a> |
<a href="http://hilmiarifin.com/mari-menunaikan-sholat-dhuha/#comments">6 comments</a>
<br/>
Post tags: <a href="http://hilmiarifin.com/tag/islam/" rel="tag">Islam</a>, <a href="http://hilmiarifin.com/tag/learning/" rel="tag">Learning</a>, <a href="http://hilmiarifin.com/tag/personal/" rel="tag">Personal</a>, <a href="http://hilmiarifin.com/tag/reflection/" rel="tag">Reflection</a>, <a href="http://hilmiarifin.com/tag/tips-and-tricks/" rel="tag">Tips and Tricks</a>, <a href="http://hilmiarifin.com/tag/todays-lesson/" rel="tag">Today's Lesson</a><br/>
</small></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/mari-menunaikan-sholat-dhuha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Islam Masuk ke Nusantara Ketika Rasulullah SAW Masih Hidup (Bag.2, Tamat)</title>
		<link>http://hilmiarifin.com/islam-masuk-ke-nusantara-ketika-rasulullah-saw-masih-hidup-bag2-tamat/</link>
		<comments>http://hilmiarifin.com/islam-masuk-ke-nusantara-ketika-rasulullah-saw-masih-hidup-bag2-tamat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Sep 2007 00:41:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Today's Lesson]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/islam-masuk-ke-nusantara-ketika-rasulullah-saw-masih-hidup-bag2-tamat/</guid>
		<description><![CDATA[Sejarahwan T. W. Arnold dalam karyanya The Preaching of Islam (1968) juga menguatkan temuan bahwa agama Islam telah dibawa oleh mubaligh-mubaligh Islam asal jazirah Arab ke Nusantara sejak awal abad ke-7 M. Setelah abad ke-7 M, Islam mulai berkembang di kawasan ini, misal, menurut laporan sejarah negeri Tiongkok bahwa pada tahun 977 M, seorang duta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Sejarahwan T. W. Arnold dalam karyanya The Preaching of Islam (1968) juga menguatkan temuan bahwa agama Islam telah dibawa oleh mubaligh-mubaligh Islam asal jazirah Arab ke Nusantara sejak awal abad ke-7 M.</p>
<p>Setelah abad ke-7 M, Islam mulai berkembang di kawasan ini, misal, menurut laporan sejarah negeri Tiongkok bahwa pada tahun 977 M, seorang duta Islam bernama Pu Ali (Abu Ali) diketahui telah mengunjungi negeri Tiongkok mewakili sebuah negeri di Nusantara (F. Hirth dan W. W. Rockhill (terj), Chau Ju Kua, His Work On Chinese and Arab Trade in XII Centuries, St.Petersburg: Paragon Book, 1966, hal. 159).</p>
<p><span id="more-84"></span></p>
<p>Bukti lainnya, di daerah Leran, Gresik, Jawa Timur, sebuah batu nisan kepunyaan seorang Muslimah bernama Fatimah binti Maimun bertanggal tahun 1082 telah ditemukan. Penemuan ini membuktikan bahwa Islam telah merambah Jawa Timur di abad ke-11 M (S. Q. Fatini, Islam Comes to Malaysia, Singapura: M. S. R.I., 1963, hal. 39).</p>
<p>Dari bukti-bukti di atas, dapat dipastikan bahwa Islam telah masuk ke Nusantara pada masa Rasulullah masih hidup. Secara ringkas dapat dipaparkan sebagai berikut: Rasululah menerima wahyu pertama di tahun 610 M, dua setengah tahun kemudian menerima wahyu kedua (kuartal pertama tahun 613 M), lalu tiga tahun lamanya berdakwah secara diam-diamperiode Arqam bin Abil Arqam (sampai sekitar kuartal pertama tahun 616 M), setelah itu baru melakukan dakwah secara terbuka dari Makkah ke seluruh Jazirah Arab.</p>
<p>Menurut literatur kuno Tiongkok, sekitar tahun 625 M telah ada sebuah perkampungan Arab Islam di pesisir Sumatera (Barus). Jadi hanya 9 tahun sejak Rasulullah SAW memproklamirkan dakwah Islam secara terbuka, di pesisir Sumatera sudah terdapat sebuah perkampungan Islam.</p>
<p>Selaras dengan zamannya, saat itu umat Islam belum memiliki mushaf Al-Quran, karena mushaf Al-Quran baru selesai dibukukan pada zaman Khalif Utsman bin Affan pada tahun 30 H atau 651 M. Naskah Quran pertama kali hanya dibuat tujuh buah yang kemudian oleh Khalif Utsman dikirim ke pusat-pusat kekuasaan kaum Muslimin yang dipandang penting yakni (1) Makkah, (2) Damaskus, (3) Sana di Yaman, (4) Bahrain, (5) Basrah, (6) Kuffah, dan (7) yang terakhir dipegang sendiri oleh Khalif Utsman.</p>
<p>Naskah Quran yang tujuh itu dibubuhi cap kekhalifahan dan menjadi dasar bagi semua pihak yang berkeinginan menulis ulang. Naskah-naskah tua dari zaman Khalifah Utsman bin Affan itu masih bisa dijumpai dan tersimpan pada berbagai museum dunia. Sebuah di antaranya tersimpan pada Museum di Tashkent, Asia Tengah.</p>
<p>Mengingat bekas-bekas darah pada lembaran-lembaran naskah tua itu maka pihak-pihak kepurbakalaan memastikan bahwa naskah Quran itu merupakan al-Mushaf yang tengah dibaca Khalif Utsman sewaktu mendadak kaum perusuh di Ibukota menyerbu gedung kediamannya dan membunuh sang Khalifah.</p>
<p>Perjanjian Versailes (Versailes Treaty), yaitu perjanjian damai yang diikat pihak Sekutu dengan Jerman pada akhir Perang Dunia I, di dalam pasal 246 mencantumkan sebuah ketentuan mengenai naskah tua peninggalan Khalifah Ustman bin Affan itu yang berbunyi: (246) Di dalam tempo enam bulan sesudah Perjanjian sekarang ini memperoleh kekuatannya, pihak Jerman menyerahkan kepada Yang Mulia Raja Hejaz naskah asli Al-Quran dari masa Khalif Utsman, yang diangkut dari Madinah oleh pembesar-pembesar Turki, dan menurut keterangan, telah dihadiahkan kepada bekas Kaisar William II (Joesoef Souyb, Sejarah Khulafaur Rasyidin, Bulan Bintang, cet. 1, 1979, hal. 390-391).</p>
<p>Sebab itu, cara berdoa dan beribadah lainnya pada saat itu diyakini berdasarkan ingatan para pedagang Arab Islam yang juga termasuk para al-Huffadz atau penghapal al-Quran.</p>
<p>Menengok catatan sejarah, pada seperempat abad ke-7 M, kerajaan Budha Sriwijaya tengah berkuasa atas Sumatera. Untuk bisa mendirikan sebuah perkampungan yang berbeda dari agama resmi kerajaanperkampungan Arab Islamtentu membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum diizinkan penguasa atau raja. Harus bersosialisasi dengan baik dulu kepada penguasa, hingga akrab dan dipercaya oleh kalangan kerajaan maupun rakyat sekitar, menambah populasi Muslim di wilayah yang sama yang berarti para pedagang Arab ini melakukan pembauran dengan jalan menikahi perempuan-perempuan pribumi dan memiliki anak, setelah semua syarat itu terpenuhi baru merekapara pedagang Arab Islam inibisa mendirikan sebuah kampung di mana nilai-nilai Islam bisa hidup di bawah kekuasaan kerajaan Budha Sriwijaya.</p>
<p>Perjalanan dari Sumatera sampai ke Makkah pada abad itu, dengan mempergunakan kapal laut dan transit dulu di Tanjung Comorin, India, konon memakan waktu dua setengah sampai hampir tiga tahun. Jika tahun 625 dikurangi 2, 5 tahun, maka yang didapat adalah tahun 622 Masehi lebih enam bulan. Untuk melengkapi semua syarat mendirikan sebuah perkampungan Islam seperti yang telah disinggung di atas, setidaknya memerlukan waktu selama 5 hingga 10 tahun.</p>
<p>Jika ini yang terjadi, maka sesungguhnya para pedagang Arab yang mula-mula membawa Islam masuk ke Nusantara adalah orang-orang Arab Islam generasi pertama para shahabat Rasulullah, segenerasi dengan Ali bin Abi Thalib r. A..</p>
<p>Kenyataan inilah yang membuat sejarawan Ahmad Mansyur Suryanegara sangat yakin bahwa Islam masuk ke Nusantara pada saat Rasulullah masih hidup di Makkah dan Madinah. Bahkan Mansyur Suryanegara lebih berani lagi dengan menegaskan bahwa sebelum Muhammad diangkat menjadi Rasul, saat masih memimpin kabilah dagang kepunyaan Khadijah ke Syam dan dikenal sebagai seorang pemuda Arab yang berasal dari keluarga bangsawan Quraisy yang jujur, rendah hati, amanah, kuat, dan cerdas, di sinilah ia bertemu dengan para pedagang dari Nusantara yang juga telah menjangkau negeri Syam untuk berniaga.</p>
<p>Sebab itu, ketika Muhammad diangkat menjadi Rasul dan mendakwahkan Islam, maka para pedagang di Nusantara sudah mengenal beliau dengan baik dan dengan cepat dan tangan terbuka menerima dakwah beliau itu,  ujar Mansyur yakin.</p>
<p>Dalam literatur kuno asal Tiongkok tersebut, orang-orang Arab disebut sebagai orang-orang Ta Shih, sedang Amirul Mukminin disebut sebagai Tan mi mo ni. Disebutkan bahwa duta Tan mi mo ni, utusan Khalifah, telah hadir di Nusantara pada tahun 651 Masehi atau 31 Hijriah dan menceritakan bahwa mereka telah mendirikan Daulah Islamiyah dengan telah tiga kali berganti kepemimpinan. Dengan demikian, duta Muslim itu datang ke Nusantara di perkampungan Islam di pesisir pantai Sumatera pada saat kepemimpinan Khalifah Utsman bin Affan (644-656 M). Hanya berselang duapuluh tahun setelah Rasulullah SAW wafat (632 M).</p>
<p>Catatan-catatan kuno itu juga memaparkan bahwa para peziarah Budha dari Cina sering menumpang kapal-kapal ekspedisi milik orang-orang Arab sejak menjelang abad ke-7 Masehi untuk mengunjungi India dengan singgah di Malaka yang menjadi wilayah kerajaan Budha Sriwijaya.</p>
<p><strong>Gujarat Sekadar Tempat Singgah</strong><br />
Jelas, Islam di Nusantara termasuk generasi Islam pertama. Inilah yang oleh banyak sejarawan dikenal sebagai Teori Makkah. Jadi Islam di Nusantara ini sebenarnya bukan berasal dari para pedagang India (Gujarat) atau yang dikenal sebagai Teori Gujarat yang berasal dari Snouck Hurgronje, karena para pedagang yang datang dari India, mereka ini sebenarnya berasal dari Jazirah Arab, lalu dalam perjalanan melayari lautan menuju Sumatera (Kutaraja atau Banda Aceh sekarang ini) mereka singgah dulu di India yang daratannya merupakan sebuah tanjung besar (Tanjung Comorin) yang menjorok ke tengah Samudera Hindia dan nyaris tepat berada di tengah antara Jazirah Arab dengan Sumatera.</p>
<p>Bukalah atlas Asia Selatan, kita akan bisa memahami mengapa para pedagang dari Jazirah Arab menjadikan India sebagai tempat transit yang sangat strategis sebelum meneruskan perjalanan ke Sumatera maupun yang meneruskan ekspedisi ke Kanton di Cina. Setelah singgah di India beberapa lama, pedagang Arab ini terus berlayar ke Banda Aceh, Barus, terus menyusuri pesisir Barat Sumatera, atau juga ada yang ke Malaka dan terus ke berbagai pusat-pusat perdagangan di daerah ini hingga pusat Kerajaan Budha Sriwijaya di selatan Sumatera (sekitar Palembang), lalu mereka ada pula yang melanjutkan ekspedisi ke Cina atau Jawa.</p>
<p>Disebabkan letaknya yang sangat strategis, selain Barus, Banda Aceh ini telah dikenal sejak zaman dahulu. Rute pelayaran perniagaan dari Makkah dan India menuju Malaka, pertama-tama diyakini bersinggungan dahulu dengan Banda Aceh, baru menyusuri pesisir barat Sumatera menuju Barus. Dengan demikian, bukan hal yang aneh jika Banda Aceh inilah yang pertama kali disinari cahaya Islam yang dibawa oleh para pedagang Arab. Sebab itu, Banda Aceh sampai sekarang dikenal dengan sebutan Serambi Makkah.(Rz, Tamat)</p>
<p><a  rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.eramuslim.com/news/tha/46072b31.htm"><strong><em>Sumber</em></strong></a></p>
<hr />
<p><small>© <a href="http://hilmiarifin.com">hilmiarifin</a>, 2007 |
<a href="http://hilmiarifin.com/islam-masuk-ke-nusantara-ketika-rasulullah-saw-masih-hidup-bag2-tamat/">Permalink</a> |
<a href="http://hilmiarifin.com/islam-masuk-ke-nusantara-ketika-rasulullah-saw-masih-hidup-bag2-tamat/#comments">No comment</a>
<br/>
Post tags: <a href="http://hilmiarifin.com/tag/islam/" rel="tag">Islam</a>, <a href="http://hilmiarifin.com/tag/learning/" rel="tag">Learning</a>, <a href="http://hilmiarifin.com/tag/news/" rel="tag">News</a>, <a href="http://hilmiarifin.com/tag/todays-lesson/" rel="tag">Today's Lesson</a><br/>
</small></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/islam-masuk-ke-nusantara-ketika-rasulullah-saw-masih-hidup-bag2-tamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tahukah Anda: Islam Masuk ke Nusantara Saat Rasulullah SAW Masih Hidup (Bag.1)</title>
		<link>http://hilmiarifin.com/tahukah-anda-islam-masuk-ke-nusantara-saat-rasulullah-saw-masih-hidup-bag1/</link>
		<comments>http://hilmiarifin.com/tahukah-anda-islam-masuk-ke-nusantara-saat-rasulullah-saw-masih-hidup-bag1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Sep 2007 00:38:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hilmiarifin.com/tahukah-anda-islam-masuk-ke-nusantara-saat-rasulullah-saw-masih-hidup-bag1/</guid>
		<description><![CDATA[Islam masuk ke Nusantara dibawa para pedagang dari Gujarat, India, di abad ke 14 Masehi. Teori masuknya Islam ke Nusantara dari Gujarat ini disebut juga sebagai Teori Gujarat. Demikian menurut buku-buku sejarah yang sampai sekarang masih menjadi buku pegangan bagi para pelajar kita, dari tingkat sekolah dasar hingga lanjutan atas, bahkan di beberapa perguruan tinggi. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Islam masuk ke Nusantara dibawa para pedagang dari Gujarat, India, di abad ke 14 Masehi. Teori masuknya Islam ke Nusantara dari Gujarat ini disebut juga sebagai Teori Gujarat. Demikian menurut buku-buku sejarah yang sampai sekarang masih menjadi buku pegangan bagi para pelajar kita, dari tingkat sekolah dasar hingga lanjutan atas, bahkan di beberapa perguruan tinggi.</p>
<p>Namun, tahukah Anda bahwa Teori Gujarat ini berasal dari seorang orientalis asal Belanda yang seluruh hidupnya didedikasikan untuk menghancurkan Islam? Orientalis ini bernama Snouck Hurgronje, yang demi mencapai tujuannya, ia mempelajari bahasa Arab dengan sangat giat, mengaku sebagai seorang Muslim, dan bahkan mengawini seorang Muslimah, anak seorang tokoh di zamannya.</p>
<p><span id="more-83"></span></p>
<p>Menurut sejumlah pakar sejarah dan juga arkeolog, jauh sebelum Nabi Muhammad SAW menerima wahyu, telah terjadi kontak dagang antara para pedagang Cina, Nusantara, dan Arab. Jalur perdagangan selatan ini sudah ramai saat itu.</p>
<p>Mengutip buku Gerilya Salib di Serambi Makkah (Rizki Ridyasmara, Pustaka Alkautsar, 2006) yang banyak memaparkan bukti-bukti sejarah soal masuknya Islam di Nusantara, Peter Bellwood, Reader in Archaeology di Australia National University, telah melakukan banyak penelitian arkeologis di Polynesia dan Asia Tenggara.</p>
<p>Bellwood menemukan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa sebelum abad kelima masehi, yang berarti Nabi Muhammad SAW belum lahir, beberapa jalur perdagangan utama telah berkembang menghubungkan kepulauan Nusantara dengan Cina. Temuan beberapa tembikar Cina serta benda-benda perunggu dari zaman Dinasti Han dan zaman-zaman sesudahnya di selatan Sumatera dan di Jawa Timur membuktikan hal ini.</p>
<p>Dalam catatan kakinya Bellwood menulis, Museum Nasional di Jakarta memiliki beberapa bejana keramik dari beberapa situs di Sumatera Utara. Selain itu, banyak barang perunggu Cina, yang beberapa di antaranya mungkin bertarikh akhir masa Dinasti Zhou (sebelum 221 SM), berada dalam koleksi pribadi di London. Benda-benda ini dilaporkan berasal dari kuburan di Lumajang, Jawa Timur, yang sudah sering dijarah Bellwood dengan ini hendak menyatakan bahwa sebelum tahun 221 SM, para pedagang pribumi diketahui telah melakukan hubungan dagang dengan para pedagang dari Cina.</p>
<p>Masih menurutnya, perdagangan pada zaman itu di Nusantara dilakukan antar sesama pedagang, tanpa ikut campurnya kerajaan, jika yang dimaksudkan kerajaan adalah pemerintahan dengan raja dan memiliki wilayah yang luas. Sebab kerajaan Budha Sriwijaya yang berpusat di selatan Sumatera baru didirikan pada tahun 607 Masehi (Wolters 1967; Hall 1967, 1985). Tapi bisa saja terjadi, kerajaan-kerajaan kecil yang tersebar di beberapa pesisir pantai sudah berdiri, walau yang terakhir ini tidak dijumpai catatannya.</p>
<p>Di Jawa, masa sebelum masehi juga tidak ada catatan tertulisnya. Pangeran Aji Saka sendiri baru diketahui memulai sistem penulisan huruf Jawi kuno berdasarkan pada tipologi huruf Hindustan pada masa antara 0 sampai 100 Masehi. Dalam periode ini di Kalimantan telah berdiri Kerajaan Hindu Kutai dan Kerajaan Langasuka di Kedah, Malaya. Tarumanegara di Jawa Barat baru berdiri tahun 400-an Masehi. Di Sumatera, agama Budha baru menyebar pada tahun 425 Masehi dan mencapai kejayaan pada masa Kerajaan Sriwijaya.</p>
<p><strong>Temuan G. R Tibbets</strong><br />
Adanya jalur perdagangan utama dari Nusantaraterutama Sumatera dan Jawadengan Cina juga diakui oleh sejarahwan G. R. Tibbetts. Bahkan Tibbetts-lah orang yang dengan tekun meneliti hubungan perniagaan yang terjadi antara para pedagang dari Jazirah Arab dengan para pedagang dari wilayah Asia Tenggara pada zaman pra Islam. Tibbetts menemukan bukti-bukti adanya kontak dagang antara negeri Arab dengan Nusantara saat itu.</p>
<p>Keadaan ini terjadi karena kepulauan Nusantara telah menjadi tempat persinggahan kapal-kapal pedagang Arab yang berlayar ke negeri Cina sejak abad kelima Masehi,  tulis Tibbets. Jadi peta perdagangan saat itu terutama di selatan adalah Arab-Nusantara- China.</p>
<p>Sebuah dokumen kuno asal Tiongkok juga menyebutkan bahwa menjelang seperempat tahun 700 M atau sekitar tahun 625 Mhanya berbeda 15 tahun setelah Rasulullah menerima wahyu pertama atau sembilan setengah tahun setelah Rasulullah berdakwah terang-terangan kepada bangsa Arabdi sebuah pesisir pantai Sumatera sudah ditemukan sebuah perkampungan Arab Muslim yang masih berada dalam kekuasaan wilayah Kerajaan Budha Sriwijaya.</p>
<p>Di perkampungan- perkampungan ini, orang-orang Arab bermukim dan telah melakukan asimilasi dengan penduduk pribumi dengan jalan menikahi perempuan-perempuan lokal secara damai. Mereka sudah beranakpinak di sana. Dari perkampungan- perkampungan ini mulai didirikan tempat-tempat pengajian al-Quran dan pengajaran tentang Islam sebagai cikal bakal madrasah dan pesantren, umumnya juga merupakan tempat beribadah (masjid).</p>
<p>Temuan ini diperkuat Prof. Dr. HAMKA yang menyebut bahwa seorang pencatat sejarah Tiongkok yang mengembara pada tahun 674 M telah menemukan satu kelompok bangsa Arab yang membuat kampung dan berdiam di pesisir Barat Sumatera. Ini sebabnya, HAMKA menulis bahwa penemuan tersebut telah mengubah pandangan orang tentang sejarah masuknya agama Islam di Tanah Air. HAMKA juga menambahkan bahwa temuan ini telah diyakini kebenarannya oleh para pencatat sejarah dunia Islam di Princetown University di Amerika.</p>
<p><strong>Pembalseman Firaun Ramses II Pakai Kapur Barus Dari Nusantara</strong><br />
Dari berbagai literatur, diyakini bahwa kampung Islam di daerah pesisir Barat Pulau Sumatera itu bernama Barus atau yang juga disebut Fansur. Kampung kecil ini merupakan sebuah kampung kuno yang berada di antara kota Singkil dan Sibolga, sekitar 414 kilometer selatan Medan. Di zaman Sriwijaya, kota Barus masuk dalam wilayahnya. Namun ketika Sriwijaya mengalami kemunduran dan digantikan oleh Kerajaan Aceh Darussalam, Barus pun masuk dalam wilayah Aceh.</p>
<p>Amat mungkin Barus merupakan kota tertua di Indonesia mengingat dari seluruh kota di Nusantara, hanya Barus yang namanya sudah disebut-sebut sejak awal Masehi oleh literatur-literatur Arab, India, Tamil, Yunani, Syiria, Armenia, China, dan sebagainya.</p>
<p>Sebuah peta kuno yang dibuat oleh Claudius Ptolomeus, salah seorang Gubernur Kerajaan Yunani yang berpusat di Aleksandria Mesir, pada abad ke-2 Masehi, juga telah menyebutkan bahwa di pesisir barat Sumatera terdapat sebuah bandar niaga bernama Barousai (Barus) yang dikenal menghasilkan wewangian dari kapur barus.</p>
<p>Bahkan dikisahkan pula bahwa kapur barus yang diolah dari kayu kamfer dari kota itu telah dibawa ke Mesir untuk dipergunakan bagi pembalseman mayat pada zaman kekuasaan Firaun sejak Ramses II atau sekitar 5. 000 tahun sebelum Masehi!</p>
<p>Berdasakan buku Nuchbatuddar karya Addimasqi, Barus juga dikenal sebagai daerah awal masuknya agama Islam di Nusantara sekitar abad ke-7 Masehi. Sebuah makam kuno di kompleks pemakaman Mahligai, Barus, di batu nisannya tertulis Syekh Rukunuddin wafat tahun 672 Masehi. Ini memperkuat dugaan bahwa komunitas Muslim di Barus sudah ada pada era itu.</p>
<p>Sebuah Tim Arkeolog yang berasal dari Ecole Francaise Dextreme-Orient (EFEO) Perancis yang bekerjasama dengan peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (PPAN) di Lobu Tua-Barus, telah menemukan bahwa pada sekitar abad 9-12 Masehi, Barus telah menjadi sebuah perkampungan multi-etnis dari berbagai suku bangsa seperti Arab, Aceh, India, China, Tamil, Jawa, Batak, Minangkabau, Bugis, Bengkulu, dan sebagainya.</p>
<p>Tim tersebut menemukan banyak benda-benda berkualitas tinggi yang usianya sudah ratusan tahun dan ini menandakan dahulu kala kehidupan di Barus itu sangatlah makmur.</p>
<p>Di Barus dan sekitarnya, banyak pedagang Islam yang terdiri dari orang Arab, Aceh, dan sebagainya hidup dengan berkecukupan. Mereka memiliki kedudukan baik dan pengaruh cukup besar di dalam masyarakat maupun pemerintah (Kerajaan Budha Sriwijaya). Bahkan kemudian ada juga yang ikut berkuasa di sejumlah bandar. Mereka banyak yang bersahabat, juga berkeluarga dengan raja, adipati, atau pembesar-pembesar Sriwijaya lainnya. Mereka sering pula menjadi penasehat raja, adipati, atau penguasa setempat. Makin lama makin banyak pula penduduk setempat yang memeluk Islam. Bahkan ada pula raja, adipati, atau penguasa setempat yang akhirnya masuk Islam. Tentunya dengan jalan damai (Rz, Bersambung)</p>
<p><a  rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.eramuslim.com/news/tha/460719bc.htm?rel"><strong><em>Sumber</em></strong></a></p>
<hr />
<p><small>© <a href="http://hilmiarifin.com">hilmiarifin</a>, 2007 |
<a href="http://hilmiarifin.com/tahukah-anda-islam-masuk-ke-nusantara-saat-rasulullah-saw-masih-hidup-bag1/">Permalink</a> |
<a href="http://hilmiarifin.com/tahukah-anda-islam-masuk-ke-nusantara-saat-rasulullah-saw-masih-hidup-bag1/#comments">No comment</a>
<br/>
Post tags: <a href="http://hilmiarifin.com/tag/islam/" rel="tag">Islam</a>, <a href="http://hilmiarifin.com/tag/learning/" rel="tag">Learning</a>, <a href="http://hilmiarifin.com/tag/news/" rel="tag">News</a><br/>
</small></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/tahukah-anda-islam-masuk-ke-nusantara-saat-rasulullah-saw-masih-hidup-bag1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Finding a Sheikh</title>
		<link>http://hilmiarifin.com/finding-a-sheikh/</link>
		<comments>http://hilmiarifin.com/finding-a-sheikh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Oct 2006 05:39:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hilmiarifin.com/blog/2006/10/07/finding-a-sheikh/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;The qualities, actions, and conduct of a true Sheikh will be that of God. He will not do his work for money, hunger, house or wealth. His wealth, his health, his life and his nourishment are God. The search for God will be his only quest. How does this Sheikh, this man of wisdom, attain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>&#8220;The qualities, actions, and conduct of a true Sheikh will be that of God. He will not do his work for money, hunger, house or wealth. His wealth, his health, his life and his nourishment are God. The search for God will be his only quest. How does this Sheikh, this man of wisdom, attain his connection to God? He establishes complete faith in God. His faith is unwavering with no doubt or suspicion. It is firm, unshakable, mn-faith. Through this faith, he feeds on God&#8217;s qualities. He imbibes God&#8217;s actions, conduct, demeanor, and virtues, thus disappearing and dying in God. Through this death he attains wellness. How does this happen? As soon as he disappears, God transforms his qualities and give him wellness through divine qualities. Karma, arrogance, selfishness, pride, and jealousy are transformed into God&#8217;s qualities. He is given that wellness.</p>
<p><span id="more-12"></span></p>
<p>He will acquire God&#8217;s love, His virtues, His patience, His forbearance, His equanimity, and His three thousand gracious qualities. He adopts God&#8217;s attributes that are manifest as ninety-nine qualities in action (wilyats). Because his is surrendered to God and merges with Him, he attains these qualities.</p>
<p>Just as the tree transformed the air, God transforms the Sheikh and liberates his soul. He receives that wellness. In his qualities and wisdom, God&#8217;s beauty and fragrance will be present. Just as fragrance permeates a flower, God permeates his inner heart. The Sheikh merges into God&#8217;s beauty, and God&#8217;s beauty merges into the beautiful inner heart of the Sheikh, like a fragrance. The two exist as the fragrance and the flower.</p>
<p>A Sheikh will have this manner of faith. He will merge with God and attain this wellness, this beauty, and this fragrance. If you arrive at that state, have the same belief, certainty, and determination, have the same doubt-free intentions, have the faith that does not say one thing on the outside and another on the inside, and intermingle with the Sheikh as the fish intermingles with water, then the Sheikh will wash and cleanse your dirt with waver after wave of wisdom. He will transform your qualities He will change your karma, your actions, and your thoughts and give you the wellness he received from God. He will take your airs, lay open and purify them with wisdom, wash them with love, and cleanse them with patience and inner patience, giving you strength and peaceful wisdoms. This will give you wellness and happiness. It will transform your blackened air, change your karmic air, and change your arrogance, karma and maya, giving you beauty and qualities that bring forth peace, freedom, and soul-liberation. It will grant you the state wherein you liberate your soul and live.</p>
<p>When you associate with a Sheikh, this state should be entrenched in you. You should surrender to him with mn&#8211;absolute faith, certitude, and determination. This faith is surrender. Establish certitude with the wisdom and strength of this faith, and when you attain this state, you can receive the benefits. Only then can there be change.</p>
<p>There are different kinds of trees; some make you well and others make you ill. If you stand beside a tamarind tree or a wood-apple tree, they could make you sick. They contain the five elements, sourness, and certain kinds of air that can change your health.</p>
<p>My precious jeweled lights of my eyes, what is the connection with a Sheikh? He is one who will obtain the liberation of the soul for you. He will make it sound and give it to you. He will safeguard the indestructible treasure of the soul which does not perish in this world or the next, and keep it from being tarnished. In his body of five elements, there are four hundred trillion, ten thousand kinds of miraculous powers and tricks of maya that cause change. The Sheikh dispels these turbulent winds. He has the breeze that will subdue all desires. He has God&#8217;s air of grace, this grace-wisdom, this rare treasure. In order to receive this treasure, no matter how big you are in the world, you have to be a babe-in-arms with him.</p>
<p>When you join a Sheikh who is a perfected man (insn-kamil), you must be a baby to his qualities. No matter how much you may have studied, whether you rule the world, whether you are a king, whether you are a rich man or a poor man, or whether you are a ruler or a slave&#8211;you must be a babe-in-arms to the Sheikh. Only then will he embrace you to his chest.</p>
<p>When you come to him, come as a tiny baby. If you are a baby, he will pick you up on all four sides. He will carry you on his shoulder, embrace you to his chest, wrap you around his neck, or carry you on his head. He will carry you in one way or another. Even if he has to tie you on his back, he will carry you.</p>
<p>But if you come to him as a great king, like a big mountain, he will unburden himself and move on. Why? He will not carry you, because you are too heavy. You must first understand the meaning of belief, resolute faith, determination, and certitude. Then, unloosen and discard all your prior learning and intentions. If you want to follow a Sheikh, you must become a babe-in-arms with unconditional mn. You should not harbor any doubt or suspicion. You should not hold on to anything else. If you do, he will move on, saying. &#8220;That&#8217;s fine, play with it.&#8221; Having tried his very best, he will then leave you and move on.</p>
<p><em>by M. R. Bawa Muhaiyaddeen</em></p>
<p>About Author<br />
M.R. Bawa Muhaiyaddeen &#8211; a Sufi mystic, can best be remembered for his efforts to bring unity through understanding to the faithful of all religions. Visit <a  rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.wisdomarticles.com">www.wisdomarticles.com</a></p>
<hr />
<p><small>© <a href="http://hilmiarifin.com">hilmiarifin</a>, 2006 |
<a href="http://hilmiarifin.com/finding-a-sheikh/">Permalink</a> |
<a href="http://hilmiarifin.com/finding-a-sheikh/#comments">No comment</a>
<br/>
Post tags: <a href="http://hilmiarifin.com/tag/islam/" rel="tag">Islam</a>, <a href="http://hilmiarifin.com/tag/learning/" rel="tag">Learning</a>, <a href="http://hilmiarifin.com/tag/life/" rel="tag">Life</a>, <a href="http://hilmiarifin.com/tag/personal/" rel="tag">Personal</a>, <a href="http://hilmiarifin.com/tag/reflection/" rel="tag">Reflection</a><br/>
</small></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hilmiarifin.com/finding-a-sheikh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
