≡ Menu
hilmiaRIFIN

Bergabung dengan PJKA

in Personal

Thanks God It’s Friday yang populer dengan singkatan TGIF tak pernah lepas di pikiran. Hari Jumat benar-benar menjadi hari yang saya nantikan. Di hari itulah saya bisa pulang ke Jogja berkumpul dengan keluarga. Saya sudah bertekad untuk pulang ke Jogja setiap minggunya, meskipun biayanya tidak sedikit. Dengan memilih kereta bisnis seharga 100 ribu sekali jalan, berarti sebulannya minimal perlu 800 ribu. Nilai uang tersebut tidak seberapa jika dibandingkan dengan kebahagiaan berkumpul dengan keluarga di Jogja.

Tidak sedikit ternyata orang yang seperti saya, menantikan hari Jumat untuk pulang ke Jogja. Mereka ini terkenal dengan kelompok PJKA (Pergi Jumat Kembali Ahad). Kakak laki-laki saya contohnya, dia sudah menjalani hidup sebagai PJKA lebih dari 5 tahun. Hari Jumat tanggal 14 Maret 2008 secara pribadi saya telah mendeklarasikan diri sebagai anggota baru PJKA. Ada kebiasaan dari sebagian kelompok ini yang naik kereta api dengan tidak membeli tiket tapi membayar kepada petugas KA di atas gerbong. Dari awal saya sudah berniat untuk selalu membeli tiket ketika naik kereta api. Kalau terpaksa tidak kebagian tiket, saya lebih baik naik bis malam seperti minggu depan yang merupakan long weekend 4 hari. Semua tiket kereta api tanggal 19 Maret dari Jakarta dan tanggal 23 Maret dari Jogja sudah tidak tersisa.

Alhamdulillah, meskipun mepet, saya akhirnya dapat pulang ke Jogja tanggal 19 Maret dengan bis Rahayu Persada yang sampai menambah 2 bis untuk melayani penumpang yang ingin berlibur. Sedangkan baliknya ke Jakarta, saya memperoleh tiket bis Ramayana karena ada membatalkan tiketnya.

Kembali ke PJKA, khususnya di kereta kelas bisnis (Senja Utama) seperti yang saya lakukan, bekal yang tidak boleh lupa adalah koran. Namun, koran ini bukan untuk dibaca, melainkan untuk digelar sebagai alas tempat tidur. Sesaat setelah kereta berjalan, kelompok PJKA ini akan berebutan menggelar koran untuk tidur di bawah tempat duduknya masig-masing. Bagi yang telat menggelar koran dengan teman sebangkunya, maka dia harus rela tidur di atas kursi dengan konsekuensi tidak bisa meluruskan kakinya.

Bekal lainnya yang saya siapkan adalah bantal yang berfungsi jika diisi udara, minimal ditiup. Bantal seperti ini dikenal dengan sebutan bantal haji dan bisa didapatkan di toko perlengkapan busana muslim dan haji atau supermarket. Kalau tidak dipakai bisa dilipat dan dimasukkan ke dalam tas. Sebenarnya kita bisa menyewa bantal di atas kereta kalau mau. Dengan kedua bekal tersebut, saya bisa tidur di bawah yang relatif lebih nyaman karena bisa meluruskan kaki, sehingga tiba di Jogja atau Jakarta bisa lebih fresh.

Kamu juga anggota PJKA seperti saya?

13 comments… add one
  • indra wijaya

    Dear temen2 anggota PJKA
    Mohon info untuk dapat bergabung dengan PJKA.
    Soalnya kalo saya mau naik kereta kesulitan cai tiketnya kudu jauh jauh hari.
    Trimakasih

  • rudi kristianto

    Salam hormat,
    Pak arifin.
    Maaf pak mohon izin bertanya untuk menjadi anggota komunitas PJKA bagaimana caranya & syarat apa saja yang harus dipenuhi?
    Serta dapat menghubungi contac person siapa ya terkait pemesanan tiket dsb.
    Atas informasi & bantuanya saya ucapkan terima kasih
    Rudi kristianto

  • Ratri risky utami

    i want sepertii kalian,,
    tapip aku raguu apakah ak bisa????

  • Himawan

    Pak Arifin,
    perkenalkan nama saya Himawan,
    saya tertarik dengan tulisan saya, kebetulan saya baru mulai kerja di Jakarta tapi keluarga masih di Jogja, jadi akan bolak-balik Jakarta-Jogja, kemaren-kemaren saya selalu membeli tiket Rp 110rb dan saya harus meluangkan waktu untuk memesan tiket dulu 2-3 minggu sebelumnya biar dapat tempat duduk, itu merupakan highcost buat saya kalo sering pulang, tapi beberapa waktu lalu sewaktu saya pulang ke Jogja dengan senja utama saya sempat ngobrol² sama penumpang disamping saya katanya ada Group yang selalu pulang jumat dan kembali ke jakarta hari ahad biasanya disebut PJKA yang mana bisa mengirit pengeluaran untuk pembelian tiket, kalo boleh tau pak, gimana yah caranya biar bisa ikut group PJKA?, siapa yang harus saya hubungi dalam hal ini?
    atas Bantuannya saya ucapkan terimakasih.

    Himawan

    • Pak Himawan, saya PJKA yang selalu beli tiket untuk pulang-pergi Jakarta-Jogja. Meskipun berat di ongkos, saya merasa lebih nyaman.

  • wiwin

    Halo Pak Arifin….
    Wah ternyata kalau dulu waktu masih ‘dinas’ di Kulon Progo aku punya Konsultan (konco wangsul ngetan) sekarang tak kusadari menyusulmu jadi anggota PJKA yah….(meski cuma 2 bulan. Bedanya, aku nggak kuat kalo mesti tiap minggu. Cukup deh 2 minggu sekali. nggak kuku….Ada banyak pos anggaran lain yang lebih membutuhkan untuk diisi je…
    Yang penting, tetap semangat Pak! Kata sensei di LBI UI “Gambate Kudasai!!!!!!!”

    • halo juga bu wiwin,

      mulai agustus mungkin saya tidak seminggu sekali lagi, karena sudah mulai kuliah di depok jadi lebih ribet kalo mau pulang

  • Pa kabar pak,

    Besok kalo udah berangkat ke jepang, udah gak jadi anggota PJKA lagi lo…

    Sukses selalu,

  • tiap minggu pulang balik k Ygy???
    ckckck…
    gak cuma 800rb … tapi juga bener2 mesti fit, krn emang pasti capek tuh.. mana mesti gelar tiker..
    *emang sih lebih enak gelar tiker, drpd maksain tidur di kursi yg gak nyaman.. pegel2 deh badan..*
    ckckckck…
    tua di jalan tuh…

    aku aja dr rmh k t4 krja 1jam, udh males..
    ini di jalan 9jam lebih…
    ckckckc…

    • Ya, mau gmn lagi… tetap harus dijalani kan keluarga di Jogja… Capek badan bisa hilang saat ketemu keluarga di Jogja

      • yups..
        bener banget tuh..
        apalagi klo udh ketemu ama anak..
        serrrrr… ilang semua penat yang kita hadapi saat kerja ataupun selama perjalanan panjang menemui keluarga..

        insyaAllah menjadi amalan yang dapat “modal” di akhirat nanti..
        😉

        tetep semangat..

  • Joe Rohmanyu

    Salam kenal mas Hilmi,
    Jangan khawatir, nanti banyak teman kok, insya Alloh nanti juli/agustus saya ikutan jadi anggota PJKA, kita bisa pulang bareng2. Saya juga di PPIE UI cuma yang Dalam Negeri 13 bulan.
    Semoga sabar dan selamat berjuang

Leave a Comment

Next post:

Previous post: