≡ Menu
hilmiaRIFIN

Artikel Pertama di Media Massa

in Personal

Beberapa kali menulis sebuah artikel kemudian mencoba mengirimkannya ke media massa, khususnya yang ada di Yogyakarta, akhirnya berhasil juga dimuat. Tulisan saya dimuat di majalah Ayodya, edisi II tahun 2007, sebuah majalah internal Pemerintah Kota Yogyakarta. Meski baru “jago kandang”, pencapaian ini patut saya syukuri. Lebih surprise lagi, karena artikel saya menjadi bagian dari laporan utama pada edisi tersebut. Karena tidak ada kepastian sebelumnya mengenai pemuatan artikel yang saya kirim, maka tulisan tersebut saya posting di sini.

Keinginan mengirimkan tulisan ke media massa bukan dilandasi niat untuk mencari penghasilan tambahan, walaupun setiap tulisan yang dimuat pasti ada imbalannya. Motivasi utama saya mengirimkan artikel ke media massa adalah untuk memperoleh tambahan bekal dalam perburuan beasiswa. Terdengar aneh? Sebenarnya tidak juga. Dalam setiap aplikasi beasiswa biasanya terdapat pertanyaan tentang daftar tulisan yang pernah dibuat baik dipublikasikan maupun tidak. Dan saya yakin hal ini menjadi salah satu poin yang sangat penting dalam keberhasilan memperoleh beasiswa, minimal lolos administrasi.

Walaupun belum ada target, sampai saat ini saya masih terus berupaya untuk mengirimkan sejumlah artikel ke media yang lain, sehingga menambah portofolio tulisan dalam aplikasi beasiswa. Kalaupun tidak berhasil dimuat, paling tidak saya telah dipacu untuk tidak pernah berhenti belajar memperbaiki kualitas artikel yang saya tulis. Kemampuan menulis seperti ini sangat dibutuhkan dalam menempuh studi lanjut maupun dalam pekerjaan. Oleh karena itu saya selalu memuat tulisan saya di blog ini pada bagian opini, baik dimuat ataupun tidak dimuat di media massa.

Artikel saya memang baru satu yang dimuat di media massa, namun hal itu tidak menyurutkan langkah saya dalam mengirimkan aplikasi beasiswa ke berbagai lembaga yang menawarkan. Hitung-hitung sebagai pembelajaran dalam mengisi form aplikasi beasiswa. Saat ini saya telah mengirimkan aplikasi beasiswa Pusbindiklatren dari Bappenas dan International Fellowship Program (IFP) dari Ford Foundation yang dikelola oleh The Indonesian International Education Foundation (IIEF). Selain itu, saya tengah merampungkan aplikasi beasiswa Chevening dari British Council. Masih ada kesempatan bagi yang belum mengirimkan aplikasinya. Beasiswa Pusbindiklatren dibuka sampai dengan tanggal 28 September 2007 sedang Chevening ditutup pada tanggal 30 September 2007. Sedangkan program beasiswa IFP dari Ford Foundation ditutup sebelum 1 Agustus setiap tahunnya.

Mari kita sama-sama berjuang 🙂

0 comments… add one

Leave a Comment

Next post:

Previous post: