≡ Menu
hilmiaRIFIN

Antara Golput dan Pemilu 2014

in Government

Pemilihan Umum 2014 ini merupakan pemilu ke 11 sejak yang pertama digelar pada tahun 1955. Pemilu 2014 ini diikuti oleh 12 partai nasional dan 3 partai lokal Aceh dan digelar pada tanggal 9 April untuk memilih legislatif dan 9 Juli untuk pemilihan presiden.

Pesta rakyat ini sudah seharusnya menjadi ajang untuk memilih pemimpin dan wakil rakyat yang benar-benar bekerja untuk rakyat dan membangun Indonesia. Namun, ada beberapa orang dan golongan yang menganggap pemilu 2014 ini tidak penting dan tidak mengubah apa-apa. Biasanya yang menganggap hal tersebut akan tidak ikut serta dalam memberikan suaranya alias golput.

Partai Peserta Pemilu 2014

Ada beberapa tipe golput yang tidak memberikan suaranya saat pemilu nanti, diantaranya yaitu :

Golput karena kesalahan teknis

Hal ini karena kesalahan dari pelaksana pemilu karena kurangnya sosialisasi sehingga Ia tidak bisa memberikan suaranya disebabkan namanya belum terdaftar sebagai pemilih atau karena Ia tidak bisa memilih di tempat lain yang bukan alamat KTPnya.

Golput karena apatis

Sikap acuh dan tidak peduli terhadap pemilihan umum. Mereka lebih mementingkan kehidupan mereka saja. Padahal jika mereka mau memilih, maka perubahan itu dapat dilakukan sehingga kehidupan bernegara dan tingkat perekonomian menjadi lebih baik.

Golput karena politis

Banyaknya penyelenggara negara terutama dari legislatif dan eksekutif yang korup maka mereka sudah tidak percaya lagi dan akhirnya tidak peduli sehingga tidak ikut memberikan suaranya pada pemilu.

Golput karena logis

Bersikap logis bahwa tidak ada perubahan walaupun adanya pemilu. Tidak memilih karena memiliki alasan yang sangat prinsip terkait keyakinannya mengenai pemilu.

Dalam negara yang menganut sistem demokrasi, golput atau tidak ikut memberikan suara pada pemilu memang dibolehkan karena itu adalah hak mereka namun perlu dicermati bahwa golput tidak akan pernah menang karena pemilu tetap sah walaupun masyarakat yang memberikan suara jumlahnya sedikit.

Pada pemilu 2014 ini, kecenderungan golput semakin meningkat disebabkan oleh banyaknya kasus korupsi yang menimpa anggota legislatif dan eksekutif. Apalagi tiap pemilu memiliki kecenderungan golput meningkat. Jika orang-orang baik itu tidak mengikuti pemilu dan tidak memberikan suaranya maka negara kita akan diperintah atau dipimpin oleh orang-orang yang tidak baik. Solusikah menjadi golput untuk perbaikan kondisi Indonesia? Nurani Anda yang berbicara.

Penulis : Fadli Firmansyah
Twitter : @fadfir

0 comments… add one

Leave a Comment